Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Gampingan
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Memotret Tanpa Membidik


Kadang kala ada benarnya juga kalau seorang fotografer disebut sebagai pencuri. Pencuri disini tentu saja bukan pencuri dalam konotasi negatif, melainkan pencuri momen-momen unik yang mungkin saja hanya terjadi sekali untuk selamanya. Karenanya, tidak heran kalau ambisi fotografer untuk bisa menangkap suatu momen kadang amat sangat menggebu-gebu, seperti berkali-kali membidikkan kamera ke obyek yang ingin ditangkap. Tidak jarang obyek merasa terganggu dengan sikap fotografer yang seperti itu dan mengubah ekspresi dari momen tersebut. A khirnya pupuslah momen unik itu.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, secara pribadi aku “menelurkan” suatu ilmu baru yang dinamakan “Memotret Tanpa Membidik”. Cukup simpel sebenarnya, teknik tersebut adalah mengambil foto tanpa harus melihat ke jendela bidik atau LCD. Jadi, teknik tersebut mengandalkan sepenuhnya kepada perasaan sang fotografer. Memang teknik ini bukan merupakan teknik yang efisien, akan tetapi kalau sudah terlatih anda akan bisa memotret obyek tanpa perlu menarik perhatian si obyek.


Susana di dalam Bus TransJogja dengan Teknik Memotret Tanpa Membidik

  1. Arahkan lensa ke obyek, bayangkan titik tengah lensa keluar garis lurus yang mengarah ke obyek.

  2. Tempatkan kamera di tempat yang tidak menarik perhatian, seperti dipangku atau diselempangkan di bahu.

  3. Usahakan agar posisi kamera tetap kokoh.

  4. Buatlah impresi anda seakan-akan tidak sedang ingin memotret (jangan mengundang perhatian).

  5. Untuk setting kamera, usahakan agar jeda shutter tidak terlalu lama (1/60 – 1/1000 detik). Bukaan diafragma, panjang lensa, dan ISO menyesuaikan.

  6. Tekan tombol shutter sekali saja, suara SLR yang berisik sudah cukup untuk menyadarkan obyek bahwa ia sedang dipotret.

Plus:
Anda tidak akan menarik perhatian obyek. Mendapatkan foto dari sudut yang unik. Bisa digunakan untuk memotret lokasi yang terlarang untuk dipotret.

Minus:
Tidak bisa mengkomposisi obyek. Tidak jelas dimana titik fokusnya. Kadang kala hasil foto masih buram. Hanya cocok untuk obyek yang statis.
  • keren juga hasilnya...karena kamu kayake sudah cukup menguasai teknik ini, aku punya ide bagaimana kalo teknikmu ini dipergunakan untuk merekam kegiatan mesum muda-mudi jogja yang lagi pacaran..gimana??? hahahaha
    Mas Winky ini yang di pikirannya hanya "pacaran" saja...wah2...kurang dibelai ya Mas? he3. Teknik ini hanya boleh digunakan di tempat2 terlarang dan di situasi yang terlarang juga (spt di kamar kecil...lhoooo!!!!!)
    winkyJum'at, 24-Oktober-2008, 21:15
  • tapi benar juga kata winky, biar "mereka" sadar kalau mereka terekam setelah melihat foto-foto mesum mereka di blog ini.
    kan keren itu.
    pikiranmu aneh-aneh Pin...ngasih komen yang bener donk!
    samsul arifinRabu, 29-Oktober-2008, 15:15
  • Eh betul itu kata ipin, kalo selama ini kan katanya bangsa kita masih mengagung2kan bahwa kita menjunjung adab dan norma kesusilaan...

    Nah dengan mengambil foto-foto yang kayak "gitu" kamu bisa membongkar betapa sudah terkontaminasinya kita dengan budaya2 barat..supaya pada sadar, bahwa ada yang salah sama diri kita supaya cepet diperbaiki...
    wah maaf...yang seperti itu bukan minat saya. Ilmu fotografi saya hanya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Bukan untuk memojokkan pihak-pihak tertentu.
    winkyKamis, 30-Oktober-2008, 08:43
  • Hahahahaha...bukannya dulu lu yang seneng bikin masalah dan sok memojok-mojokkan orang....hehehehehe
    itu masa lalu yang belum terlalu lampau...
    winkyJum'at, 31-Oktober-2008, 08:45
  • he3, kayaknya aku motretnya ketahuan deh, bulenya ngeliatin aku gitu mas kemaren )
    ternyata kamu motretin orang pacaran juga ya mas, ckckck..
    itu berati kamu kurang ahli, sana latihan lagi :D
    tiaKamis, 22-Oktober-2009, 09:50

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi