Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Risan
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Get a Portrait


Belakangan ini aku lagi gemar-gemarnya memfoto obyek wajah manusia yang dikenal dengan nama Potrait. Seneng aja sih memfoto potrait, soalnya obyeknya jelas hanya satu yaitu wajah manusia jadinya nggak perlu repot-repot ngatur komposisi dengan obyek lain. Soal obyeknya sendiri sih nggak jauh-jauh amat, paling juga anak-anak math yang sering muncul di Himatika atau di sekitar kampus.

Lensa kit AF-S DX 18-135mm yang kugunakan memang bukan lensa Potrait yang bagus. Ketajamannya sih oke (karena selalu pakai bukaan f5.6) namun yang jadi masalah adalah faktor distorsinya, karena Potrait biasanya memakai lensa di panjang 50mm-70mm. Tapi untunglah muka manusia nggak dibentuk oleh garis-garis lurus jadi efek distorsi nggak begitu jelas.

Katanya sih urusannya fotografer adalah menjadikan obyek yang jelek menjadi tampak bagus saat berada dalam foto. Termasuk juga dalam kasus memotret wajah manusia. Ada orang yang jelek kalau dilihat dari sudut pandang tertentu dan si fotografer harus jeli mencari sudut pandang lain. Apalagi kebanyakan obyek Potraitku adalah wanita yang wajar kalau ingin fotonya tampak cantik kalau bisa lebih cantik dari aslinya. Duh! Tapi foto-foto yang kuhasilkan biasanya sih terkesan kaku dan formal banget. Namanya juga baru belajar...

buka puasa bareng math 2004
Buka Puasa Bareng Math 2004. Foto dengan banyak orang seperti ini
termasuk foto potrait juga. Foto potrait yang
bagus adalah ketika semua wajah yang ada fokus.

Dan memang itulah yang terjadi, ketika ada yang ingin kufoto Potrait dengan segera panjang Lensa kujadikan 50mm-70mm, ISO 200-400, Center-Weighted Metering, Av dengan f5.6 dan shoot! Persetan dengan White Balance! Yang terpenting setelah sampai di rumah foto tadi diolah lagi pakai Adobe Photoshop CS2 dengan RAW Plug-In. Susahnya lantas muncul kembali yaitu gimana mengolah foto tadi agar warna terlihat natural, terutama warna kulit. Biasanya kan orang-orang pingin warnya kulitnya jadi lebih putih tapi kalau terlalu putih nanti jadi kelihatan aneh.

Tapi setelah proses yang makan waktu kurang dari setengah jam tersebut, foto-foto Potrait siap untuk dinikmati. Siap untuk dibakar dan ditaruh ke komputer Himatika.
  • mana contoh hasil potrait nya?..

    nggak ada yang di web ini ya?....

    di komp...hima nggak semua anak menikmati dunk...
    nggak semua orang ke hima....

    yang bukan anak math...gimna?...
    hehe
    AkuKamis, 30-Agustus-2007, 00:26

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi