Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Borobudur
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Susur Barat Selokan Mataram


Di penghujung tahun 2009 ini, hujan kembali membasahi Jogja dan sepertinya akan berlangsung lama. Namun hal itu tak menyurutkan semangat sejumlah pesepeda yang kerap bersepeda setiap Sabtu pagi. Jadilah pada hari Sabtu (26/12/2009) itu, kami berkumpul di monumen Tugu Jogja. Apalagi kalau bukan untuk bersepeda dan Alhamdulillah pagi itu hanya mendung.

 

Bersama keenam rekan; Mas Aan, Mas Tanto, Mas Koyim, Ari, Mba Dani, dan Pipink kami bersepeda menuju ke barat kota Jogja. Ada apa di barat? Mencari kitab sucikah? Hahaha, sayangnya kami bukan Biksu Tong dan murid-muridnya itu. :D

 


Tak ada acara sepeda tanpa foto bersama; aku, Mas Tanto, Mba Dani, Pipink, Mas Aan, Ari, dan Mas Koyim

 

Tujuan utama kami pada pagi hari itu adalah menyusuri Selokan Mataram ke arah barat hingga ke Bendungan Karang Talun. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku kesana, sebab aku sudah pernah nggowes kesana pada acara nggowes ke Borobudur bulan Juni silam. Adapun rincian perjalanan kami adalah sebagai berikut:

 

Titik Awal:

Monumen Tugu Jogja

 

Titik Tujuan:

Bendungan Karang Talun, Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, Di Yogyakarta

 

Jarak Tempuh (Waktu Tempuh):

40 km (2 jam)

 

Rute Perjalanan:

Kota Jogja – Jl. Godean – RingRoad Barat ke Barat – Selokan Mataram – (jalan desa kampung dll) – Bendungan Karang Talun

 

Medan:

Ringan. Sepanjang selokan Mataram didominasi jalan aspal. Tidak ada tanjakan.

 


Foto selokan Mataram sisi barat. Foto ini diunggah di akun flickr-ku, silakan di klik. :D

 

Untuk sebagian orang yang tak akrab dengan Jogja, nama selokan Mataram mungkin terdengar janggal. Sebab selokan kerap dipadankan dengan saluran air pembuangan yang kecil dan berbau tak sedap. Namun selokan Mataram yang menjadi ikon Jogja ini berbeda.

 

Selokan mataram adalah saluran air sepanjang kurang-lebih 70 km yang membentang dari timur hingga ke barat propinsi DI Yogyakarta. Saluran air ini menghubungkan Kali Opak di sisi timur dan Kali Progo di sisi barat. Fungsi utama saluran air ini adalah untuk irigasi–oleh sebab itu disisi-sisi selokan Mataram banyak terdapat sawah. Gunanya apa? Agar setiap saat sawah tetap terairi, padi bisa tumbuh dan dipanen, sehingga rakyat Jogja tidak akan pernah kekurangan pangan. Keren toh?

 

Di sisi barat, selokan Mataram menyatu dengan selokan Van der Wicjk. Yang disebut terakhir ini adalah saluran yang dibangun tahun 1909 untuk mengairi perkebunan tebu milik pemerintah Belanda. Selokan Mataram sendiri dibangun pada masa penjajahan Jepang. Pemrakarsanya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, agar rakyat Jogja terhindar dari Romusha.

 


Ibu ini menyaring setiap sampah dari selokan Mataram lho.

 

Bersepeda menyusuri selokan mataram ke arah barat sungguh mengasyikkan. Pikir saja, di kota besar macam Jakarta, apa bisa nggowes di pinggir sungai. Kalau capek tinggal parkir sepeda dan nyemplung ke sungai. Tidak toh?

 

Aku juga sempat menyaksikan ada dua orang ibu yang tengah memunguti sampah di pintu air selokan Mataram. Terlepas dari apakah mereka hendak memulung atau tidak, yang jelas mereka telah membantu membuat selokan Mataram menjadi bersih. Dan juga bukti bahwa selokan Mataram belum terbebas dari pencemaran (walau tak seburuk sungai Ciliwung).

 

Selokan Mataram, menurutku adalah berkah Jogja yang harus kita rawat dan jaga baik-baik. Mudahnya, adalah tak membuang sampah ke selokan Mataram. Aku juga berandai-andai apabila di sepanjang selokan Mataram ini kita bisa berwisata pakai perahu. Ih! Romantis pasti. :D

 

Wahai pembaca nan budiman, kapan terakhir kali main air di kali/sungai?

  • Selokan mataram bikin petani2 Sleman terjamin aernya, jadi yo ndak seperti neng west prog yg meski ada bendungan kalibawang, aernya msh susah padahal ngambil aernya juga dr kali progo loh ya

    kok kesannya aku takpuas dg artikelmu yayayai :D
    kamu memang sepertinya tak pernah puas eM, ckckckck...
    eMMinggu, 27-Desember-2009, 04:19
  • bersepeda di pagi hari, bersama teman dalam keceriaan, dan dngan situasi yangterlihat adem, mmm sangat terasa sekali menikmati dan mensyukuri indahnya alam yang telah diberikan Sang Maha Kuasa kepada kita -)
    Betul mas, bersepeda di pagi hari memang mengasyikkan :D
    katakatakuMinggu, 27-Desember-2009, 12:47
  • aku tinggal di Yogya sudah puluhan tahun , belum pernah menyusuri selokan Mataram ... hiks!

    Foto Selokan Mataram sisi barat bagus banget Na,pagi jam berapa tuh? Kayaknya belum begitu panas ya? Ohya, sampah yang dikumpulin ibu itu terus dibuang kemana? Semoga nggak dicemplungin ke selokan lagi, hehe ...
    Itu disana sekitar jam delapan pagi Bunda. Memang sepanjang perjalanan ndak panas, malah mendung kok. Kebetulan pas lewat disana langitnya agak cerah.

    Wah saya kurang tau e Bunda dibuang kemana sampahnya. Tapi terlihat ada karung goni toh? Semoga itu dikumpulkan dan dibuang ke tempat pembuangan sampah yang semestinya.
    Tuti NonkaSenin, 28-Desember-2009, 09:32
  • asyik betul kayaknya menelusuri selokan mataram itu Wij... kapan-kapan aku mau diajak. tapi, bentar, nabung dulu ya buat beli sepeda, hehehe... :)
    Sepeda beli yang sederhana saja Uda, Rp 2 juta sudah dapet kok
    Racun MODE: ON :D
    vizonSenin, 28-Desember-2009, 15:24
  • ketemu dengan drum band selokan mataram nggak bos?
    wah, ndak e mbah :D
    suwungSenin, 28-Desember-2009, 17:21
  • kalo soal menyusuri selokan mataram pake perahu, dulu pernah melihat foto-nya orang2 jaman dulu berwisata layaknya gondola di venezia.. kalo ga salah di buku tentang pura pakualaman, jadi memang pernah terjadi, dan (semoga) bisa terjadi kembali..

    mungkin yang kanggonan berperahu di dalam foto itu bagian selokan yg sebelah barat seperti dalam foto mas maw, soalnya lebar selokannya hampir sama, lebih lebar daripada bagian selokan mataram yg ada di sekitar babarsari-kalasan..
    fitrasonyMinggu, 03-Januari-2010, 03:34
  • blogmu penuh dengan warna wis! bukan berarti buruk sih, tapi mataku perih melihat warna merah melulu, ga kuat mungkin.
    ( ga ada hubungane karo tulisan ning nduwure :P )
    nuwun atas masukannya
    samsul arifinMinggu, 10-Januari-2010, 07:15

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi