Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Taklukkan Gunung Api Nglanggeran!
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Cuma Cari Susu di Boyolali


Ndak pakai kemenyan, cuma pakai SMS doang. Hari Jum’at (18/09/2009) siang itu aku ngundang Andreas ke rumahku. Diriku minta dianter ke Boyolali. Niat awalnya buat nyari batu. Tapi karena hari makin sore, jadinya kita putuskan untuk ke kota Boyolali aja. Soalnya diriku belum pernah sama sekali ke Boyolali!

 

Pamit ke orang-orang rumah. Ceritanya kita berdua mau ke Boyolali. Cuma mau cari susu kok. Lha memang cari apalagi? Setahuku kota yang banyak patung sapinya itu cuma terkenal dengan susunya. Susu sapi lho ya. Bukan susu yang lain. Maksudku susu kambing ato susu kuda.

 

Pergilah kita ke Boyolali. Jalurnya lewat Jl. Solo, ke kota Klaten, dan sehabis itu ke utara. Terus ikuti petunjuk rambu, hingga sampai ke kota Boyolali. Tapi jangan dikira gampang kesana. Soalnya kita berdua juga nyasar. Untung warga di sepanjang perjalanan baik-baik. Pernah manuver kita kayak orang linglung, terus pengemudi di belakang tanya kita mau kemana. Pernah juga tasku ndak sengaja terbuka, terus pengemudi di belakang mewanti-wanti. Ternyata di sekitar Boyolali masih banyak orang-orang baik.

Minum Susu di Pinggir Sawah.
Dua cowok kere(n) kurang kerjaan lagi minum susu di pinggir jalan.

 


Cuma Roti Bakar Rp 6.000.


Cuma Soto Ayam Rp 3.500 (SERIUS!)


Sampai di Boyolali, kita bingung mau nyari susu dimana. Diriku buka phonebook dan cari nama manusia ber-KTP Boyolali. Ketemu satu dan cuma satu. Kutelpon dirinya dan ia ngasih tunjuk arah. Tapi namanya nasib (atau takdir ya?), kita nyasar-nyasar di kota Boyolali! Kita muter-muter itu kayak orang linglung di Jl. Pandanaran cuma buat nyari susu! Setelah banyak membuang pulsa, akhirnya tempat jual susunya itu adalah lokasi dimana aku pertama kali nelpon dirinya! Apes tenan! Untung kita berdua dah ninggal kemaluan di Jogja.

 

 

Disana kita cuma beli susu. Dua susu cuma dikasih harga Rp 5.000. Sekalian aja beli roti bakar. Dua roti bakar cuma dikasih harga Rp 6.000. Terus kita pulang ke Jogja deh. Di pinggir sawah di sekitar jalan raya Kab. Jatinom kita buka puasa pakai susu dan roti bakar. Diriku yang puasa, Andreas kan Katolik jadi nemenin aja. Tapi susu sama roti doang belum kenyang. Di kota Klaten kita mampir di warung Soto Yunior (lupa namanya), di pinggir jalan utama kota Klaten. Sempet garuk-garuk kepala pas bayar, karena dua porsi soto dan dua teh panas cuma dikasih harga Rp 9.000. Kita masih berhenti lagi di Warung Sate Ayam di Jl. Solo, Kalasan. Yang ini normal, satu porsi harganya Rp 7.000. Pokoknya kita pesta kuliner malam hari itu.

 

Sampai di rumah. Eh, perutku jadi sakit. Dua hari kalau kentut baunya (amat-sangat) menyengat. Beh! Tenang aja, ini cuma gara-gara kebanyakan makan enak kok. Hehehe.

  • maap sudah lama ndak mampir mas, met idul fitri, mohon maap lahir batin.

    saya kemaren mudik ke solo juga lho, masih tetanggaan sama boyolali tho, tapi entah kenapa kalo main ke daerah-daerah sini saya selalu kebayang susu yang lain. hehe
    wah mas Stein, monggo-monggo, Mohon Maaf Lahir Batin juga. Lha kan sudah saya tulis kalau susunya itu susu sapi, susu kambing, atau susu kuda. Ndak ada susu yang lain mas. :D
    mas steinJum'at, 25-September-2009, 15:54
  • Boyolali itu merupakan kota penghasil susu. Jika ke Solo dan menemukan warung penjual susu segar, hampir bisa dipastikan susu tersebut dipasok dari Boyolali.

    Bapakku dulu sering banget membeli susu segar dari situ. Harganya masih sangat murah. Ketika pulang kerja, dia mampir dan beli susu 1 liter (masih mentah) dan sebelum diminum harus direbus dulu.

    cara merebus susu ini mirip-mirip dengan merebus santan. harus dijaga dan diaduk-aduk supaya susu tidak pecah dan rusak. susu yg segar itu warnanya agak kekuningan, dan sangat kental. baunya agak prengus sehingga sering dicampur air supaya "mengencerkan"..

    duh, kangen susu segar Shi-Jack.. aku pernah nulis soal shi jack ini di blog jengjeng. silakan dicari.. (kalo mau) :D
    Weh! Ternyata Mas Zam lebih paham soal susu :D

    Oke mas akan saya cari itu Susu Shi-Jack kalau sempet.
    zamJum'at, 25-September-2009, 19:38
  • Kenapa banyak kata "cuma"?

    Kok gaya nulismu berubah mas? gak tau berubah dimana, tapi baca artikel kali ini saya ngerasa lagi bukan baca tulisanmu..
    Ini memang gaya tulisan saya yang lawas, pernah dipakai tahun 2007. Kebetulan gaya tulisan ini tergolong "nakal" loncat ksana-sini. Karena pas nulis ini saya lagi "nakal". hehehe
    Gandi WibowoJum'at, 25-September-2009, 23:03
  • Mas,
    Met lebaran yaa... maaf lahir batin.
    Roti bakar yang enak itu ada di kampung kami di Siantar..... sedapppppppp banged, dibakar dengan selai srikaya.
    Sama-sama Bu, Maaf Lahir Batin ya. Wah-wah, Pematang Siantar juga terkenal sebagai penghasil selai Srikaya toh? Baru tahu saya.
    zeeSabtu, 26-September-2009, 15:45
  • Kan ada lagu campur sari " barange pancen cilik, isine mung thitik, nanging gede paedahe ...", kirain susu, nggak taunya Susu Boyolali.

    Selamat Idul Fitri 1430 H
    Minal aidin wal faizin
    Maaf lahir batin
    Salam hangat dari Surabaya
    Hohoho, susu Boyolali dicampur-sarikan. Salam hangat juga dari Jogja.
    Pakde CholikSabtu, 26-September-2009, 19:56
  • Lah...dah melanglang ke mana-mana blm prnh ke Boyolali?
    Emang cm nyari susu (sapi), Wij...tp puas kan bs jln2 ke tmpt yg blm prnh dikunjungi?
    Eh, maaf lahir batin ya...
    yang belum pernah saya kunjungi itu Boyolali, Blora, Batang, Banjarnegara, pokoknya banyak deh! Mohon maaf lahir batin juga Mbak Yoes.
    Yoes MenoezSabtu, 26-September-2009, 21:10
  • iya nih, kata "cuma"-nya kok dimerah-merahin gitu? kaya mau dijadikan kata kunci gitu. ga mudheng apa maksudnya.
    diriku terlalu berpikir yang rumit-rumit Pin. :)
    samsul arifinMinggu, 27-September-2009, 08:56
  • makan mulu deh
    cumiCUma MIskol :p
    cumaCUma MAkan?
    dari kamar dapet akses internet gratisan loh :p
    memang cuma makan tapi kok ya nggak gemuk ya?
    tiaMinggu, 27-September-2009, 09:14
  • Iya, bener kata zam. Kalo gak salah namanya susu shi-jack. Mantab bener kalo makan sambil nangkring (ankringan maksudnya)
    hohoho, saya jadi makin penasaran nih ngicip susu Shi-Jack yang namanya aneh-aneh ituh.
    adipati kademanganSelasa, 29-September-2009, 17:28
  • Ini jelas ngiming imingi. Makanan enak dengan harga murrahh diposting dengan kata ^cuma^
    apalagi saya kasih warna merah :D
    Mandor tempeSelasa, 29-September-2009, 17:34
  • cuma mau komen kalo itu harga makanannya murah2 bgt. Kenapa gak minta cuma-cuma seklaian?

    and kenapa kata cuma selalu di highlight? )
    Itu untuk memberi tekanan kepada kata cuma mbak. Lagipula saya ndak mau menekan penjualnya untuk ngasih cuma-cuma ke saya n Andreas. :)
    Eka Situmorang - sirSelasa, 29-September-2009, 23:51
  • ngak mampir ke mboke soewoeng bos? di teras bos
    waduh! masak mesti saingan sama dirimu mbah? ndak enak aku...he3 :p
    suwungSabtu, 03-Oktober-2009, 20:30
  • dik,maaf lahur batin ya..orang tua banyak salahnya.
    tapi gregetan nih nggak cari candi lawang di boyolali
    he...he...malah s u s u.....
    tapi makasih info candi klodangan,saya muter-muter
    ke berbah nggak ketemu.
    Mohon maaf lahir batin juga Bu. Semoga dengan ini Ibu ndak kesasar lagi, hehehe.
    murwaniMinggu, 04-Oktober-2009, 08:15
  • Kisanak ternyata pengkonsumsi susu sapi.. weeeee........... biar tdk bisa di bedakan ya? Di jitak
    dibedakan antara apa? Sapi? kalau gitu saya minum susu onta aja ya biar perbedaannya kelihatan jelas :D
    iesSelasa, 06-Oktober-2009, 11:27

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi