
Dari sekian banyak pilihan rute Sabtu Pagi Sepeda Santai, akhirnya terpilihlah rute ke Candi Abang sebagai rute yang akan ditempuh pada hari Sabtu (16/01/2010). Pemilihan rute ini pun sebenarnya diawali dengan perdebatan. Sebab rute ke Candi Abang tergolong mudah. Kasarnya, waktu tempuhnya relatif singkat dan kontur jalan lumayan bersahabat.
Ketika rute ini disebarluaskan melalui sahabat SPSS via Facebook, tak ada pikiran bahwa rute ini akan menarik banyak peminat. Namun ketika tiba hari Sabtu pagi, ternyata...beh...ada 30 pesepeda yang tertarik untuk meramaikan! Ini benar-benar diluar ekspektasi kami sebagai pengagas rute. Namun yang terjadi, biarlah terjadi, hahaha.

Titik Awal:
Pertigaan lampu merah jalan layang Janti di Jl. Solo
Titik Tujuan:
Candi Abang dan Goa Jepang, Kec. Berbah, Kab. Sleman, DI Yogyakarta
Jarak Tempuh (Waktu Tempuh):
24 km (1 jam)
Rute Perjalanan:
Pergi: Titik Awal – Blok-O – Kota Kec. Berbah – Candi Abang
Medan:
Mayoritas perjalanan pada jalan aspal. Namun untuk mendaki ke Candi Abang, jalannya menanjak, berbatu, serta licin. Jarak tanjakan hanya sekitar 50 meter dan sepeda bisa dituntun.

Candi Abang masih berwujud sama seperti ketika kukunjungi tahun 2008 silam. Masih berbentuk bukit berumput yang mirip sebagai default wallpaper Windows XP. Masih sepi pengunjung dan mayoritas pesepeda tak ada yang menyangka bahwa bukit yang mereka injak adalah reruntuhan candi.
Kebetulan pagi hari itu kondisi pemotretan di atas bukit mendukung untuk foto siluet. Alhasil beberapa fotografer yang ikut serta, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkarya menciptakan foto siluet. Berikut hasil foto-fotonya.



Sepeda, sebagai sarana olahraga juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar fotografi dan juga belajar sejarah. Betul kan pembaca?






