Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

(Mulai) Kelangan Alon-Alon
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Pilih Sopan atau Kualat?


Bullshit! Omong kosong! Ada yang bilang itu dengan lantang. Tapi toh diriku ndak bisa menyuruh dia bersabar. Karena memang dirinya tidak sedang emosi. Jadi apa pula yang mesti ditahan?

 

Mungkin ya, yang mesti ditahan itu adalah sifat pongah dan sombongnya manusia. Sudah dari dulu manusia itu punya sifat mempertahankan prinsipnya. Yakin kalau apa yang ia yakini benar.

 

Ya memang benar kita ini di dunia hidup berdampingan dengan sesama makhluk-Nya. Termasuk makhluk-Nya yang tak tampak di mata kita. Bukanlah yang kumaksud itu mikroba, bakteri, virus. Tapi mereka yang sering bikin bulu kuduk merinding.

 

Aku tahu, di setiap mblusuk tempat baru, selalu ada ’aturan’ yang mesti ditaati. Lebih tepatnya pantangan, yang nyrempet ke hal-hal berbau mistis. Misal pas diriku berkunjung ke candi-candi, kadang kala lidah ini suka keliaran kemana-mana. Alhasil, ada saja kejadian seperti yang aku alami di Candi Cetho kemarin itu.

 

 

 

Bangunan tua itu memang kalau secara kasat mata sepi, tapi ternyata ya ... ada yang ’nunggu’. Pas aku dan Andreas ke Trowulan kemarin, kita sempet dapat wanti-wanti dari Pak Yani. Katanya hati-hati kalau bertutur-kata dan berprilaku di Majapahit, yaitu Trowulan ini.

 

Diceritakan kisahnya kolam segaran yang gambarnya ada diatas itu. Di kolam itu pernah muncul ikan gaib. Ada banyak media dan stasiun televisi yang meliput. Tapi tak satupun yang berhasil mengambil foto ikan itu. Suatu malam ada warga yang iseng dan menjaring ikan itu. Dibawanya pulang, dimasak, dan disantapnya.

 

Keesokan harinya perutnya sakit. Dibawanya ke dokter tapi tak kunjung sembuh, malah makin parah. Dia kemudian diperiksa seorang sesepuh Trowulan sana. Katanya, ”Kamu baru makan ikan yang ada di Kolam Segaran toh? Itu minta dikembalikan ke kolam”. Gimana mungkin coba mengembalikan ikan yang sudah dimakan? Singkat cerita, dia meninggal satu bulan setelah memakan ikan gaib itu.

 


Andaikata mereka bisa terlihat mungkin lain ceritanya...

 

Hukuman mati memang rata-rata menimpa mereka yang berlaku ’tak sopan’ di Trowulan. Khususnya di daerah seputar kolam segaran sudah banyak ada kasus. Cerita ikan gaib itu cuma salah satunya. Mungkin kita masih ingat Pusat Informasi Majapahit yang tak kunjung usai? Salah satunya disebabkan ’penunggu’ disana tak rela tempatnya direbut paksa tanpa ada hajatan yang layak.

 

Ini bukan untuk menakut-nakuti. Hikmah yang bisa dipetik, hormati dan taati peraturan itu. Mudahnya, bertindaklah sopan dan jangan pongah nan sombong.
Jangan menantang ’penghuni’ disana lah!

 

Ada yang bilang itu syirik. Tuhan kok disekutukan. Tapi buatku itu lebih kepada menghormati sesama makhluk-Nya. Kita berlaku sopan ke mereka dan mereka pun ndak bakal ganggu kita. Malah Pak Yani bilang; Majapahit akan memberikan balasan bagi mereka yang berniat baik. Mungkin itu sebabnya beliau tak mau dibayar. Mungkin itu pula kami dapat beraktifitas serba nyaman selama disana.

 

Mblusuk nyaman itu yang taat peraturan. Pilihannya cuma dua kok: sopan atau kualat.
Pembaca mau pilih yang mana?

  • Hm, menurut saya, menyekutukan Tuhan dengan makhluk-Nya sendiri itu sama dengan tidak sopan kepada Tuhan.
    Nah Sopan terhadap Tuhan kan patuh terhadap perintah-Nya, kalau sopan kepada makhluk-Nya?
    VickyRabu, 18-November-2009, 00:32
  • tentu saja, sopan.

    apa salahnya?

    bahkan hati preman pun pasti lebih milih sopan
    Saya belum pernah ketemu preman yang sopan :p
    ierone @ myblog4famouser.comRabu, 18-November-2009, 05:38
  • Kayaknya di kolam segaran emang banyak ikannya deh,
    Disana kan udah disebar bibit ikan, jadi pas sore2 banyak orang mancing disana....

    Namanya juga cerita, terlalu berlebihan....
    kekkekeke
    Moral yang bisa dipetik, jangan ngomong jorok pas lagi mancing disana.
    PeinRabu, 18-November-2009, 10:47
  • Lebih baik kita sopan aja deh, kan itung itung melestarikan marga satwa yang ada disana alias ga usah diganggu deh heheh
    Sopan terhadap ikan ya om :D
    omiyanRabu, 18-November-2009, 16:07
  • aku pernah ketawa2 gitu di dalem Candi Sari, gak lama kemudian handphoneku jatuh menuruni tangganya..
    trus aku pernah manjat di Candi Borobudur, eh sebelumnya ban motorku pecah. apa aku kualat ya mas? he2, besok lagi sopan ah.. :)
    Kamu pasti belum pernah mengalami yang lebih parah :p
    ranystarryRabu, 18-November-2009, 20:16
  • jangan sampe dong.. :p
    tuh kan blognya sepiii...
    dari dulu emang begini-gini aja kali :p
    ranystarryKamis, 19-November-2009, 10:40
  • aku setia meramaikan komennya, tapi mau dibeliin sup buah dan belinya harus di UGM.. :)

    bukannya kamu punya strategi untuk mendapatkan lebih banyak komen ya mas? mungkin ini efek dari kamu nulis notes di FB itu, kayaknya sekarang kamu lebih sering publish disitu dibandingkan di blog ini.. mungkin biar yang baca orang2 disekitarmu yang kamu kenal atau gimana mas? he3.
    lha aku ndak punya strategi buat njaring banyak komentator kok. Itu karena aku punya banyak tulisan dan blog Maw Mblusuk ini lebih fokus ke hal-hal mblusuk aja. Jadi ya mau ga mau pisah blog deh buat tulisan-tulisan yg sering ada di FB atao dagdigdug itu.
    ranystarryJum'at, 20-November-2009, 10:52
  • Kita sopan mereka segan :)
    betul!!
    mastongkiSabtu, 21-November-2009, 16:03
  • masih tetap agak-agak gimana gitu dgn dunia gaib..
    antara percaya dan tidak kii..
    lha berati pilih kualat Nyai ini?
    iesSelasa, 24-November-2009, 10:35
  • Hukum menghormati tetangga sebenarnya juga sama saja even mereka bukan makhluk yg kasat mata. Memang betul kita hrs hormati mereka, bukan berarti ditakuti dan disembah, tp menghormati bhw mereka memang benar tinggal di situ. Yah, namanya jg klo orang datang ke rumah kita dan rumah kita diporak porandakan, pastilah ada rasa marah dan sakit hati.

    Tp kasihan sekali itu yg makan ikan terus meninggal.
    Betul Bu, walau tidak terlihat tetap wajib kita hormati.
    zeeSelasa, 24-November-2009, 12:31
  • Wedew, serem juga ya kalo resikonya mati gitu. Walaupun skeptis tapi ditelan sendiri ajalah skeptismenya kalo beneran ancamannya yang dimakan minta pulang ke segaran :P
    maka dari itu "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" :p
    wongisengSenin, 07-Desember-2009, 06:12
  • heh....foto siapa ituh di kolam.....
    aseeem.......melanggar hak cipta itu memasang fotoku disana....... *siapin cek*
    foto siapa ya? wong ndak jelas gitu kok. Mestinya saya yang nuntut, ngaku-ngaku itu fotonya mbak Indomie :D
    indomielezatMinggu, 13-Desember-2009, 08:04
  • aku paling suka kalimat majapahit akan memberi balasan bagi mereka yang berniat baik... wah sering kubayangkan bagaimana menyusur sebuah peradaban kuno, seperti bernostalgia tentang kehidupan sebelumnya
    Itu kalimat yang ngasih tahu Pak Yani mbak E :D
    emeritaJum'at, 18-Desember-2009, 21:10
  • Selayaknya kita dimanapun tempat harus selalu sopan dan menjaga tutur kata serta perilaku, apalagi ditempat seperti peninggalan sejarah. Paling jengkel juga tiap ke candi pasti ada 1 laki2 dan 1 jablay sedang asyik dimabuk asmara, nyewa hotel aja lebih mantap
    RafaelMinggu, 03-Januari-2010, 09:32

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi