Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Gebang
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Akhir-Akhir Ini


Akhir-akhir ini banyak yang bilang diriku menyedihkan. Karena ndak pulang kampung. Kampungku sendiri ya disini, di Jogja ini. Maksudnya mereka ndak kumpul sama orangtua pas lebaran ini. Ada yang bilang diriku ini kurang kasih-sayang. Jadi terlantar (katanya) karena ndak punya pacar. Ada yang bilang diriku ndak usah keras kepala. Disuruh cari kasih-sayang katanya. Hahahaha. Diriku tertawa.

 

Akhir-akhir ini semua orang bereuforia. Bergembira ria. Mau pulang kampung katanya. Mau kumpul sama orangtua katanya. Mau reunian sama teman-teman katanya. Diriku yang ndak apa-apa ini dibilang menyedihkan. Kenapa ya mereka sebut diriku menyedihkan? Ah, mungkin karena aku terlalu banyak menyinggung masalah-masalah itu di muka mereka. Ah, lagipula mereka sendiri yang tanya. Ah, jangan-jangan aku bahas ini aku bisa dibilang tambah menyedihkan? Ya udah deh, ndak jadi bahas ini.

 

 

Gini aja.

 

Akhir-akhir ini Jogja jadi rame. Rame manusia. Rame kendaraan. Malam lebaran diriku mblusuk laper, cari ganjel perut. Eh, di jalan penuh sama pawai takbiran. Petasan dan merecon bunyi dimana-mana. Jadinya macet deh. Jadinya sebel deh. Tapi kalau dipikir, Winky yang di Belanda atau Mbak Mon yang di Thailand kan ndak ngalami yang kayak gini. Ya udah dinikmatin aja. Eh, di jalan ketemu sama Atik (Geodesi ’04) temen satu proyek. Ngobrol-ngobrol soal kerjaan. Malam lebaran akhirnya lembur proyek deh.

 

Akhir-akhir ini Jogja jadi rame banget. Coba deh lihat di Jl. Malioboro, Jl. Solo, atau Jl. Magelang. Hiiii! Penuh sama benda minum bensin! Kayaknya seluruh Indonesia itu tumpah di Jogja. Mana nih Jogja yang nyaman? Ah, tapi kan cuma akhir-akhir ini aja. Pas musim lebaran aja. Kalau ke Jogja belum afdol kalau belum ke Malioboro, belum makan Gudeg, belum ke Kaliurang, belum ke Prambanan, belum ke Borobudur.

 

Pawai Takbiran
Pawai Takbiran di Kota Jogja.

 

Eh, tahu ndak aku dari tadi bicarain apa?

 

Akhir-akhir ini. Itu euforia kawan. Karena lebaran aja orang-orang jadi pulang kampung, jadi minta maaf, jadi bikin penuh Jogja. Setelah itu? Seakan melupakan semua-semuanya. Seakan lupa kalau punya dosa. Ya karena akhir-akhir ini aja semua jadi kayak gini. Pertanyaannya kalau setiap hari seperti ini kayak gimana? Karena itu aku ndak pulang kampung. Aku anggap hari lebaran itu hari biasa. Ndak ada aturan "karena lebaran maka...". Kalau di hari ini kita minta maaf dan besok sudah bikin dosa lagi?

 

Karena itu anggap aja hari lebaran hari biasa.

Kemarin, sekarang, atau besok kita minta maaf lagi, kembali fitri lagi.

Kemarin, sekarang, atau besok kita puasa lagi, menahan diri lagi.

Jadi ndak ada itu aturan "Akhir-akhir ini..."

Perlahan, kita mulai kehilangan makna kesakralan hidup...

  • halloo..!!
    siapa bilang kamu menyedihkan?? nggak ah!
    akhir2 ini, aku malah dimarahin terus, hehehe,
    bensin satu liter 4500, tapi kalo yang dikasih bensin aku jadinya satu liter 5000, hohoho.
    kamu juga yang bandel sih! Bensinmu 1 liter 5000, tapi boros, masak Jogja-Bantul aja 5000?
    tiaRabu, 23-September-2009, 11:09
  • Pathetic or not is juz a perspective, the same like what u said about the meaning of Lebaran.

    Nah, kapan ya lu bisa mulai bantuin gue? )
    Proyek kita ituuuu lho hhehehhe
    aih aih aih, itu orang-orang memang bilang saya menyedihkan walau saya ndak berpikir seperti itu.

    Ayo mbak kita mulai aja proyeknya! YM saya klo udah siap :D
    Eka Situmorang - sirRabu, 23-September-2009, 11:52
  • losin the sacred feeling?

    then, start feeling one by ourselves.

    btw, aku kok g bisa komen t4 yacob yak?
    invalid code mulu..
    msak invalid code? coba di-refresh codenya.
    ekaRabu, 23-September-2009, 20:13
  • pantesan durung sungkem ma ortu!

    Lebaran kan ga hanya buat maaf2an, tp jg tuk ngaruhke kabar sedulur, kapan lg bs lbh kenal/ketemu sedulur klo ndak pas syawalan trah?
    ya iyalah kan diriku dah cerita klo aq ndak mudik? Ah, kenal sedulur, kan bisa dateng silaturahmi, S-E-N-D-I-R-I, tanpa mesti jadi pajangan orangtua. :D
    emRabu, 23-September-2009, 22:06
  • aku ga mau bilang,
    "wisna menyedihkan deh"
    tapi:
    "wisna menggelikan deh"
    hehehe
    ckckck...Ipin...Ipin...
    samsul arifinKamis, 24-September-2009, 15:33
  • Makanya, pergilah merantau, biar tau rasanya pulang kampung.. Ha ha ha!!
    Ini rantau mas, diriku di Jogja, padahal KTP Jancukarta. Piye?
    ZamKamis, 24-September-2009, 22:49
  • setuju mas... Lebaran itu hari biasa kok.. cuma bedanya ada shalat ied-nya.
    sama ketupat dan opor ayamnya!
    Gandi WibowoJum'at, 25-September-2009, 23:09

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi