Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Mantup
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Sabtu, 19-April-2008, 00:44

Dilihat:
769 kali

Ada 2 komentar:


[kotak komentar]

Candi Kalasan


Jalan Solo, seperti nama jalan pada umumnya adalah jalan yang menghubungkan kota Jogja dengan kota Solo. Jalan yang terbentang sepanjang hampir 60 km ini ternyata juga merupakan penghubung ke beberapa lokasi candi. Rute untuk menuju Candi Kalasan cukup mudah. Jika kita berangkat dari kota Yogyakarta melewati jalan Solo, kita akan menjumpai sebuah bangunan candi di sisi kanan jalan (selatan). Candi tersebut bernama Candi Kalasan. Secara administratif candi ini berada di Desa Kalibening, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Candi Kalasan


Candi Kalasan.
(Klik untuk memperbesar).
Pada hari Jum’at (18/4/2008) aku bersama temanku, Andreas, tiba di Candi Kalasan apalagi kalau bukan untuk memotret dan eksplorasi candi. Walaupun Candi Kalasan sudah ditetapkan sebagai obyek wisata sejarah namun fasilitas yang ada amat minim. Paling tidak terdapat kamar kecil dan tersedia bangku-bangku untuk menikmati keindahan candi. Selain itu jangan berharap dapat menjumpai penjual suvenir disini, mengingat Candi Kalasan termasuk candi kecil. Akan tetapi jangan khawatir, karena penjaga candi akan membantu menerangkan sejarah candi dengan ramah jika anda menginginkannya. Untuk masuk ke area candi para pengunjung diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan membayar biaya retribusi seikhlasnya.

Berdasarkan kertas yang dipajang di papan informasi, Candi Kalasan adalah persembahan dari Maharaja Tejahpurna Panangkararia yang berasal dari wangsa Sailendra kepada para pendeta. Informasi tersebut didukung oleh prasasti Kalasan yang diperkirakan berasal dari tahun 778 masehi. Candi Kalasan adalah candi Buddha, karena itu candi ini menghadap ke arah barat. Candi ini dipersembahkan kepada Dewi Tara, karena itu beberapa orang ada yang menyebut candi ini dengan nama candi Tara. Candi Kalasan juga merupakan hadiah pernikahan Pancapana dari wangsa Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari wangsa Sailendra. Wangsa Sailendra menganut agama Buddha sedangkan wangsa Sanjaya menganut agama Hindu. Terlihat pada jaman dahulu bangsa kita telah mengenal toleransi beragama. Sebenarnya, di dalam Candi Kalasan terdapat sebuah patung Buddha yang terbuat dari perunggu. Namun patung itu kini berada di Museum Sejarah Indonesia di Jakarta.
  • akankah peninggalan-peninggalan budaya tersebut dapat kita jaga?
    jangan-jangan, semua hasil foto tersebut adalah palsu? who knows?
    Kamu belum pernah berkunjung ke sana ya Pin? Kasihan...sekali-kali kesanalah supaya kamu lebih menghargai peninggalan masa lampau. Dan yang pasti meyakinkan dirimu bahwa kamu dahulu lahir dari batu. Yang terakhir bukan rekayasa lho...hehehe.
    ipin maripinSabtu, 19-April-2008, 18:17
  • Foto2 itu semua asli, candi kalasan termasuk candi Budha terindah dan menarik, sayang penanganan termasuk dalam hal ini pemugaran supaya lebih baik tidak ada realisasinya.
    Semua terkait masalah dana yang diprioritaskan ke pemugaran Candi Prambanan mas.
    RafaelMinggu, 22-November-2009, 10:38

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi