Sesi Pemotretan Dosen
"Potrait"Ini memang kenyataan, bukan rekayasa. Hobi fotografiku yang muncul tanpa diduga di semester 3 mengantarkanku menjadi tukang foto angkatan. Selanjutnya merambah menjadi tukang foto Himatika. Dan hari ini ditugaskan menjadi tukang foto Prodi Matematika. Hmm...tantangannya dari hari ke hari makin berat ya? Tapi juga semakin mengasyikkan!
Anyway, selama sekitar hampir 7 bulan aku menggunakan DSLR D80 kebanyakan subyek yang kufoto adalah manusia. Aku juga sudah belajar dari Pakde Prap dan membaca majalah-majalah fotografi tentang tatacara memfoto Potrait. Walau sampai sekarang masih dalam tahap belajar, aku masih saja kesusahan untuk memfoto Potrait di pencahayaan yang temaram. Pada kasus seperti itu, mau-tidak-mau aku mesti menggunakan Flash (dikenal juga dengan nama “Blitz”). Karena aku tidak punya flash eksternal maka yang bisa kuandalkan hanya flash built-in D80 saja. Hasil fotoku menggunakan flash lumayan bagus, tapi tetap saja ada kekurangannya. Namun aku kurang tertarik mempelajari flash lebih mendalam karena toh aku lebih sering memfoto di pencahayaan yang terik.
Nikon SB-24Sesi pemotretan dosen adalah tugas dari Pak Irwan selaku dosen yang merawat situs Prodi Matematika. Kesempatan seperti ini jarang terjadi dan tidak bisa diulang dua kali, sehingga aku tidak boleh melakukan kesalahan ketika memotret para dosen. Karena sesi pemotretan berada di ruangan yang pencahayaannya temaram dan dengan setting yang seadanya, Pak Irwan menawarkan bantuan untukku yaitu sebuah flash eksternal Nikon SB-24!
Flash eksternal seri menengah tersebut sangat populer di tahun 90-an. Jauh hari aku sudah menyimak forum-forum di internet tentang penggunaan SB-24 di Nikon D80. Karena SB-24 termasuk flash eksternal lawas maka ada beberapa fungsi di SB-24 yang tidak bisa berjalan di D80. Namun untuk pemotretan sederhana seperti saat ini Pak Irwan dan aku menganggap bahwa SB-24 mampu melakukannya.
Walau aku sudah memakan banyak topik di forum-forum namun ini adalah pertama kalinya aku menggunakan flash eksternal. Pak Irwan hanya mengajarkan dasar-dasar penggunaannya saja karena beliau akan rapat sebelum sesi pemotretan dimulai. Aku memiliki kesempatan 1 jam untuk bereksperimen menggunakan SB-24. Untungnya di sekitar ruangan dosen ada beberapa anak matematika 2005, langsung saja mereka kupakai sebagai model percobaan. Hehehe.
Ajeng Thinks. Foto eksperimenku menggunakan flash SB-24.Ternyata susah juga menggunakan flash eksternal! Karena pengaturan SB-24 di D80 harus diatur secara manual. Tidak semudah menggunakan flash built-in yang hanya tinggal jepret saja. Sering sekali foto menjadi under-exposure atau over-exposure. Aku sudah mencoba teknik bouncing flash (mengarahkan flash ke langit-langit) untuk mengurangi kekuatan pancaran flash namun tidak juga berhasil. Bahkan sampai menjelang sesi pemotretan aku dan Pak Irwan tidak bisa menemukan pengaturan yang sesuai untuk SB-24. Akhirnya karena terbatasnya waktu dan baterai SB-24 yang sudah habis maka kami memutuskan memakai flash built-in D80 saja. Hiks!
Memotret DosenAku sempat tegang juga ketika mempersiapkan perlatan untuk memotret dosen. Rasanya seperti ketika memotret teman-teman cewek untuk pertama kali. Karena aku mahasiswa yang kerap cuap-cuap dan berbuat nyeleneh di kelas, banyak diantara para dosen yang sudah mengenalku. Sehingga sesi pemotretan hari itu berjalan tidak terlalu kaku. Beberapa kali mereka melempar senda-gurau yang mencairkan keteganganku. Bagaimana tidak? Ini mungkin pertama dan terakhir kalinya aku memotret sesi seperti ini! Aku memang tidak memfoto semua dosen Prodi Matematika karena ada beberapa dosen yang berhalangan hadir pada hari itu. Padahal sesi pemotretan digelar ditengah-tengah rapat evaluasi mengajar dosen Prodi Matematika. Hmm...
ResolusiSetelah mereview foto-foto sesi pemotretan di rumah, aku berkesimpulan bahwa kemampuanku menggunakan flash belum mahir. Memang ketika kita dipanggil untuk berkiprah di kancah dunia, kita harus siap ditempatkan di posisi apapun. Seperti halnya pada hari ini, karena aku dicap sebagai seorang fotografer mau-tidak-mau aku harus siap ditempatkan di bidang fotografi yang bukan keahlianku. Kalau dipikir-pikir aku juga tidak mau terus-menerus memotret pemandangan atau pagelaran kesenian saja.
Jadi yang semacam ini adalah suatu pembelajaran untukku. Tapi untuk lebih mendalami pelajaran “memotret Potrait dengan flash” ujungnya aku harus memiliki flash eksternal. Kemarin pas liburan ketika bertandang ke toko kamera langganan, flash kelas menengah Nikon SB-600 disana dijual dengan harga 2,1 juta. Ada sih flash eksternal pihak ketiga yang lebih murah namun fiturnya tidak sebaik milik Nikon. Sepertinya aku harus sabar menunggu untuk bisa membeli flash tersebut.
Tidak hanya itu, dengan sesi pemotretan tersebut ada beberapa dosen yang tadi tidak mengenalku menjadi mengenal diriku. Hehehe, jadi semakin populer nih. Yah, mungkin di benak mereka akan mengindentikkan mahasiswa matematika yang di lehernya tercantol SLR dengan diriku. Bagaimana ya? Menurutku ini juga adalah suatu kesempatan yang langka dan juga suatu kehormatan karena aku bisa membanggakan mereka tidak hanya dengan prestasi akademikku tetapi juga dengan keahlianku.
Dosen Prodi Matematika UGM. Inilah dosen-dosen yang telah mengajariku matematika sampai saat ini.Oh ya, aku juga menyertakan tips mengedit foto diatas menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS2 yang bisa diperoleh disini.