Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

(Mulai) Kelangan Alon-Alon
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Candi Sari


Setelah kami puas mengeksplorasi dan memotret Candi Kalasan pada hari Jum’at (18/4/2008), aku bersama temanku, Andreas, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Candi Sari. Candi tersebut masih berada di pinggir jalan Solo. Setelah melewati lokasi Candi Kalasan, di sisi kiri jalan (utara) kita akan menjumpai masjid An-Nurumi yang unik karena kubahnya berbentuk aneh dan berwarna-warni. Tepat di dekat masjid An-Nurumi tersebut terdapat sebuah jalan yang apabila ditelusuri sekitar 100 meter akan dijumpai sebuah bangunan candi yang bernama Candi Sari. Secara administratif candi ini berada di Desa Bendan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, Yogyakarta.


Candi Sari.
(Klik untuk memperbesar).
Untuk masuk ke Candi Sari, pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.500 per orang. Menurut kertas yang dipajang di papan informasi, candi ini bukan merupakan tempat peribadatan melainkan sebuah asrama bagi para pendeta agama Buddha. Karenanya bangunan candi ini menghadap ke arah barat. Para ahli arkeologi belum mengetahui secara pasti tahun pendirian Candi Sari, namun diyakini bahwa Candi Sari didirikan pada tahun yang sama seperti pendirian Candi Kalasan. Candi ini hanya memiliki tiga ruangan dan dari dalam candi memang terkesan bahwa bangunan ini dahulunya merupakan tempat tinggal. Di setiap ruangan terdapat relung-relung pada dinding yang berfungsi sebagai tempat meyangga kayu dan tangga. Dengan demikian diyakini bangunan ini dahulunya memiliki dua lantai. Selain itu terdapat jendela-jendela dan saluran air layaknya tempat tinggal pada umumnya. Satu yang menjadi ciri unik Candi Sari adalah pada relief kinarra-kinarri yang digambarkan seperti malaikat bersayap pada agama Katolik.
  • wah, menarik ini..

    soal relief wanita di Candi Sari itu, kok beda versi ya? Setahu saya, patung wanita itu adalah Dewi Tara dan di sampingnya adalah Bodhisatva. secara histori, memang Candi Sari dan Kalasan mempunyai keterikatan. Candi Sari dulunya dipakai sebai tempat tinggal (asrama) pendeta budha.

    soal mkhluk di foto, kalo boleh menebak sepertinya itu adalah makhluk pada mulut Makara?

    Soal candi ini, sudah pernah saya tulis di http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/08/06/candi-kalasan-candi-budha-tertua-di-jogja.html dan http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/08/26/candi-sari-tempat-tinggal-pendeta-budha.html
    Wah terima kasih Mas Zam buat infonya. Maklum, pengetahuan saya tentang candi awam banget. Makhluk itu memang benar makhluk pada mulut Makara. Saya kagum saja kok bisa-bisanya orang jaman dahulu sudah memikirkan bentuk makhluk seperti itu. Mari kita sama-sama mempromosikan pariwisata di bumi Indonesia ini!
    zamSelasa, 22-April-2008, 16:21
  • aku jadinya geladi di kantor telkom yang deket candi sari ini mas.. kemaren yang di sleman dipecah ke kalasan ini, he3..
    huhuhu, aku capek PP nya, pergi pagi, nyampe rumah maghrib, he3, tapi aku menikmatinya kok :D.
    kamu gak maen ke candi sari lagi mas wijna?
    Maen ke Candi Sari ato ke Kantor Telkomnya? hehehe?
    tiaSelasa, 14-Juli-2009, 19:37
  • semakin giat ya semoga mendapatkan situs situs baru
    wah kalao sekarang udah jarang jalan2 je mas
    tcmyMinggu, 02-Mei-2010, 20:11

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi