Diterbitkan:
Minggu, 19-Februari-2012, 18:34 WIB

Dilihat:
147 kali

Cinta Kita Tak Punya Masa Depan!

Di seberang sini. Wanita itu tengah terisak. Merintih menahan perasaannya. Bulir-bulir air matanya turun perlahan membasahi telepon yang ia genggam erat.

Mau apa lagi? Kalau begini terus, kita tak punya masa depan...

Di seberang sana. Pria itu bertanya akan pertanyaan yang sama. Datar. Tegas. Lugas. Yang mana ia tahu tak akan bisa meredakan tangis wanita yang dicintainya itu.

Hidup bersama itu gampang, nggak usah pakai nikah. Tapi, kalau kita mau hidup bersama yang sah secara hukum dan agama, ya harus nikah!

Wanita itu meraung dalam tangisnya.

Kalau kita begini terus, kita tak bisa menikah...

Wanita itu tahu. Tahu secara persis apa yang menjadi jurang pemisah antara dirinya dan kekasih hatinya. Namun jurang itu seakan tak memberi peluang untuk disebrangi.

Ia kembali teringat pada ucapan sahabatnya.

Kalau kamu bisa mengkhianati agamamu, mengkhianati Tuhanmu, karena cintamu pada kekasihmu, semestinya kekasihmu juga tahu bahwa suatu saat engkau bisa mengkhianati cintanya

Wanita itu tak tahu harus berbuat apa. Tangis, amarah, dan kejengkelan di hatinya tak akan pernah bisa untuk mengubah keadaan.

Satu yang pasti, hatinya kini berselimutkan tabir. Tabir kelam yang kerap mendengungkan kalimat.

TUHAN TIDAK ADIL BUATKU