Candi Mendut
Sebagai langkah awal penjelajahan candi-candi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, aku sengaja memilih Candi Mendut sebagai candi pembuka penjelajahan. Kenapa bukan Candi Borobudur yang sudah tersohor itu? Sama halnya seperti penjelajahan candi-candi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, aku sengaja menempatkan Candi Prambanan sebagai candi yang terakhir untuk dikunjungi di Klaten. Hari Kamis (11/9/2008), aku pergi ke Candi Mendut yang masih erat kaitannya dengan
Candi Sojiwan yang menjadi obyek KKN-ku di bulan Juli-Agustus 2008.
Jl. Magelang
Candi Mendut.
(Klik untuk memperbesar).Secara administratif Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kec. Mungkid, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Untuk menuju Candi Mendut, anda dapat menggunakan rute jalan Magelang yang menghubungkan Yogyakarta dengan Magelang. Ikuti saja jalan tersebut, sampai anda tiba di Mungkid, tepatnya di pertigaan lampu merah dengan papan penunjuk arah ke Candi Borobudur. Ikuti petunjuk papan penunjuk arah tersebut, belok ke kiri, dan ikuti saja jalannya sampai anda berjumpa dengan Candi Mendut di sisi kanan jalan (barat). Setidaknya dari Yogyakarta menuju Candi Mendut memiliki jarak kurang lebih 37 km (45 menit perjalanan). Untuk bisa memasuki Candi Mendut, pengunjung dikenakan retribusi Rp. 3.300,- per orang. Sedangkan untuk biaya parkir, sepeda motor Rp. 1.000,-, sedan Rp. 3.000,-, dan bus Rp.7.000,-.
Kerabat Candi Sojiwan
Arca Buddha Vairocana
di bilik utama Candi Mendut.Sama halnya dengan Candi Borobudur, Candi Mendut berlatar belakang agama Buddha. Candi ini hanya terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke arah barat. Sebenarnya di sisi selatan candi induk, ada sekumpulan batu-batu candi. Mungkin saja batu candi tersebut merupakan candi perwara. Candi ini kerap digunakan pada upacara sembahyang agama Buddha, tidak heran bila di dekat candi terdapat sebuah vihara. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 oleh wangsa Syailendra yang juga membangun Candi Borobudur.
Relief kisah Kera dan Buaya
di Candi Mendut.Di bilik utama terdapat tiga buah arca Buddha,
Vairocana,
Avalokitesvara, dan
Vajrapani. Simbolisme ketiga arca tersebut merupakan fungsi Candi Mendut, yaitu untuk bisa membebaskan karma badan, karma ucapan, serta karma pikiran. Selain itu di setiap dinding candi terukir berbagai macam relief jajaran dewa-dewa agama Buddha dan juga berbagai macam relief kisah cerita binatang yang pernah kujumpai di
Candi Sojiwan. Ya, Candi Mendut dan Candi Sojiwan adalah dua candi yang memiliki relief kisah cerita binatang.
Turis Asing
Destinasi turis mancanegara.Pada saat kunjunganku kemari, cuaca memang tidak begitu cerah akan tetapi banyak sekali turis-turis asing yang berkunjung kemari. Salah satunya adalah seorang wanita asal Jepang yang meminta bantuanku untuk memotret dirinya bersama anak-anak desa Mendut. Sepertinya candi ini memang terkenal di kalangan turis-turis asing, tetapi tidak untuk turis lokal. Oh ya, kunjunganku kemari tidak bersama Andreas akan tetapi aku tidak bisa berdalih bahwa disana aku sendirian :p.