Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Malam Satu Suro
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Sabtu, 06-September-2008, 21:56

Dilihat:
579 kali

Ada 2 komentar:


[kotak komentar]

Candi Gebang


Ketika mendengar ada sebuah candi berada di dekat pusat kota Yogyakarta, aku dan Andreas tertarik untuk mengunjunginya. Dan pada hari Jum’at (5/9/2008), kembali aku bersama Andreas siap melakukan eksplorasi dan kegiatan memotret candi yang letaknya tidak jauh dari ringroad utara kota Jogja. Menurut penuturan beberapa sumber, candi tersebut bertempat di Condong Catur, suatu kawasan yang masih tergolong kawasan kos-kosan mahasiswa. Candi tersebut bernama Candi Gebang.

Di Tengah Kota
Rute menuju Candi Gebang sebenarnya cukup mudah untuk dilalui. Kami berangkat dari ringroad Kaliurang menuju ke arah timur, ke arah Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Beberapa meter sebelum pertigaan ringroad lampu merah UPN, terdapat sebuah pertigaan yang dipenuhi papan reklame perumahan (yang terbesar adalah papan reklame perumahan Candi Indah). Bila diperhatikan di muka pertigaan tersebut terdapat sebuah papan petunjuk arah menuju Candi Gebang.

Petunjuk-Petunjuk Arah ke Candi Gebang.
Ikuti jalan tersebut, melewati pasar Condong Catur, dan anda akan sampai kepada sebuah pertigaan semu yang memiliki papan petunjuk arah menuju Candi Gebang. Ikuti papan tersebut dan anda akan tiba di tugu Sleman dengan papan petunjuk arah candi. Ikuti saja arah tersebut dan anda akan sampai di Candi Gebang. Satu yang kami sayangkan adalah lokasi penempatan papan petunjuk arah candi tersebut kurang mencolok dan bahkan tertutupi oleh papan-papan reklame. Secara administratif Candi Gebang berada di Desa Gebang, Kel. Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman, Yogyakarta.





Candi induk di Candi Gebang.
(Klik untuk Memperbesar)
Biaya retribusi Candi Gebang sebenarnya sukarela, akan tetapi kami membayar Rp. 3000 untuk memasuki kompleks candi tersebut. Candi Gebang berlatar belakang agama Hindu, mudahnya karena di candi tersebut terdapat patung Ganesha. Satu yang membuat kegiatan pemotretan di sore hari itu tidak berjalan sesuai harapan adalah karena Candi Gebang menghadap ke arah timur! Akibatnya kami terpaksa memotret dari sisi belakang candi. Tetapi sisi depan candi pun hanya menyisakan sedikit ruang, sehingga walaupun cuaca mendukung jika memotret dari sisi depan candi juga percuma.

Hilangnya Kepala Arca

Arca Ganesha (kiri) dan Arca Nandiswara yang tanpa kepala (kanan).
Candi Gebang ditemukan secara tidak sengaja pada bulan November 1936 oleh seorang petani yang sedang menggali tanah untuk mencari batu. Bukan batu bangunan yang ia dapatkan akan tetapi batu yang berwujud arca Ganesha. Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut oleh Dinas Purbakala, di area tersebut ditemukan pondasi kaki candi. Diduga candi ini runtuh total dan terkubur di dalam tanah akibat dari letusan gunung Merapi. Diduga candi ini didirikan pada tahun 730 hingga 800 masehi. Setelah selesai dipugar pada tahun 1940, candi ini masih menyisakan bagian-bagian kosong tempat diletakkannya arca. Tidak hanya ada arca yang belum ditemukan, ada juga arca yang sengaja dicuri. Arca Nandiswara, dewa penjaga mata angin, yang ditempatkan di sisi depan candi, raib kepalanya pada tahun 1989. Di dalam candi terdapat sebuah bilik yang berisikan sebuah yoni. Candi ini tidak memiliki tangga untuk bisa masuk ke dalam bilik, sehingga saat ini jika pengunjung ingin memasuki bilik harus memanjat candi terlebih dahulu.

Kompleks Candi Gebang berukuran kecil, hampir serupa dengan kompleks Candi Kalasan dan Candi Sari. Namun dengan penataan taman serta bangku-bangku, menjadikan kompleks Candi Gebang sesuai sebagai tempat bersantai menghilangkan kepenatan. Sebuah oase di tengah hiruk-pikuknya perkembangan kota Yogyakarta.
  • Artikelnya sangat menarik dengan photo2 candi tesebut. Tetapi ringkasan mengenai infonya lebih merinci. Supaya pengetahuaannya mengenai candi lebih mendalam. Dengan kunjungan ke situs ini semoga ada minat/ keinginan datang dari berbagai pihak untuk Lebih menengenal karya nenek moyang.
    oke mas, saran dan masukannya ditampung, saya juga berusaha memaksimalkan info yang saya peroleh dari lokasi tersebut, entah itu dari papan informasi atau penuturan juru kunci/warga.
    ArashiSabtu, 05-September-2009, 12:40
  • Lokasi candi gebang sangat asri, pengunjungnya didominasi orang yg dimabuk asmara, sayang sekali mau motret yoni malah ada penampakan 2 manusia dlm cand
    Padahal masuk ke bilik candi tu mesti manjat lho, ndak ada tangganya.
    RafaelJum'at, 11-Desember-2009, 16:04

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi