Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Karangnongko
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Senin, 29-September-2008, 23:08

Dilihat:
621 kali

Ada 2 komentar:


[kotak komentar]

Arca Gupala



Penunjuk arah ke situs Arca Gupala.


Arca Agastya.


Luas situs yang cukup kecil.
Pada hari Jum’at (08/08/2008) saat masih melangsungkan kegiatan KKN, lagi-lagi kegilaanku kumat. Aku kembali melakukan perjalanan menggunakan sepeda onthel tua milik keluarganya Teguh, kali ini bukan ke Candi Barong melainkan ke situs Arca Gupala. Walau jalan menuju situs Arca Gupala tergolong mulus, tetapi lebih menanjak dibandingkan jalan menuju Candi Barong. Alhasil aku harus sering menuntun sepeda tersebut, sangat sangat melelahkan! Cukup sudah kegilaanku untuk bertualang menggunakan sepeda onthel tua.

Jalan Menanjak
Untuk menuju situs Arca Gupala, aku mengikuti jalan yang sama untuk menuju Candi Ijo. Hanya bedanya, sesaat setelah masjid kita akan menemui papan penunjuk arah yang mencantumkan arah ke situs Arca Gupala. Ikuti saja petunjuk arah tersebut dan saya yakin anda bakal tersasar di rumah warga. Saat itu aku memarkir sepeda onthel di rumah tersebut dan bertanya kepada pemilik rumah yang lantas menunjukkan jalan menuju situs Arca Gupala. Perjalanan ternyata masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan. Namun medannya tidak berat dan hanya sekitar 3 menit menyusuri jalan hutan, sampailah kepada situs Arca Gupala.

Tengah Hutan
Situs Arca Gupala berada di tengah-tengah hutan. Di dekat situs terdapat mata air yang kini dialihfungsikan sebagai kamar mandi umum. Situs Arca Gupala adalah sekumpulan arca-arca yang teronggok di tengah hutan. Diduga dahulunya tempat tersebut merupakan bengkel pembuatan arca. Situs Arca Gupala memiliki satu arca yang cukup besar, yaitu arca Agastya yang merupakan perwujudan Dewa Siwa dalam bentuk mahaguru. Karena itu situs ini diduga berlatar belakang agama Hindu. Selain arca Agastya, masih ada pula beberapa arca lain. Dengan lokasi situs yang berada di tengah rimbunnya hutan, besar kemungkinan situs ini akan terhindar dari tangan-tangan jahil. Cukup alam sajalah yang akan menentukan usia situs sejarah ini.
  • ketika aku buka situs ini, aku benar2 terkejut dan bangga teryata kita punya hobi yang sama. Rasa nasionalis akan tercipta ketika kita langsung datang ketempat budaya, bukan hanya dari slogan-slogan belaka. Aku seneng sekali jika mas mau kopi darat ma aku, aku butuh teman banyak yang punya hobi
    Wah, sama-sama. Seneng juga mendengarnya. Mau ketemu di Kopi Joss eh? hehehe
    alekKamis, 12-Maret-2009, 00:51
  • Mas, bulan April besok aku mo hunting candi, situs ini termasuk salah satunya.. Mohon petunjuk jalan klo dari jalan raya menuju Ratu Boko. Thx much..
    apa petunjuknya di situs belum jelas yah? Ya udah ntar aku email deh.
    vinnaJum'at, 20-Maret-2009, 20:13

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi