Yang namanya manusia itu seringnya pongah. Bisa berbuat ini dan itu, tapi tak sadar diri apa yang bikin dia bisa berbuat demikian. Seperti diriku ini lah. Bisa mblusuk kesana kemari, kadang sampai berhari-hari dan menguras tenaga. Namun lupa kalau diriku bisa mblusuk karena percikan nikmat sehat dari Tuhan masih terasa.
Aku berkunjung ke tempat kawan. Dirinya cerita senang membaca kisah mblusukku. Diriku ajak dirinya mblusuk bersama suatu saat nanti. Dirinya menggeleng, sebab dirinya tahu kondisi fisiknya tak memungkinkan. Lemah terbaring di tempat tidur.
Juga seorang kawan yang tampak sehat dari luar. Pernah aku memamerkan foto-fotoku kepadanya. Dirinya hanya tersenyum. Andaikata aku bisa melihat warna seperti yang kau lihat.
Bener kata orang, nikmat sehat itu tiada taranya. Seharusnya kita bersyukur pada-Nya karena masih sehat.

Diriku menulis artikel ini, jujur melenceng dari topik mblusuk. Suatu malam aku sempatkan mblusuk ke kompleks tetangga. Ngerumpi.com namanya. Diriku senang nguping obrolan warga kompleks, walau tak pernah ikut nimbrung. Segala macam warga ada disana; pak satpam, si mbah, mbak dosen, badut, tukang nasi goreng, tukang odong-odong, dan masih banyak lagi. Mereka semua layaknya diasuh oleh dua orang bunda, mbok Venus dan Silly.
Silly, tak pernah dekat sebab jarang bersua dengan beliau. Walau aku tahu Silly sudah lama melalang di ranah maya. Semua kisahnya tersaji hangat di rumahnya, sillystupidlife.com
Namun malam itu di Ngerumpi.com diriku membaca artikel yang membuat hati terpukul. Dirinya hendak mundur dari kompleks perihal kesehatannya. Selama ini dirinya sigap mengayomi warga kompleks berdampingan dengan penyakitnya. Sudah jelas, para warga bersedih. Termasuk diriku.
Diriku berdoa untuk kesehatannya, Silly. Hormatku untuknya, walau jelas dirinya bukan sesepuh karena usia belum sepuh.
Mblusuk perlu sehat.