Seumpamanya pembaca lewat di simpang empat Kantor Pos Besar Jogja hari Sabtu pagi (19/12/2009), pastilah pembaca bakal menjumpai manusia-manusia berseragam hijau. Lebih tepatnya berkaos hijau, berhelm, dan tentunya bersepeda. :D

Ya itulah kami yang berasal dari komunitas Bike 2 Work Jogja sedang ngumpul untuk bersiap melakukan konvoi. Konvoi? Dalam rangka apa? Nah, ini ceritanya. Di Jogja ini telah dibentuk suatu forum yang mewadahi berbagai organisasi pemangku kepentingan (stakeholder .red) yang bergerak mendukung upaya-upaya penanggulangan pengurangan resiko bencana–disingkat PRB. Forum ini dinamai Forum PRB DIY dan dikoordinir oleh Mas Danang Samsurizal. Kebetulan, Mas Danang ini juga salah satu penggiat Bike 2 Work Jogja.

Pada hari Sabtu itu akan diadakan peluncuran Forum PRB DIY di Gedung Purna Budaya UGM. Bike 2 Work Jogja ikut bagian dalam acara peluncuran tersebut yaitu dengan berkonvoi secara berkelompok menuju halte-halte Bus TransJogja untuk menyebarkan materi-materi kampanye pengurangan resiko bencana. Materi-materi tersebut berupa Peta TransJogja, leaflet dan stiker. Dengan berseragamkan kaos hijau ”Pit Tanggap Bencana”, Bike 2 Work Jogja ingin mengenalkan sepeda sebagai sarana transportasi alternatif ramah lingkungan serta ikut memberikan kontribusi pembelajaran kepada masyarakat Jogja untuk sadar akan potensi bencana dan resiko-resikonya. Mantep toh? :D

Alhasil, jadilah kami berkumpul di depan Monumen Satu Maret pada jam 06.00 untuk berkoordinasi. Karena yang ingin berpartisipasi banyak, maka dibagilah dua kelompok. Ke arah barat dan ke arah timur. Aku ikut kelompok yang ke arah barat dan rutenya adalah:
Kantor Pos Besar – Taman Pintar – Jogjatronik – JokTeng Wetan – Plengkung Gading – Taman Parkir Ngabean – Samsat – Pasar Kranggan – Perempatan Jetis – Jembatan UGM Monjali – Kopma UGM – Gedung Purna Budaya UGM.

Semoga dengan adanya Forum PRB ini, masyarakat Jogja dapat lebih tanggap dan sigap untuk menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Dan juga semoga makin banyak masyarakat Jogja yang beralih menggunakan sepeda.
Apa pembaca sudah sigap menghadapi bencana?





