Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Street Hunt: Sekilas Solo
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Plesir ke Pacitan


Minggu lalu diriku memperoleh tantangan yang cukup menarik dari kawanku, Ewie. Simpel saja, diriku harus membawa (dengan selamat tentunya) mobil Toyota Rush S/MT yang baru saja dibelinya dari Jogja menuju Pacitan. Imbalannya apa? Tentu jalan-jalan di seputar Kota Pacitan (pastinya pakai mobil baru dunk!) dan semua akomodasi ditanggung oleh Ewie. Agar lebih semarak, diriku mengajak Yuda untuk bertualang di hari Sabtu dan Minggu (17-18/10/2009) itu. Nyammm!

 

Ini Mobil Baru!

Perihal mengemudikan mobil bukan masalah baru buatku. Yang jadi masalah adalah kakiku ini udah terbiasa gowes sepeda. Jadi pas pertama kali duduk di bangku kemudi, yang dilakukan adalah menggowes pedal gasnya (gubrak!). Untung diriku cepat terbiasa lagi, hehehe.

 


Dua orang mesum bertualang bersama, hehehe.

Rute Jogja menuju Pacitan adalah melewati rute umum, yaitu Jogja-Wonosari-Wonogiri-Pacitan. Kontur jalannya mulus, tapi berkelok-kelok dan naik-turun. Lawan di jalan bukan sepeda motor, tapi truk-truk besar pengangkut hasil hutan. Pemandangan cukup seragam, bukit kapur gersang yang diselingi pepohonan rindang. Total jarak tempuh 120 km kulahap dalam waktu 4 jam. Kata Ewie itu masih kalah rekor dibandingkan dirinya menunggangi motor ataupun supir travel. Yah, saya masih sayang nyawa untuk rela menukik di tikungan dengan kecepatan 80 km/jam. Lagipula mobilnya kan masih baru. :p

 

Banyak orang mengenal Kota Pacitan sebagai tempat kelahiran Pak Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Pak SBY yaitu (halah!) kepala negara tercinta kita ini. Diriku juga tahunya hanya itu dan ketika menginjakkan kaki disana, ternyata Kota Pacitan lebih dari itu.

 

 

Selamat Datang di Kota 1001 Gua!

Pacitan adalah kota teluk (bay city), karena di selatan kota terbentang pantai yang luaaas. Sayangnya lautnya adalah laut selatan yang arusnya terkenal beringas. Kota Pacitan dikelilingi oleh bukit kapur, menjadikan pemandangan pantai sebagai surga diantara perbukitan kapur. Bicara soal surga, Pacitan adalah surganya gua, tak salah kalau kota ini menyandang predikat kota 1001 gua. Gua yang terkenal adalah Gua Gong dan Gua Tabuhan. Gua-gua tersebut ”ramah” terhadap wisatawan yang belum berpengalaman masuk gua karena guanya sudah dilengkapi alat bantu jalan dan lampu penerangan. Selebihnya, silakan tanya ke klub pencinta alam dan rasakan sensasi caving di gua-gua Pacitan. Jangan salah, beberapa gua-gua Pacitan ini juga menyimpan peninggalan arkeologi pra-sejarah.

 


Ini salah satu sudut di Gua Gong, warna-warni itu karena lampu di dalam gua.

 

Pantainya Boleh Juga 

Berhubung diriku masih asing dengan yang namanya gua, maka diriku menyasar wilayah pantainya saja. Pantai pertama yang kudatangi adalah Pantai Teleng Ria. Ini semacam Parangtritisnya Pacitan dan berjarak 2 km dari kota. Hamparan pantainya luas namun sebagai obyek foto pantai kurang menarik karena tidak ada obyek uniknya. Pantai kedua, diriku pilih yang lebih menantang. Yaitu Pantai Klayar, jaraknya 30 km dari kota. Pantai ini sepi pengunjung dan ciamiknya, ini pantai bagus untuk obyek foto. Di beberapa batuan pantai ada yang menyemburkan air laut layaknya geyser. Namun tidak sempat diriku foto. Besar retribusi untuk masuk ke obyek wisata ini cukup murah rata-rata dibawah Rp 5.000.

 


Pagi-pagi di Pantai Teleng Ria dapet juga siluet pohon kayak gini.

 

Ada Apa di Dalam Kota?


Jadah Bakar dan Tahu Goreng buat teman nongkrong.


Berbincang dengan pengasuh Pak SBY semasa kecil.

Puas dengan obyek wisata alamnya dan sekarang mari kita lihat isi kotanya. Ternyata, kota Pacitan ini cuilik. Walau nggak cuilik-cuilik amat, tapi ya situ sama situ bisa saling kenal walau beda kelurahan. Eh ya, berhubung ini malam minggu diriku sambangi aja alun-alun kota Pacitan yang katanya disanalah tempat anak muda Pacitan kongkow-kongkow. Ternyata juga alun-alunnya biasa aja. Eh tapi disini lumayan asyik buat nongkrong karena ada santapan jadah bakar dan tahu goreng (walau rasanya kalah jauh sama Belalang Goreng, hehehe). Di kota Pacitan ini juga ada rumah orangtua Pak SBY yang kini didekorasi dengan foto-foto kegiatan Pak SBY semasa menjabat di pemerintahan (sekaligus kampanye Partai Demokrat). Hanya itu saja, tak ada yang lain dan menarik di kota ini. Terminal bus dan pasar saja jaraknya lumayan berdekatan.

 

Eh tapi tunggu dulu, itu bukan berarti Pacitan tidak layak disambangi sebagai lokasi tujuan wisata lho. Ingat-ingat saja keyword-nya (katakunci .red) Pacitan yaitu pantai dan gua. Dijamin wisatawan bakal terpuassskan dengan dua jenis obyek wisata itu.

 



Jadi saudara-saudara sekalian, kapan kita surfing dan caving di Pacitan? He.

 

Lewat...
Demi Pacitan ini lewatlah sudah Jogja Java Carnival 2009 dari bidikan kameraku. Hiks...
  • waktu ke Pacitan, selain ke strikeC/strikeTeleng
    Ria, saya juga mampir ke pantai Serau.

    Pasirnya putih, airnya biru, dan disebuah sudut ada
    karang bolongnya. keren dah pokoknya.. :D
    Kemarin itu ndak sempet ke Pantai Srau je, udah kesorean nanti ndak bisa balik ke Jogja
    morishigeSelasa, 27-Oktober-2009, 08:27
  • itu foto yang ada siluet puun..mana pantainya wij ?
    pantainya ada di belakang puun mba Frozzy :D
    frozzySelasa, 27-Oktober-2009, 09:27
  • Hmm, foto - foto pantainya bagus juga...........
    foto pantai hanya yang atas toh?
    PeinSelasa, 27-Oktober-2009, 11:56
  • jadi inget pas ke pacitan, ke sebuah pantai yang sepi (bukan di Teleng Ria), kami melihat anak kecil dibopong keluar dari air karena pingsan tersengat ubur-ubur!

    Pacitan emang masih segaris dengan barisan gunung 1000 yang membentang dari Gunungkidul-Wonogiri-Pacitan. pantas konturnya yg berkapur membuat banyak gua berada di sana.

    eh iya, gara-gara SBY juga, jalan dari Jogja ke Pacitan dibikin mulus lus.. :D
    Tapi saya pinginnya jalan ke Pacitan lempeng lurus kayak Jalan Solo itu, ndak pakai belok dan menukik segala macam...
    zamSelasa, 27-Oktober-2009, 12:01
  • ah mas wigya kmrn ke pacitan gak kasih kabar aku seh?cb kalo aku tahu pasti tak ajak klllng, aku rela jadi guide gratis kok...heheh
    Gimana mau ngasih kabar mas? Selama disana saya jadi supir kok. Ndak berani melawan kehendak majikan. :D
    drh. alekSelasa, 27-Oktober-2009, 17:48
  • koment ku kabur ke maannna???? kok nda keliatan????
    salah masukkan kode pasti..
    fiahSelasa, 27-Oktober-2009, 18:27
  • koment ulang dehhh....!!!

    diriku bertanya, apakah itu jadah bakar??? yang di samping na itu gula ya?? atw kelapa parut...!!!

    lebih tertarik ke pante na dr pada ke gua..cuantik euy....!!!!!
    Itu gula pasir dan bukan kelapa parut Fiah. Di Gua lebih sumpek dan pengap dibandingkan di pantai.
    fiahSelasa, 27-Oktober-2009, 18:30
  • Wah, knapa saiya takikut!

    Tp kalo ke gua gong, gua tabuhan dan teleng ria mah udah pernah..., he6

    Mengintrograsi ewie ah :p
    Iya ya...kenapa dirimu tak ikut? (mencoba ingat-ingat lagi alasanmu)
    eemSelasa, 27-Oktober-2009, 23:07
  • I have ever gone to this bay, Teleng Ria bay when I was at elementary school....
    Pantainya banyak batu karang yang banyak sisa-sisa kerang. Ada kjokenmodinger ato apa sih, sampah-sampah sisa masa lalu (alias jaman purba).
    Gara-gara di sini, aku jadi agak alergi sama "Gudeg" jogja, karena yang dibawa dari jogja jadi rasanya agak aneh setibanya di sini...
    Tapi pantai ini bagus (waktu itu)...
    Hanya saja saya tidak menyisakan kenangan apa-apa karena masih duduk di bangku SD (kalo ga salah)...
    Itu di sebelah mana yang kamu ceritakan itu Cob? Kok aku ndak tahu ya???
    yacob.ivanRabu, 28-Oktober-2009, 11:15
  • huaaaa... enak banget berpetualang terus-terusan hiks...
    Dunia dikuasai dengan petualangan Nyai :D
    iesRabu, 28-Oktober-2009, 11:28
  • Jadi ingat masa kuliah dulu, pernah ngubek2 pacitan dan sekitarnya...
    Pacitan memang menarik alamnya, mulai dari karst, sungai, pantai atau perbukitan. Jalan ke arah Pacitan Ponorogo jg sangat menarik, banyak bukit yg di potong untuk jalan shngga jadi semacam tembok raksasa di pinggir jalan (kiri jalan), sedangkan sebelah kanannya di batasi oleh sungai besar yg relatif landai (nama sungainya lupa). Coba ke arah utara dikit mas, ada kecamatan Punung, banyak produsen batu mulia/hias, dan ada sebuah sungai yg penuh peninggalan sejarah (kapak perimbas, beliung persegi dll), gak kalah ma yg di Sangiran.
    Saya lewat Kec. Punung tapi ndak sempet ngobrak-abrik sungainya mas Zefka, karena waktu saya terbatas disana. Lumayan jauh, 20 km dari kota Pacitan je.
    zefkaRabu, 28-Oktober-2009, 18:12
  • 1001 gua? banyak gua ya di sana...baru tau :)
    wah...jadah bakar, bener2 nikmat kalo pake kopi panas...
    Jadah bakar itu paling nikmat kalau disantap dengan wedang jahe :D
    geRrilyawanKamis, 29-Oktober-2009, 01:19
  • Lha,ktnya ombaknya khas pantai selatan yg berbahaya,tp kok ngajakin surfing?wedew..
    Mang bs surfing?weleh2..
    Tapi emang disana banyak yang surfing Ka, entah apa mereka sengaja cari perkara sama laut selatan...
    EkaKamis, 29-Oktober-2009, 12:43
  • kok ndak mapir ke trenggalek sekalian mas, ke pantai prigi atau pelang ...
    Aduh kangmas, saya kesana cuma hari Sabtu-Minggu. Kalau ada lebih dari seminggu pastilah saya mampir kemana-mana.
    adipati kademanganKamis, 29-Oktober-2009, 19:48
  • Wah, aku lupa, udah dulu banget....
    tapi di pantainya itu banyak banget batu-batu gede yang kayak ada tempelan kerang-kerangnya banyak...
    berati diriku mesti ke pantai di Pacitan lagi ney :D
    yacob.ivanJum'at, 30-Oktober-2009, 01:02
  • ibuku itu asalnya dari pacitan loh, wisna. keren kan?
    Masak? Saya belum pernah ketemu Ibumu.
    samsul arifinJum'at, 30-Oktober-2009, 05:17
  • Idahnya....
    Ini emang aslinya indah atau karna kameranya keren ya??
    Hehehe....

    Mupeng.
    Emang alam Pacitan yang indah mbak :)
    yustha ttJum'at, 30-Oktober-2009, 15:53
  • Wakakaka Gw baru mo nanya pantainya, ternyata udah ditanya frozzy...

    BTW Gua tabuhan sama Gua Gong itu Gua yang bisa buat maen musik kan ya mas? yang sering masuk Tv..
    Iya ya, saya malah lupa masukin foto pantainya,
    Gua Gong dan Tabuhan itu memang ada stalaktit berongga yang kalau diketuk bisa bunyi.
    Gandi WibowoSabtu, 31-Oktober-2009, 02:37
  • cuman sampe pantainya diriku
    lha kapan-kapan saya temani maen ke guanya mbah :D
    suwungMinggu, 01-November-2009, 13:30
  • Ngiler gue liat pantainya!
    bukan ngiler karena lihat foto saya toh? :D
    Eka Situmorang-SirJum'at, 06-November-2009, 14:06
  • wis, kok gak ada info ttg tarif sewa kamar hotel di sana...ato dirimu tidur di mobil ???? cos aku tahun baru rencana mo ke pacitan, jalur wonosari-pacitan klo malam rame kendaraan gak ya ?
    Saya tidur di rumah temen mas, irit biaya, hehehe. Kalau mau cari info penginapan bisa di nomer ini 0357 884535 itu Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan. Saya sarankan jangan malem kesananya, jalannya berkelok penuh jurang dan gelap!
    Hary AntoSabtu, 21-November-2009, 15:26

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi