Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Lomba Gerak Jalan Indah UGM
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Sekilas Proyek Candi


Nggak bisa dipungkiri kalau artikel tentang candi adalah ciri khas dari blog milikku ini. Namakan aja Proyek Candi, yaitu kegiatan isengku untuk mengeksplorasi sekaligus memotret candi yang berjalan semenjak bulan April 2008. Sasaran dari proyek ini adalah membuat artikel tentang candi yang tersebar di propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, syukur-syukur kalau juga bisa mampir ke candi-candi di provinsi lain. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mendongkrak candi sebagai pariwisata berbasis budaya, arkeologi dan sejarah, sesuai dengan tema Visit Indonesia yang dicanangkan oleh Departemen Pariwisata dan Kebudayaan. Biar tambah keren, ini nih visi dan misi Proyek Candi:

Visi
  1. Mendongkrak popularitas candi-candi kecil sebagai pariwisata berbasis budaya, arkeologi dan sejarah.
  2. Mempromosikan potensi lokal sebagai perwujudan tahun pariwisata Indonesia 2008 yaitu Visit Indonesia 2008 yang dicanangkan Departemen Pariwisata dan Kebudayaan.
  3. Melengkapi sumber-sumber literatur mengenai candi yang amat sangat minim di internet.

Misi
Berkunjung ke candi-candi di propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk kemudian dieksplorasi dan hasilnya dituangkan dalam bentuk tulisan dan foto. Tulisan tersebut memuat mengenai panduan lokasi, sejarah, keunikan, potensi lokal, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan candi-candi tersebut. Tulisan itu kemudian akan dipublikasikan di Internet untuk dinikmati khalayak ramai dan tidak menutup kemungkinan akan dipublikasikan dalam bentuk media cetak.

Di Balik Layar Proyek Candi

Saya tidak sendiri, blog milik Kang Zamroni
yang berjudul JengJeng Matriphe!
juga menyajikan artikel tentang candi.
Selama ini kalau kita mendengar kata “candi” pasti yang terbayang adalah sekumpulan batu-batu tua yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu bangunan. Nggak salah sih, tetapi kalau bayangan tersebut diperjelas, mungkin yang akan muncul adalah bayangan Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Karena aku ini hobinya membonceng, kepinginnya sih membonceng ketenaran dua candi itu di jagat maya. Tapi ternyata, masih ada puluhan candi lain yang tersebar di seantero pulau Jawa bahkan di pulau Sumatera, Kalimantan, serta Bali! Tahu fakta kayak gitu, aku jadi tergerak buat ngangkat candi-candi kecil itu di jagat maya biar juga terkenal kayak aku, hehehe.

Aku pernah dapet komentar dari seseorang,
“Kenapa sih repot-repot pergi jauh ke candi hanya untuk memotret batu-batu? Kurang kerjaan sekali.”

Kalau aku renungi dalam-dalam, mungkin apa yang dikatakan orang tersebut ada benarnya juga sih. Aku nggak menyalahkan orang tersebut, karena mungkin bagi dia apa yang aku perbuat ini nggak memberikan nilai apapun. Nilai yang saat ini diukur dari besar nominal material (baca: duit!). Tetapi bagaimana bisa, wong retribusi masuk candi-candi kecil yang hanya Rp 500 atau bahkan seikhlasnya saja nggak menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung. Paling-paling candi didatengin orang cuma buat tempat pacaran, yaaah!


Banyak pihak dilibatkan dalam proyek ini,
Andreas sampai Unit 80 KKN-PPM UGM
Semester Pendek 2007/2008
.
Terus, gimana ceritanya aku bisa sampai hati melakukan pekerjaan ini yang membuat aku dapet predikat “tukang cari batu”? Aku kan hobinya motret, tapi obyek motretnya nggak sembarangan, soalnya aku paling seneng kalau motret yang ada unsur budayanya. Karena waktu itu udah kehabisan bahan aku mau pergi KKN yang temanya pariwisata Candi Sojiwan, maka dari itu aku motret candi deh sama-sama Andreas. Kalau diperhatikan dari sisi fotografi, candi itu bangunannya unik lho. Bayangin aja, batu ditumpuk-tumpuk gitu, bisa berdiri lagi, apa nggak ada sense of art-nya? Canggih juga eyang-eyang kita, jaman dulu udah bisa bikin karya seni kayak gitu lho.

Awalnya sih cuma motret doang, tapi nggak seru kan kalau nggak ngobrol sama warga atau juru pelihara disana. Dari sanalah muncul cerita-cerita mengenaskan tentang candi, terutama candi-candi kecil. Naluri jurnalistikku jadi bergejolak, dan setelah itu lahirlah (cielah!) banyak artikel tentang candi-candi. Jadi aku maunya sih artikel-artikel itu nggak hanya bilang kalau “disini nih ada candi lho!” tapi juga “disini kondisi candinya memprihatinkan kayak gini lho!”. Lagipula sedikit banget artikel-artikel di jagat maya tentang informasi candi, gambar-gambarnya, dan panduan rute sesat untuk pergi ke candi.


Dari kunjungan saya ke candi-candi,
aku memperoleh "ilmu lapangan"
tentang pemotretan candi.
Tapi ini yang paling kontroversial, ada banyak yang sungkan berkunjung ke candi karena (maaf!) candi itu kan tempat ibadah pemeluk agama lain (karena saya muslim you know ?). Okelah, emang bener kalau candi itu adalah tempat ibadah umat Hindu atau Buddha, banyak patung-berhala nya lagi. Tapi itu kan kalau kita memandang candi sebagai tempat ibadah (emang saya bakal nyembah patung itu apa?). Candi itu umurnya udah ratusan tahun bo! dan yang buat itu eyang-eyang kita sendiri. Jadi, boleh kan kalau aku memandang candi itu sebagai bagian dari sejarah bangsa kita? Sayangnya, sekarang ini sejarah itu terlupakan. Umumnya generasi muda sekarang ini pada males belajar sejarah, kewarganegaraan, dan agama. Senengnya berprilaku konsumtif dan money-minded (jual arca kalee!). Selain itu sampai sekarang kan belum ada yang tahu secara pasti teknologi untuk membangun candi. Nah kan, masih banyak tuh tabir-tabir misteri candi yang bisa disingkap, nggak hanya candi itu sebagai tempat ibadah aja. Selain itu buatku dateng ke candi itu suatu petualangan tersendiri, mendaki bukit hanya untuk melihat candi yang hancur. Bagaikan nemu harta karun deh, lost civilization gituh.

Eeeh, aku ini kan dari bidang ilmu matematika, jadi nggak nyambung dong kalau mbahas arkeologi, terutama candi. Karena itu, aku ngerasa juga kalau artikel-artikelku itu nggak ilmiah. Jadi buat mas/mbak/pak/bu arkeolog yang mbaca blog ini, jika anda-anda menemukan yang kurang di artikel saya harap beri respons ke saya yah, kasih komentar hehehe. Tapi seenggaknya artikelku semoga bisa berguna buat referensi tugas-tugas sejarah anak SMP dan SMA (dedicated to Al-Izhar Pondok Labu) atau anak kuliah. Yang terakhir deh, kalau melihat benda-benda cagar budaya yang sekarang ini bagaikan aset bangsa yang ditelantarkan, dengan artikel-artikel candi ini aku berharap ini bisa sebagai langkah awal kita buat bangsa ini agar ngerti sejarah dan budaya. Mungkin ini cara saya untuk berbakti buat negara merah-putih.
  • woh! teruskan perjuangan mengeksplorasi candi, kang! maap, saya berhenti karena faktor lokasi..

    mantab!
    siip mas Zam, masih banyak candi-candi kecil n terlantar di DIY yang mau saya ekspos ke publik
    zamSenin, 19-Januari-2009, 14:17
  • siip... sudah setahun ya mas wijna.. selamat yak.. lestarikan budaya.. wujud kecintaan bangsa.
    salam kenal..
    Salam kenal juga Agatha. Wah, emang udah hampir setahun ya? Nggak kerasa juga ya?
    Agatha Mahardika A.J.Selasa, 07-April-2009, 15:19
  • Halo Wijna. akhirnya Agatha buka webmu juga. kami tahu websitemu dari Andreas. Aku juga suka mengunjungi candi2. Wah pasti pengalamannya lain sekali kalo berkunjung dengan kamu yang benar2 tertarik mengeksplor candi. Proyek yang bagus. kalo ada kunjungan ke candi email aku ya. Aku anak Fisika UGM 2004. Thank you.
    Wah rupanya penghubung semua ini Andreas toh??? beh, dasar tu anak. Ok deh, ntar kontak-kontakan lagi yah.
    emeritaRabu, 08-April-2009, 09:20
  • ah,udah hampir setahun ya kita jadi pencari batu, wis..tambah tua nih. berarti tambah berat petualangannya he2..
    klo dipikir-pikir, Magelang juga hampir habis lho Ndre
    andreasMinggu, 26-April-2009, 21:40
  • wah mas wisna, selamat berpetualang ya, kapan2 saya ikut boleh? (hue3)..
    saya ini termasuk warga yang jarang berkunjung ke candi, paling sering berkunjung ke pantai..

    oiya, foto2 mas yang di galeri boleh dicopy gak? (tapi sudah terlanjur saya copy satu..), yang Situ Patengan itu lho mas, bagus banget, bisa sedikit mengobati ke-stress-an saya disini ). lain kali saya liat2 yang lain..
    Trims juga Tia, moga-moga saya bisa balik dari petualangan dengan utuh, nggak cuma namanya aja he3.

    Silakan dikopi foto-fotonya en kalau mau dipajang di web, bilang-bilang yah. Eiya, karena kamu di Bandung kenapa nggak coba jalan-jalan ke Situ Patengan sma Kawah Putih?
    tiaRabu, 29-April-2009, 19:58
  • jalan2 mas? saya lagi kepikiran banyak tugas nih..
    jalan2nya di web mas wijna aja, yang gak perlu capek )
    heh? Coba deh kamu baca blog ini sambil lari-lari di tempat, pasti capek, he3.
    tiaKamis, 30-April-2009, 04:40
  • bikin majalah gratis (free magz) tentang candi yuks? kalau tertarik kerjasama tar qt tembak dinas purbakala ma departemen kebudayaan dan pariwisata buat kasih dana? piye tertarik?

    he :D
    boleh juga tuh idenya, saya siap mendukung, lebih lanjut ntar e-mail saya ajah, oke?
    komikb4Sabtu, 02-Mei-2009, 21:32
  • Ayo terus gali kekayaan sejarah bangsa ini, N melestarikannya tentu....

    Salam kenal!
    hohoho, terima kasih buat dukungannya, salam kenal juga yah
    rcoSabtu, 04-Juli-2009, 03:39
  • kapan renovasi candi prambanan selesai?
    Katanya sih tahun 2012 mas, semoga aja tepat waktu.
    haryanaSabtu, 04-Juli-2009, 13:32
  • merdekaaa........
    kitalah yang mewrisi candi-candi itu
    aku begabung ku tunggu kontaknya di emailku.tq
    Selamat bergabung ya mas :)
    udi basukiJum'at, 14-Agustus-2009, 10:14
  • mmm, Coba kunjungi candi Dadi di Tulungagung, dekat dengan komplek Candi Gayatri (makam Ratu Majapahit Gayatri), dan sejumlah candi laen. Tempatnya dan candinya aneh karena di atas gunung & candinya ga ada pintu masuk kecuali memanjat ke atas candi yang ternyata berlobang dengan diameter 5 meter dengan kedalaman 4 meter. Pemandangannya keren.

    aku dulu juga hobby kaya mas. aku mulai suka sejak kecil, pas diajak ayah ke candi simping (makam Raden Wijaya /Raja majapahit I). Lalu pas SMA dihadiahi kamera, lalu langsung survei candi di sekitar Blitar, Kediri, malang, Tulungagung(1997-...). Kuliah di Faperta UNS Solo (1998), membuat semangat menaklukkan candi di solo-jogja semakin kuat. So ampek sekarang bekerja di Yogya (PG Madukismo/PT RNI), setahun sekali aku harus datang motretin candi/situs yang belum pernah kukunjungin.
    Wah, Tulungagung, jauhnya...
    Ayo mas kita pelihara terus hobi kita ini, semoga generasi setelah kita masih bisa menyaksikan dan belajar dari candi-candi itu.
    wisnuSenin, 07-September-2009, 12:17
  • Ngintip tulisan & foto2 disini boleh tho
    monggo-monggo Ki... :D
    om bayuSelasa, 22-September-2009, 11:03
  • wwah... blognya keren.... informatif.....
    salam kenal dari Riau sobt.....
    Makasih, salam kenal juga :)
    Wisata RiauSabtu, 03-Oktober-2009, 01:29
  • sukses ya mas Wijna ....
    kami juga punya gerombolan sejenis, tapi kami lebih tua-tua he he he
    tapi kami malah belajar banyak dari blog ini ...
    terima kasih sudah "menggugah" kami buat kembali "jalan-jalan"

    oh ya cari nama2 ini di fesbuk: Cuk Riomandha, Kris Budiman, Mas Ayu
    Kumala, Putu Sutawijaya, Rafael Agastya, Hery Fosil, Lieke Soe,
    Landung Simatupang, Apriadi Ujiarso, Mahatma Anto dan tentu saja yang
    sudah jadi kawan perjalanan anda ... Davinna ... he he he

    moga-moga suatu saat kita bisa berburu bareng ...
    mari kita lestarikan terus peninggalan budaya dan sejarah bangsa kita Kang :)
    CukKamis, 04-Maret-2010, 14:53

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi