4 Detik di Gua Kiskendo
Kurang puas dengan apa yang kami temui di Candi Pringtali, kami pun putar otak mencari obyek wisata lain. Agatha mengusulkan ke Gua Kiskendo. Jaraknya dari lokasi Candi Pringtali memang tergolong dekat, sekitar 7 km saja.
Gua Kiskendo letaknya masih di Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta. Retribusi masuk per orangnya Rp 1.500 dan jasa pemandu Rp 500. Namun pada kenyataannya kami tidak didampingi oleh pemandu. Korupsi kah? Apa mungkin hanya kami yang kurang-aktif menuntut hak?
Gua Kiskendo
(Klik Untuk Memperbesar)
Gua Kiskendo ini katanya ditemukan oleh penduduk lokal bernama Ki Gondorio sekitar tahun 1700-an. Ki Gondorio ini lantas memberi nama setiap dalam ruangan dalam gua sesuai kisah pada lakon pewayangan Ramayana. Diceritakan bahwa Gua Kiskendo ini merupakan tempat pertarungan Subali melawan Mahesasura dan Lembusura. Cerita pewayangan ini–dengan versi nyeleneh–bisa pembaca simak di situs ini. Mahasiswa ISI Jogja pun mengukir relief cerita pewayangan ini di dekat pintu masuk gua.
Nah, apa yang kumaksud dengan 4 detik bukan berati kami berada di gua hanya selama itu. Melainkan waktu yang dibutuhkan kamera untuk mengambil foto-foto di dalam gua. Istilah kerennya exposure time. Itu sebab di dalam Gua Kiskendo ini gelap. Suasananya juga amat sepiii sekali, tak seperti Gua Gong di Pacitan yang penuh sesak manusia layaknya pasar.
Berhubung aku sudah dua kali masuk gua dan memotret di dalamnya, aku mau bagi-bagi info sedikit tentang teknik memotret dalam gua:
Memakai lampu AF DSLR sebagai senter
adalah ide cerdas :D
- Bawa tripod, soalnya di dalam gua relatif tak ada tempat untuk meletakkan kamera. Kalaupun ada bebatuan, biasanya basah dan berlumur tanah.
- Jangan pakai flash internal. Gunakan ISO 200-400. Aktifkan mode shutter-priority dan pilih kecepatan selambat mungkin. Aku pilih 4 detik karena itu batas maksimal kami bisa berpose diam tak bergerak. Soalnya kalau gerak, nanti fotonya buram. :D
- Pakai lensa sudut lebar, bisa juga Fish-Eye. Lens Mas Ipuk 70-200 f/4 tak bisa berkutik di dalam gua, hehehe.
- Motret di dalam gelap itu susahnya adalah mencari fokus. Kalau aku sih selalu menyertakan obyek cahaya pada foto, walau remang-remang sekalipun. Jadi fokusnya adalah ke cahaya itu.
- Untuk teknik yang lain bisa menggunakan Flash Painting. Tapi hati-hati melangkah, soalnya di dalam gua itu becek dan licin.
Pada kesempatan itu aku ndak bawa tripod dan flash eksternal. Jadi aku harus rela kameraku kotor dengan tanah. Namun hasil fotonya tak mengecewakan bukan?
Oh ya ada beberapa hal yang patut diperhatikan ketika memasuki gua, utamanya gua yang sepi seperti ini:
Ada 15 ruangan di gua ini, jarak terjauh sekitar 100 meter.
- Alas kaki sendal saja, kalau bisa sendal gunung karena di dalam becek dan licin.
- Bawa alat penerangan seperti senter. Waktu itu kami cukup kreatif dengan menggunakan lampu AF kamera DSLR kami sebagai pengganti senter.
- Jaga kesopanan. Ndak buang sampah sembarangan. Ndak ngomong sembarangan. Wajar kok kalau ”merinding”. Toh saya juga mengalaminya waktu motret, hehehe.
Pembaca siap menjelajah masuk gua?
saya salut dengan kameraya. bisa tembus pandang di kegelapan gua
semua kamera bisa kok mas, asal pengaturannya diatur dengan baik
wah tampilanya baru
ketemu otak yang tercecer tidak brooo?
katanya disana ada batu-batu yang menyerupai isi lambung Mahesasura yang tercecer. Nuwun mbah :D.
suwungMinggu, 10-Januari-2010, 17:25
Ok Wij, aku siap menjelalah masuk gua. Tapi sebentar, aku beli dulu kamera yang canggih ya, biar ndak mengecewakan, hehehe... :)
kamera ndak perlu canggih-canggih Uda. Yang penting ndak takut gelap. hehehe.
vizonSenin, 11-Januari-2010, 12:20
kok goanya serem ya kii??
Sereman mana sama Nyai? *lempar sepatu
iesSenin, 11-Januari-2010, 14:34
Itu foto di jembatan malah mirip penampakan :P
Lha orang aslinya aja mirip penampakan kok. *dilempar sendal sama Agatha
adipati kademanganSenin, 11-Januari-2010, 14:55
Komen ga nyambung dulu: Aku ngelu dg tampilan ini. Apa aku aja yang ndeso, ya? :(
Komen terkait artikel: 4 detik! Kalo fotonya sambil senyum lebar, bisa kering tuh gigi :p
ngelu gimana maksudnya? lebih spesifik dong.
Hahaha, itu ndak pakai senyum karena udah kecapekan masuk gua.
nurSenin, 11-Januari-2010, 15:04
Wij, setahuku Kiskendo tu masuk kecamatan Girimulyo :D
Ha? oke-oke...
eMSelasa, 12-Januari-2010, 20:50
Wah kamu theme baru ya.
Kolom komennya lari ke kanan nih, berantakan klo aku buka di tempatku (IE).
Oh iya, dulu waktu saya kecil saya suka masuk2 ke gua gt... hehee dan emang licin ya di dalam gua itu. Jadi inget fim horor Descent itu, yg guanya ga ada pintu keluar. Hiihhh...
Bu Zee pakai IE versi berapa? Saya coba di IE 6 lancar tuh.
Saya juga bayanginnya kayak di film Descent itu. Takutnya kayak mbak-mbak itu, ndak dapet jalan keluar n dikejar-kejar penunggu gua. :D
zeeRabu, 13-Januari-2010, 10:18
wow blog seorang petualang ni
ndak kok mas, cuma tukang mblusuk aja :)
alfonRabu, 13-Januari-2010, 12:05
wah ra jelas fotone :P
di dalem gelap je!
Kayaknya asyik,
tapi ga suka masuk gua niy......
Cuma ga suka masuk gua aja
takut gelap? :D
PeinJum'at, 15-Januari-2010, 08:12
waahhhhh kebayang rasanya bisa nembus perut bumi nih ...hihih
ada binatang apa aja mas didalemnya
kok saya jadi teringat film tiu tuh beberapa perempuan ngelakuin ekspedisi ke sebuah goa akhirnya ketemua mahluk misterius
heheheh salam
Judul filmnya the Descent om. Di dalam sana ndak ada hewan apa-apa kok. Yang ada cuma gelap dan gelap. :)
omiyanSenin, 18-Januari-2010, 13:35
kata Goanya: akhirnya Subali datang kesini lagi, hehehe :p
Dimana Subalinya? kamu?
ranystarrySenin, 25-Januari-2010, 16:59
aku kan ndak ke goa ituh..
Subali ne nggeh panjenengan mbah Wijna (diajari mbak Emma :p)
ikut2 mbak Emma pula...
ranystarryKamis, 28-Januari-2010, 11:18
aku dibilang penampakan... hiks... padahal kan sereman maw bung..
Saya kan ndak terlihat sebab ndak dipotret Gat :D
AgathaKamis, 28-Januari-2010, 12:53