Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Romantisme ala Jimbaran
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Taklukkan Gunung Api Nglanggeran!


Dari namanya saja, Gunung Kidul berarti gunung di arah selatan. Ya, dahulu kala, berjuta-juta tahun yang lampau daerah ini adalah pegunungan. Salah satu fakta yang masih bisa disaksikan hingga saat ini adalah keberadaan sebuah gunung api purba bernama Nglanggeran.

 

Adanya kata purba, mendadakan bahwa gunung berapi ini telah lama tak aktif. Dan tenang saja, disini tak ada dinosaurus yang sedang kejar-kejaran. Yang ada cuma sejumlah pesepeda yang berambisi menaklukkan gunung api purba. :D

 

Itulah aktivitasku pada hari Sabtu pagi (09/01/2010) bersama ke-18 rekan SPSS (Sabtu Pagi Sepeda Santai). Diantaranya, Mas Aan, Mba Indomie, Mba Uun, Pipink, Tiwi, Mas Anggi, Mas Tanto, Mas Arief, Mas Dhani, Mas Yudhi, Mas Yohan, Mas Anwar, Mas Aris, Mas Danang, Om Bayu, Pak Rudi, Wafa, dan Mas Haryanto. Komposisi peserta, 15 pria dan 4 wanita.

 

Titik Awal:

Simpang Ringroad Jl. Wonosari

 

Titik Tujuan:

Gunung Api Purba Nglanggeran, Kec. Pathuk, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta

 

Jarak Tempuh (Waktu Tempuh):

45 km (3 jam)

 

Rute Perjalanan:

Pergi: Simpang Ringroad Jl. Wonosari – Pathuk – Desa Ngoro-Oro – Nglanggeran

Pulang: Nglanggeran – Lemah Abang (Gayamharjo) – Berbah – Kota Jogja

 

Medan:

Mayoritas perjalanan pada jalan aspal. Namun karena ini Gunung Kidul, maka jalan penuh dengan tanjakan berat.

 

Taklukkan Pathuk!

Hati-hati melintasi tanjakan Pathuk!
Pemandangan truk terbalik seperti ini adalah
hal lumrah di tanjakan Pathuk. Waspadalah!

Inilah etape pertama yang harus kami lalui. Kebanyakan orang menghindari pergi ke Gunung Kidul, adalah sebab harus melewati Pathuk yang terkenal dengan tanjakannya yang ganas. Padahal, panjang tanjakannya hanya 1,5 km. Namun untuk menaklukkannya dengan sepeda perlu waktu 1 jam! Banyak peserta wanita yang tak kuat; Mba Uun yang perlu ditandem dan Tiwi yang harus isi bensin dulu pakai Indomie rebus. :D

 

 

 

Taklukkan Ngoro-Oro!

Ndak kuat boleh dituntuk kok.
Kalau ndak kuat nanjak, sepedanya boleh dituntuk kok.

Setelah rehat sejenak di Pathuk, saatnya melanjutkan etape kedua. Adalah Ngoro-Oro sebuah desa di Kec. Pathuk. Jalannya adalah jalan aspal, namun konturnya naik-turun. Namun yang menyenangkan, ada kalanya mata dihibur oleh panorama persawahan yang berbukit-bukit. Tak heran kalau banyak pasangan yang menyempatkan foto pra-nikah disini. Oh ya, desa Ngoro-Oro juga dikenal sebagai desa pemancar televisi. Itu karena pemancar stasiun televisi untuk propinsi DI Yogyakarta berada di desa ini.

 

 

Seperti Lord of The Rings.
Menaranya banyak, seperti film Lord of The Rings Two Towers, he.

 

Taklukan Nglanggeran!

Perlu masuk hutan.
Udah capek nggowes, tapi masih harus masuk hutan.

Sampailah kami di Gunung Purba Nglanggeran. Retribusinya murah, hanya Rp 1.000 per orang. Berhubung sudah sampai disini, ndak afdol kalau tidak naik gunungnya. Jadilah kami semua ngangkut sepeda sembari mendaki gunung. Itupun pada akhirnya kami harus memarkir sepeda sebab jalan menuju puncak tak bisa dilalui sepeda. Kami memang tak sampai puncak, namun sudah cukup puas karena bisa menyaksikan panorama dari gunung api purba. Sayang cuacanya mendung, jadi aku tidak motret pas diatas sana. Hehehe.

 

Taklukan Lemah Abang!

Pose di depan jembatan.
Di depan jembatan.
(Klik untuk memperbesar)

Etape terakhir ini mesti dilampaui untuk bisa kembali ke kota Jogja. Sebenarnya bisa sih kembalinya lewat Pathuk, namun Om Bayu menganjurkan lewat Lemah Abang. Sebab Pathuk kalau siang ramai kendaraan bermotor. Sebetulnya Lemah Abang adalah nama sebuah jembatan gantung. Cukup seru melintasi jembatan ini, sebab bisa bergoyang kesana-kemari, hehehe. Yang perlu diperhatikan adalah kontur jalan sepanjang perjalanan adalah turunan ekstrim! Wajar toh? Kan ceritanya kita lagi turun gunung.

 

Nah, apa pembaca berminat untuk berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran? Masih minim pengunjung lho.

  • wah naik sepeda mas? lewat argo dumilah nggak?
    Hargo Dumilah itu bukannya di puncak Gunung Lawu mbah?
    suwungSabtu, 16-Januari-2010, 09:23
  • Ke Gunung Api Purba Nglanggeran? Ya berminatlah Wij... tapi, kalau segitu susahnya bila bersepeda, mikir-mikir dulu ya. Kasihan sama perutku, hahaha.... :)
    Pakai motor atau mobil juga bisa kok Uda :D
    vizonSabtu, 16-Januari-2010, 21:17
  • Wah, bersusah payah dahulu ya ?!
    Towernya kebanyakan, ga kayak LOTR 2Tower
    Kekekekeke... :P
    banyak? kan namanya mau menyaingi Lord of The Rings, wekekeke.
    PeinSabtu, 16-Januari-2010, 23:19
  • WAKTU latihan alam duluuuu saya pernah ke Nglangeran sampai puncak lho..emang bagus banget. Saya emang tidak menduga kalau jauh,karena pundak saya masih dijahit habis operasi,he...he...akibatnya waktu turun saya ngesot,wah rugi 1 celana jean.he..he...tapi dulu nggak bayar lho...
    Wah saya sebetulnya juga pingin nyampe puncak. Tapi berhubung kita pada sepedaan, jadi mikir-mikir juga gimana nanti baliknya. Wong dengkul udah pada pegel semua. Mungkin sekarang dipungut retribusi karena makin hari makin terkenal dan makin perlu dibersihkan :)
    MurwaniMinggu, 17-Januari-2010, 19:16
  • ngliat foto tower
    itu ada banyak tower...!!!
    sapa bilang two tower :P
    Kalau kamu ngeliatnya cuma dua tower, ya mirip Two Tower lah No. :p
    annosmileSenin, 18-Januari-2010, 08:29
  • saya tak bisa berkata apa-apa selain rasa iri yang sangat besar melihat medan yang begitu menggoda ...... asyik asyik banget

    jadi pengen kesana kapan ya...

    salam buat anak-anak SPSS
    boleh kok om jadi fans-nya SPSS di Facebook. Link-nya ada di ujung kiri bawah blog ini.
    omiyanSenin, 18-Januari-2010, 13:22
  • Buset deh itu truk hihiih...
    Terbalik itu biasa ya? Berarti udah kayak Jakarta, di sini tiap hari selalu ada truk yg kebalik...
    Karena jalan disana menanjak dan berkelok-kelok Bu. Hampir ndak ada jalan rata untuk sekedar mencari keseimbangan. Apalagi truk-truk itu kan muatannya berat, jadi mudah oleng.
    zeeSenin, 18-Januari-2010, 21:50
  • jadi inget waktu masih muda...senengnya mblusuk gua di GK
    Hohoho, di Gunung Kidul memang terkenal banyak guanya mas.
    hersuSenin, 18-Januari-2010, 22:34
  • kunjungan balasan :)

    berkomentar foto truk terbalik;
    bukannya pada nolongin malah foto2 :D. aku kira yang bikin terguling gara-gara loading yg berhelm hitam wkwkwk
    Lha aku ya juga bingung. Truknya terbalik apa karena pesepeda yang pakai helem item itu? hehehe. Tapi tu Gus Danang kayaknya yang paling aktif minta dipotret dengan latar belakang truk kebalik. :D
    Pesepeda Cinta DamaiSelasa, 19-Januari-2010, 11:23
  • Berarti ada bekas kawahnya yg uda gag aktif gitu ya ato sumber air panas?
    ndak ada sumber air panas, hanya bolongan besar bekas kawah
    DittaKamis, 21-Januari-2010, 14:26
  • gyaaa.. besok kamu jadi penggantinya mbah marijan wae mas.. :p
    Gunung Nglanggeran ndak ada gunung berapinya
    ranystarrySenin, 25-Januari-2010, 16:55
  • kan aku bilangnya pengganti mbah marijan, berarti ya di Merapi :p
    waduh kapan ya ke Merapi lagi?
    ranystarryKamis, 28-Januari-2010, 11:23
  • wah aku belum pernah kesana ...
    katanya disitu juga ada semacam batu2 megalitik seperti yang ada di daerah karangmojo gunungkidul
    wah saya malah baru tahu disana ada batu megalitik.
    CukSenin, 01-Februari-2010, 15:41
  • ayooo...ngajak aku dong.kapan bersepeda lagi?
    colling aku ya: 0812 1000 9341.aku di jakarta.kalau sabtu minggu aku libur nih.
    Ini di Jogja je
    udi basukiSelasa, 09-Maret-2010, 10:44
  • kok wingi aku mrono gak bayar yo..
    tapi gak sido ndaki..soale wes kesiangan..
    eh..minta foto2 di kawah dung..aku penasaran
    kowe ra bayar merga ra ngampiri pos masuknya, ckckck...
    aku ra sempet foto kawahnya
    annosmileMinggu, 21-Maret-2010, 08:40
  • terlambat saya sudah lihat di facebook ku ok
    owkey deh
    sarjioKamis, 03-Juni-2010, 15:56
  • Coba aja kalau pinggin lebih tinggi ke candi ijo selatan candi boko saya 16 teman bersepeda sampai atas (jsarjio@yahoo.co.id ) di bukayaaaaa?
    Kalau ke Candi Ijo sih udah berkali-kali Kang. Apa sampeyan pernah nyepeda sampai Ketep? Baru minggu kemaren saya dari Ketep bareng temen-temen.
    sarjioKamis, 03-Juni-2010, 15:59

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi