Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Pringapus
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

30 Pesepeda Ke Candi Abang!


Dari sekian banyak pilihan rute Sabtu Pagi Sepeda Santai, akhirnya terpilihlah rute ke Candi Abang sebagai rute yang akan ditempuh pada hari Sabtu (16/01/2010). Pemilihan rute ini pun sebenarnya diawali dengan perdebatan. Sebab rute ke Candi Abang tergolong mudah. Kasarnya, waktu tempuhnya relatif singkat dan kontur jalan lumayan bersahabat.

 

Ketika rute ini disebarluaskan melalui sahabat SPSS via Facebook, tak ada pikiran bahwa rute ini akan menarik banyak peminat. Namun ketika tiba hari Sabtu pagi, ternyata...beh...ada 30 pesepeda yang tertarik untuk meramaikan! Ini benar-benar diluar ekspektasi kami sebagai pengagas rute. Namun yang terjadi, biarlah terjadi, hahaha.

 

30 Pesepeda di Goa Jepang
Biasalah, di Goa Jepang sempat narsis dulu! Coba dihitung ada berapa jumlah kepalanya? :D

 

Titik Awal:

Pertigaan lampu merah jalan layang Janti di Jl. Solo

 

Titik Tujuan:

Candi Abang dan Goa Jepang, Kec. Berbah, Kab. Sleman, DI Yogyakarta

 

Jarak Tempuh (Waktu Tempuh):

24 km (1 jam)

 

Rute Perjalanan:

Pergi: Titik Awal – Blok-O – Kota Kec. Berbah – Candi Abang

 

Medan:

Mayoritas perjalanan pada jalan aspal. Namun untuk mendaki ke Candi Abang, jalannya menanjak, berbatu, serta licin. Jarak tanjakan hanya sekitar 50 meter dan sepeda bisa dituntun.

 

Bukit Abang Windows XP
Wujudnya masih sama, hanya saat ini rumputnya warnanya hijau.

 

Candi Abang masih berwujud sama seperti ketika kukunjungi tahun 2008 silam. Masih berbentuk bukit berumput yang mirip sebagai default wallpaper Windows XP. Masih sepi pengunjung dan mayoritas pesepeda tak ada yang menyangka bahwa bukit yang mereka injak adalah reruntuhan candi.

 

Kebetulan pagi hari itu kondisi pemotretan di atas bukit mendukung untuk foto siluet. Alhasil beberapa fotografer yang ikut serta, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkarya menciptakan foto siluet. Berikut hasil foto-fotonya.

 

Siluet 1
Karya Mas Ahmad Ramadhani.

Siluet 2
Karya Mas Yohan Rahmat Santosa.

Siluet 3
Karyaku, hehehe.

 

Sepeda, sebagai sarana olahraga juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar fotografi dan juga belajar sejarah. Betul kan pembaca?

  • seperti biasa, aku selalu geregetan melihat kegiatan seperti ini. kapan ya aku bisa ikutan? :D

    terus terang, aku baru tahu nih soal candi abang. thanks informasinya Wij... oya, jumlah kepala di gambar di atas adalah 30+1=31 (30 kepala manusia + 1 kepala spongebob) :D
    Walah, kepalanya Spongebob ndak masuk hitungan Uda :D
    vizonSabtu, 23-Januari-2010, 08:58
  • Fotonya keren-keren ya, terutama yg di atas bukit..
    hohoho, terima kasih Bu :)
    zeeSabtu, 23-Januari-2010, 14:05
  • wew
    seru banget yaaaaaaa
    seru!
    si RusaSabtu, 23-Januari-2010, 22:21
  • mampir nih, salam kenal ya pak
    salam kenal juga
    didtavMinggu, 24-Januari-2010, 10:09
  • jadi candi abang ini belum digali??
    belum Kang, piye leh men nggaline?
    morishigeMinggu, 24-Januari-2010, 11:58
  • Asyik......
    jelas!
    PeinMinggu, 24-Januari-2010, 15:49
  • yang fotonya mas ahmad ramadhani kereeen :)
    semoga sukses dengan SPSS nya mas!
    Hohoho, semoga Mas Dhani baca artikel ini :)
    ranystarrySenin, 25-Januari-2010, 16:46
  • aishhhhhh.......gilaaaaa....kereeeeennnn.....pengeeeeennnn....
    wuih, sy sebenernya suka bertualang....
    tapi... (alah, kalo ada tapinya artinya sama sj ndak)
    kapan ya bisa gabung SPSS jalan sambil potret2 sambil wisata sejarah
    aduh WIjna...mauuuuuu
    ayo mbak Tt, kalau hari Sabtu pagi nyepeda bareng :D
    yustha ttSenin, 25-Januari-2010, 19:16
  • gw salut dengan para bikers
    seru seru seru
    makanya kalau ke Jakarta sekali-kali kopdarnya sambil nyepeda juga :)
    zulhaqSelasa, 26-Januari-2010, 14:12

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi