Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Pendem Sengi
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Parkir Sepeda Nyaman?


Semenjak tahun 2009 ini aku lebih sering pergi kemana-mana naik sepeda. Sepeda itu hemat biaya. Toh, cuma pakai bahan bakar dengkul. Sepeda juga pas buat alat transportasi jarak dekat. Cocoklah kalau jaraknya 6–8 kilometer aja. Lebih dari itu bisa juga tapi ditambah bonus cucuran keringat. :D

 

Dua alasan diatas biasa kupakai untuk promosi (meracuni .red) agar orang-orang melirik sepeda sebagai alternatif alat transportasi. Namun setelah orang-orang itu tergerak untuk bersepeda, malah timbul masalah baru.

 

Sesuai judul diatas. Ini perihal parkir sepeda. Kenapa mesti diparkir? Sebab ada aturan tak tertulis kalau kendaraan dilarang masuk bangunan. Bukan menganak-tirikan sepeda, wong mobil, bus, sepeda motor, bahkan odong-odong saja ndak boleh kok. Yang boleh paling hanya robot gajah-gajahan yang setiap harinya mengelilingi lantai mall itu. :D

 

Pertama, dimanakah diparkir? Untung warga Jogja masih memandang sepeda beroda dua layaknya sepeda motor. Jadilah parkir di tempat parkir motor. Kalaupun tak ada maka harus dicari pohon atau tiang guna mengikat sepeda. Walau sesungguhnya ada tempat parkir khusus sepeda. Namun tak jarang malah jadi tempat parkir motor seperti foto di bawah ini. Jumlahnya pun sedikit. Di sepanjang Jl. Maliboro sampai Jl. Ahmad Yani misalnya, sepanjang pengamatanku hanya ada dua tempat parkir.

 

parkir sepeda disalahgunakan
Mestinya ini buat parkir sepeda tapi kok...ya...itu memang sepeda...tapi...

 

Biasanya setelah minta ijin pada juru kunci parkiran kita bakal dikasih tahu lokasi yang halal buat sepeda nangkring. Biasanya sih terpencuil, maklum kendaraan minoritas. Aman atau tidaknya walahualam. Pasrahkan saja pada juru parkir, rantai pengunci, dan tentunya nasib anda sekalian. :D

 

Yang bikin bingung adalah besaran retribusi parkir. Entah ini halal atau haram, sebab aku tak tahu apakah ada Perda yang mengatur ini. Bikin bingung itu sebab fluktuatif, tergantung kebijakan juru parkir. Kadang Rp 1.000, seringnya Rp 500,  dan tak jarang digratiskan.

 

Biasanya tukang parkir yang ngasih gratis itu melihat sepeda kita cuma besi karatan beroda dua. Tapi ndak jarang ada temen-temen yang pakai sepeda rangka campur aluminium dengan gir XTR yang harganya puluhan juta. Oleh sebab itu kadang aku mikir, memarkir sepeda itu sama saja dengan mengikhlaskan sepeda kita hilang. Alhamdulillah belum terjadi padaku (semoga aja nggak, Amin!).

 

Kita sih maunya bersepeda dengan nyaman, terutama saat sepeda kita parkir. Jangan malah problema ini bikin orang-orang kehilangan minat untuk bersepeda.

 

Pembaca parkir sepedanya di sebelah mana?

 

  • Saya parkir di situ tuh...
    wah...siap-siap maling sepedanya ah, nyam...
    TurtlixJum'at, 11-Desember-2009, 09:17
  • Kok ilang ya komentar ku kemana ilangnya ?
    salah masukkan kode verifikasi mungkin...
    udienroyJum'at, 11-Desember-2009, 09:30
  • kekekekeke Baca tulisan ini jadi ingat kemaren sabtu [5 Des 9] Sepeda adikku digondol orang......

    Jadi serba bingung, soalnya parkir gratis dan ga ada yang bertanggung jawab, dan kalaupun ada jukir dan kita udah bayar, mereka juga ga mau disalahkan dan ga mau tanggung jawab.

    Bahkan tempat parkir di pusat perbelanjaan besar di kotaku ada tulisannya barang hilang resiko sendiri dan bukan tanggung jawab management, terus buat apa kita bayar parkir ya ?
    Turut berduka buat sepedanya adikmu. Semoga Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik. :)

    Soal biaya parkir, aku dikasih tau temenku kalau sebenernya kita itu cuma bayar sewa tempat bukan bayar jaminan keamanan...aneh ya?
    PeinJum'at, 11-Desember-2009, 11:02
  • Amin deh.....
    :)
    PeinJum'at, 11-Desember-2009, 14:48
  • wah bener juga ya?
    betul mbah :)
    suwungJum'at, 11-Desember-2009, 15:35
  • emang ada tempat halal haram yah untuk tempat parkir?
    lah, kalo emang halal, masa belum jaminan sih keamanannya

    bongkar rante pengunci ha ha ha ha
    Ada tempat haram, di tengah jalan raya :D

    Ya ndak lah mas, buktinya kan masih banyak toh kasus pencurian di kendaraan saat diparkir?
    zulhaqJum'at, 11-Desember-2009, 16:02
  • dikasih alarm anti maling aja mas sepeda onthel nya...biar aman dan tenteram..hehehe
    salam rimba raya lestari
    Lha? kalau ditinggal pergi jauh piye? apa kedengeran alarmnya?
    dedenia72Sabtu, 12-Desember-2009, 07:41
  • Kalo di kampus sih ada parkir sepeda khusus, asal
    dikunci dijamin aman..


    kalo di luar kampus, hmmm..

    hmmm....


    ...
    ..
    .


    hmm
    eee jangan salah, di kampus kalau ndak diiket di pohon atau tiang listrik bakal dicolong juga (pengalaman yg hampir dicolong sepedanya).
    BagasSabtu, 12-Desember-2009, 08:34
  • Mungkin harus diterapkan cara-cara parkir yang spektakuler sehingga tidak bisa dicuri sama sekali. dengan mencopot ban depan misalnya ... :D
    lha njuk piye bannya? Diotong-otong sepanjang perjalanan gitu? :D
    adipati kademanganSabtu, 12-Desember-2009, 11:37
  • hidup transportasi publik! loh?
    halah-halah, mestinya hidup sepeda!
    zamMinggu, 13-Desember-2009, 11:09
  • kalau parkir tas biar gak dimaling dimana yah? pengalaman nih.. hu3..
    Tas itu ndak diparkir, wong tas ndak punya roda kok :p
    ninggalin jejakMinggu, 13-Desember-2009, 15:38
  • Sy markirnya dirumah..:p.amannyaman.he
    sip deh, dapat lokasi baru untuk nyolong sepeda :p
    rumahnya sebelah mana ya?
    EkaMinggu, 13-Desember-2009, 17:14
  • Wah ... salut Wijna, sudah gestokke anjuran Pak Walikota untuk menyukseskan program "Sego Segawe".

    Parkir sepeda kayaknya paling aman ya dirantai ke tiang atau sesuatu yang kokoh. Di Belanda (Amsterdam), sepeda sangat digemari, dan harganya mahal, sehingga menjadi sasaran pencurian. Makanya, orang parkir sepeda dimana-mana dengan diikat rantai segede rantai kapal ... hehehe ...

    Kalau aku nggak kuat nggenjot ke kampus, hawong jaraknya dari rumah 20 kilo je ...
    Wah Bunda, kalau cuma 20 kilo sih buat saya cukup 1 jam saja :D. Tapi ndak Sego Segawe juga Bunda, soalnya saya kan ndak kuliah dan kerjanya kan di rumah :p

    Iya nih, sepeda di Indonesia ini juga termasuk mahal lho. Sebaiknya fasilitas parkir sepeda itu juga dibuat lebih aman.
    Tuti NonkaMinggu, 13-Desember-2009, 22:53
  • baru ngeh neh, kalo bersepeda tuh bisa repot
    serba salah juga ya :)
    Tapi jangan malah jadi alasan untuk takut bersepeda lho mbak. :)
    kelly amaretaSenin, 14-Desember-2009, 11:03
  • tas koper? dia kan punya roda :p
    sepatu juga punya roda tuh.. :),
    makanya jangan parkir sembarangan, dah pernah kan kemalingan juga?
    hahaha, makanya kan kutulis kalau kita parkir berati kita mesti ikhlas untuk melepasnya pergi. :D
    weeehSelasa, 15-Desember-2009, 14:39
  • sebenernya..

    bilang gak ya? hehehe..

    sebenernya aku..

    eng
    gak
    ba
    ca
    tu
    li
    san
    nya

    hehehe :p
    Saya tau kamuuuuu!!! :p
    aku komen lagiRabu, 16-Desember-2009, 12:06
  • aku kan emang terkenal, wajar aja kalo kamu tau.. hehehe..

    kalo sekarang IP nya dah beda kan? :p
    tetep ketauan :p
    orang populerJum'at, 18-Desember-2009, 14:40
  • wah...aku sudah pernah kehilangan dua sepeda.
    yang pertama waktu sma,sepeda nggak ada kuncinya.saya bawa ke sekolah.eeehhh..trnyata di sekolah ada maling sepeda juga.puulang sekolah langsung nanggis karena sepedanya ilang.
    yang kedua,kemarin,sepedaku hilang ditempat parkir stasiun kereta api.sudah dikunci kunci roda.eehhh...bukan hanya hilang,sepedaku digondol sekalian kuncinya.
    sekarang aku baru tahu supaya sepppeda aman: diikat di pagar atau pohon.
    bahkan sepedaku pernah digembesi tukang parkir (sepentil sepedanya dibuang),gara2nya,sepeda ku parkir ditempat parkir mobil.
    pulangnya aku dan sepedaku naik becak dehhh...
    wah sedih ya, semoga ndak kapok buat parkir sepeda ya Kang :)
    udi basukiSelasa, 09-Maret-2010, 11:01

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi