
Kalau katanya Mas Momon ada banyak istilah untuk nyebut acara ngumpul bareng. Kalau pesertanya bapak-bapak, istilahnya ronda. Kalau ibu-ibu, istilahnya arisan. Nah, kalau para blogger istilahnya itu kopi darat. Yang sampai sekarang diriku masih bingung dengan padanan kata kopi dan darat untuk istilah ngumpul bareng.
Itulah yang terjadi di Jogja National Museum (bekas kampus ASRI), malam Jum’at Pahing (15/10/2009). Di museum itu digelar hajat akbar, Pesta Blogger 2009 Chapter Jogja yang termasuk rangkaian Road to Pesta Blogger 2009 sebelum berakhir di Jakarta tanggal 24 Oktober nanti. Informasi tentang acara ini sebenernya ada di harian Kompas edisi Jogja. Namun kehadiran diriku di acara ini sempat terombang-ambing.
Nyaris Tanpa Undangan
Itu karena baru hari Senin (tanggal 12) aku dapat undangan (invitation .red) via Facebook dari Mas Pitra kalau acara Pesta Blogger di Jogja bakal diadakan hari Kamis. Di undangan itu tertulis kalau peserta mesti daftar dulu karena tempat terbatas dan pendaftaran ditutup hari Jum’at (tanggal 9). Berati dah telat dunk?

Modal nekat aja aku ngontak Mbak Memeth, tetangga sebelah rumah, yang ternyata panitia konsumsi acara Pesta Blogger Jogja. Dibilangnya silakan datang aja, salahkan mas Pitra karena telat ngirim undangan (duh!), tapi ntar ndak dapet konsumsi (weleh!). Tapi ndilalah hari Kamis sore sebelum pergi ke lokasi, aku chatting sama mas Ndaru selaku pengampu konten di Publikana.com. Katanya member perwakilan Publikana.com masih kosong dan ditawarkan padaku. Jadilah diriku kesana sebagai perwakilan dari Publikana.com bersama mas Ndaru (keren kali!).
Nuansa Budaya Nusantara
Ini acara apaan sih? Ya acara kopi darat lah. Tatap muka sebagai sesama blogger. Karena toh selama ini hanya bisa bersua lewat kotak komentar saja. Acaranya cukup wah untuk ukuran kopi darat. Bukan karena didukung sponsor besar, tapi karena sekeliling tempat acara kental dengan nuansa budaya. Sebab:


Ada Pameran Kopi Nusantara dari Kedai Kopi Espresso Bar. Pengunjung bisa ngicip (gratis!) ragam kopi se-Nusantara. Macamnya Kopi Gayo, Lintong, Mandehling, Java, Toraja, dan banyak lagi. Ada banyak pula makanan tradisional dan jajanan pasar semacam Kue Putu, Nasi Janggo, dan Kipo.
Ada Pameran Batik Nusantara. Disana ditampilkan beragam motif batik dari seperti motif Jogja Pasca Gempa, Madura, Jombang, dan Kebumen. Pengunjung juga bisa belajar membatik dan dilombakan, yang bagus nanti dapat dua kain batik asli.
Di panggung utama digelar beragam macam tari-tarian tradisional. Seperti Tari Gambyong, Tari Cendrawasih, Tari Hedung, dan Tari Saman. Di penghujung acara, semua pengunjung menari Tari Persabahatan bersama-sama.

Sudah jelas disana kita bisa ketemu dan lihat langsung blogger-blogger yang meramaikan jagat maya. Namun seperti halnya acara kopi darat, bentuk acaranya hanya seperti itu saja. Maksudnya tidak ada diskusi mengenai topik yang hangat yang bisa menambah wacana para blogger. Memang pada pagi harinya digelar blogshop di PPTiK UGM. Yang menarik adalah Blogger Action yaitu gerakan menanam pohon mangga seperti yang bisa disimak di akudanpohonku.com. Sekiranya diriku ucapkan terima kasih dan salut kepada CahAndong yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini.

Semoga persatuan blogger Jogja makin erat dan semoga di masa mendatang banyak muncul wajah blogger-blogger baru yang memeriahkan jagat maya.
Apa pembaca sekalian juga turut memeriahkan Pesta Blogger 2009?















