Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Gedong Abang Trowulan
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Lapangan Koran


Pagi hari berlangit biru di Idul Adha 1430 H ini aku sempatkan untuk shalat Ied di Alun-Alun Utara. Walau ndak seramai Idul Fitri kemarin, tapi toh Alun-Alun Utara tetap padet-jipet. Penuh dengan kendaraan bermotor dan manusia-manusia berbusana muslim.

 

Tentu saja, perlengkapan yang tak boleh tertinggal kalau shalat di lapangan itu adalah kertas koran dan sajadah. Kenapa? Karena lapangannya ndak dilapisi karpet beludru, alias bertanah-berpasir, apalagi kalau musim hujan begini bisa-bisa jadi becek.

 

Shalat berjalan tertib dan lancar. Ndak ada makmum yang mendahului gerakan Imam. Mungkin karena Imam ndak pakai baca Surat Yasin. Tapi eh tapi, setelah shalat usai barulah makmum punya hak kuasa mendahului Imam.

 


Kau tinggalkan aku (koran) tanpa kau menyimak khutbah...

 

Mungkin dikiranya khutbah Imam ndak gaul alias bikin bosen dan mati gaya. Maka dari itu sebagian (besar) makmum langsung balik arah meninggalkan alun-alun. Yang bertahan cuma beberapa, termasuk diriku yang sibuk mengagumi dua gunung di arah utara.

 

Tapi toh semua makmum itu baik kok. Mau yang langsung pergi atau bertahan mendengarkan khutbah. Toh, mereka sama-sama meninggalkan cindera mata untuk Alun-Alun Utara. Kertas Koran!

 


Kau biarkan nenek renta ini memungut aku (koran), teganya kau...

 

Katanya semboyan, kebersihan itu sebagian dari iman. Artinya kalau kita ndak bersih, berarti kita kehilangan sebagian iman kita. Secara logis lah, manusia saja suka dengan yang bersih-bersih. Masak ya Tuhan malah suka dengan yang kotor-kotor? Tul ndak?

 

Ironisnya, kertas koran yang ditinggalkan itu malah jadi sumber pendapatan buat para pemulung kertas. Lumayan kan bisa dikilokan? Apa ya kita perlu berterima kasih kepada mereka, karena mereka itulah yang telah mengopeni cindera mata kita. Sehingga Alun-alun terbebas dari predikat lapangan koran.

 

Tapi...bukannya itu malah jadi dilematis ya? Di satu sisi kalau kita mentaati semboyan nanti para pemulung itu ndak beroleh penghasilan dunk? Tapi kalau kita tinggalkan itu koran sama artinya kita buang sampah sembarangan dunk?

 

Bertele-tele nggak sih? Tapi toh ya ndak ada tuh makmum yang dengan sukarela menghampiri pemulung dan berkata ”Pak/Bu/Mas/Mbak ini ada kertas koran bekas, silakan dipergunakan.” Yang ada malah langsung saja makmum ngacir pergi.

 


Kau tidak hanya kau saja, kalian semua membuang kami (koran) ... apa mau kalian?

 

Namun itulah berkah Idul Adha. Pemulung dapat koran. Kaum miskin dapat daging. Yang kelaperan dapat sate kambing. Nah, gimana dengan aku sendiri. Itu koran kubawa pulang lagi. Kok? Lumayan tuh buat bungkus ikan asin kucingku :D.

 

Nah pembaca, berapa lembar kertas koran yang anda sia-siakan?

  • hwuaaa,,, tadi korannya aku tinggal, berharap ada yang mungut p

    aku dapet apa? aku kelaperan, huhuhu, pengen makan enak,, pasti di rumah masak enak-enak, hiks T_T
    ternyata kamu juga salah satu pelakunya toh, ckckckc...

    Minta dikirim paket dari Bantul kan bisa? :D
    findingtiaJum'at, 27-November-2009, 17:27
  • Ambil saja dampak positifnya. Mudah-mudahan dengan banyak membaca koran, panitia solat akan lebih gaul dan banyak wawasan..
    Mbak, yang mungut koran itu ya yang nampak di foto-foto itu, bukan panitia...
    VickyJum'at, 27-November-2009, 18:27
  • Yup ! Anda benar !!
    Tapi sekarang nasib pemulung mengenaskan, ga boleh masuk2 kampung buat cari rongsokan !

    Padahal pemulungkan membersihkan hal2 yg kita anggap tidak berguna ! Btw, orderannya pemulung juga lumayan besar, perhari bisa sampai 40rb lebih !!

    Peace ah, kepanjangan nih !!
    itulah, kadang kita memandang mereka dari jenis pekerjaan, tapi bukan hasil dari apa yang mereka kerjakan itu...
    PeinSabtu, 28-November-2009, 18:34
  • ck..ck...banyak sekaleee korannya....
    di daerahku, orang kebanyakan lebih memilih membawa karpet kecil drpada koran....hehehe..repot sih...tapi entah kenapa lebih banyak yang bawa karpet...pada sadar kalai ya kalo koran bisa bikin sampah...ataw mereka nggak punya koran ya????
    Karpet??? Karpet kan mahal dan berat? beneran tuh?
    fiahMinggu, 29-November-2009, 16:30
  • Pein : kadang ada juga yg mpe 100rb lebih :D
    wuiih!!! kayak-kaya pemulung itu!
    PeinMinggu, 29-November-2009, 17:23
  • wah, itu gak bisa..
    aku maunya paketnya dari admin web ini :D
    ongkos kirim ke Bandung mahal je...
    findingtiaMinggu, 29-November-2009, 21:44
  • jadi sumber penghasilan ya?
    Betul mbah
    suwungRabu, 02-Desember-2009, 17:48

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi