Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Pencari Batu vs Programmer: Goa Selarong
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Senin, 26-Mei-2008, 07:32

Dilihat:
809 kali

Ada 2 komentar:


[kotak komentar]

Candi Sambisari


Aku bersama Andreas, kembali melewatkan Sabtu siang (24/05/2008) dengan mengeksplorasi dan memotret di Candi Sambisari. Untuk menuju Candi Sambisari, rute termudah adalah melalui jalan Solo. Jika kita berangkat dari kota Yogyakarta menuju Solo melewati jalan Solo, kita akan menjumpai Akademi Angkatan Udara Yogyakarta berada di sisi kanan (selatan) jalan. Beberapa meter setelahnya, kita akan menjumpai sebuah pertigaan. Di pertigaan tersebut berbelok saja ke arah kiri dan ikuti saja jalan lurus tersebut selama 5 menit untuk sampai ke Candi Sambisari. Secara administratif, candi ini terletak di desa Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Underneath the Ground
Seperti candi-candi kecil lain, pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu dan membayar biaya retribusi seikhlasnya sebelum menikmati keindahan candi. Menurut papan informasi, Candi Sambisari ditemukan pada bulan Juli 1966. Alkisah, seorang petani bernama Karyowinangun yang sedang menggarap sawah merasakan cangkulnya terantuk sebuah batu yang setelah ditelusuri merupakan bebatuan candi. Kalau dibayangkan, mungkin cangkul petani tersebut terantuk batu di puncak candi induk seperti menemukan puncak piramida yang terkubur di dalam pasir lah. Soalnya, setelah proses ekskavasi ternyata Candi Sambisari berada sekitar 6,5 meter lebih rendah dari dataran di sekelilingnya. Ada dugaan bahwa Candi Sambisari dahulu kala tertutup oleh abu vulkanik letusan gunung Merapi. Dahsyat juga ya?

Candi ini merupakan candi Hindu jenis Siwaisme, yaitu yang mengkhususkan menyembah dewa Siwa. Candi Sambisari memiliki satu candi induk yang menghadap ke barat dan tiga candi perwara (pendamping).
Di sekitar pelataran candi perwara dan candi induk, terdapat banyak batu-batu menonjol berukuran kecil yang merupakan lingga-yoni. Bagi yang belum tahu, lingga-yoni merupakan perwujudan dari kelamin wanita dan pria. Yoni yang berupa batu besar yang menjadi dasar dari lingga merupakan perwujudan dari kelamin wanita. Sedangkan lingga, dari penampilannya sudah meyakinkan bahwa ia adalah perwujudan dari kelamin pria.

Candi induk memiliki sebuah ruangan yang berisikan lingga-yoni dalam ukuran besar. Tidak hanya itu, pada lingga terdapat ceruk yang ditopang oleh kepala naga. Dari bentuknya, ceruk tersebut mungkin digunakan untuk menampung air. Kalau katanya Andreas sih, air yang hendak disucikan dituang ke lingga yang kemudian jatuh ke yoni, mengalir ke arah ceruk dan kemudian ditampung. Kalau dipikir-pikir, agak-agak mesum begitu, soalnya dengan banyaknya lingga-yoni mencitrakan candi ini erat kaitannya dengan seks.

Pada candi induk terdapat patung Agastya, Durga, dan Ganesha. Agastya merupakan perwujudan dewa Siwa dalam bentuk mahaguru. Durga adalah dewi bertangan delapan yang merupakan istri dewa Siwa. Durga digambarkan sedang berdiri diatas lembu bernama Nandi, dan ditemani oleh bajang, salah satu penghuni kahyangan. Ganesha, seperti yang kita tahu adalah dewa pengetahuan dan dewa perang yang merupakan anak dari dewa Siwa dan dewi Durga. Jadi, kita seperti menonton potret suatu keluarga saja.

Relax

Candi induk Sambisari.
(Klik untuk memperbesar).
Fasilitas yang ada di Candi Sambisari tergolong lengkap. Ada ruangan informasi yang berisikan maket candi dan arca-arca, kamar kecil, dan bangku-bangku tersebar di taman candi yang cukup luas. Kalau lapar dan haus, silakan mengganjal perut dan dahaga di angkringan dekat candi. Candi ini terletak di antara hamparan sawah dan pemukiman warga, sehingga candi ini juga berfungsi ganda sebagai taman umum dimana banyak anak-anak bermain layang -layang disini. Berbeda dari candi-candi kecil lainnya, candi ini banyak sekali dikunjungi oleh turis asing yang umumnya berasal dari Jepang. Apakah ini karena pangeran Akihito pernah menginjakkan kaki kemari?
  • makasih mas atas info2 candinya...sya biasanya juga susur candi.Tapi lum sempet didokumentasikan. salut...

    hehe

    salam kenal

    komikb4
    he3, terima kasih juga dah mau berkunjung ya
    komikb4Kamis, 12-Maret-2009, 06:59
  • mas tarifnya brapa???
    maklum anak kosan
    Terakhir kali kesana tarifnya Rp 2.500 untuk orang dewasa.
    Galy HardytaRabu, 04-November-2009, 10:45

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi