Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Kirab Pusaka Dunia OWHC
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Selasa, 01-Januari-2008, 07:14

Dilihat:
402 kali

Ada 0 komentar:


    [kotak komentar]

    Malam Kesenian


    Salah satu rangkaian acara konfrensi matematika yang digelar oleh SEAMS adalah Malam Kesenian yang digelar pada hari Rabu, 25 Juli 2007. Karena aku termasuk sebagai salah satu panitia maka aku tidak menyia-nyiakan waktu untuk hadir di Malam Kesenian. Alasannya apalagi kalau bukan untuk memfoto :).


    Nikon D80 + AF-S DX 18-135mm f/3.5-5.6 IF-ED @ 62mm, f5.3, 1/25 sec, ISO-1600

    Malam Kesenian berlangsung di gedung Purna Budaya UGM yang masih dalam tahap renovasi. Di sana terdapat panggung yang cukup besar, namun sayangnya latar belakang panggung bukanlah objek yang menarik untuk difoto. Padahal aku adalah panitia di bagian dekorasi dan yang membuat tampilan latar belakang yang disorot LCD adalah aku...hehehehe...

    Malam Kesenian menampilkan sejumlah tari-tarian daerah yang melibatkan Unit Kesenian Jogja Gaya Surakarta UGM, Unit Tari Bali, Perhimpunan Mahasiswa Aceh, dan Perhimpunan Mahasiswa Kalimantan. Selain itu adapula penampilan dari keluarga dosen jurusan Matematika UGM. Ada banyak sekali objek untuk difoto kan? Hmmm...


    Nikon D80 + AF-S DX 18-135mm f/3.5-5.6 IF-ED @ 18mm, f3.5, 1/35 sec, ISO-1600

    Pukul 19.00 dimulailah pergelaran Malam Kesenian. Ada banyak kamera mulai dari kamera poket sampai dengan kamera SLR mengabadikan momen Malam Kesenian. Salah satu dari sekian banyak fotografer yang ‘hunting’ foto pada malam itu adalah Azwin yang juga panitia konfrensi. Aku sempat diajari teknik memfoto tari-tarian oleh Azwin yaitu tunggu hingga sang penari berhenti bergerak, karena setiap gerakan tari-tarian itu mengandung makna. Azwin memakai kamera Nikon D70 dengan flash eksternal (tidak tahu mereknya) dan lensa kit AF-S DX 18-70mm. Selain Azwin aku juga berjumpa dengan mahasiswa wanita (aku lupa tidak tanya namanya) yang ternyata adalah teman salah satu panitia konfrensi bernama Farid. Dia menggunakan kamera Nikon D40 dengan lensa kit AF-S DX 18-55mm dan lensa zoom panjang AF 70-300mm G. Tidak hanya mereka, aku juga melihat beberapa bapak-bapak peserta konfrensi menenteng-nenteng kamera Canon EOS seri D.

    Aku berada di antara pilihan yang sangat sulit, antara memfoto para penari atau memfoto khalayak yang hadir di malam itu. Pilihan akhirnya jatuh pada memfoto para penari, namun aku masih dilanda kebingungan antara makan dan memfoto! Duh! Karena setiap kali aku hendak makan selalu saja aku disela oleh penampilan tari-tarian, sehingga aku makan hanya sedikit. Aku tidak terlalu menyesal karena tidak bisa mengicip seluruh makanan yang tersedia (weleh!) karena aku puas memfoto pada malam hari itu.

    Beberapa catatan tentang memfoto Malam Kesenian :
    • Kondisi pencahayaan panggung yang remang-remang mengharuskan untuk memakai ISO 1600. Itupun masih beresiko gambar blur karena kecepatan rana berkisar antara 1/20-1/35. Bagi pengguna kamera poket tidak ada jalan lain selain menggunakan flash.
    • Dengan cahaya yang remang-remang, menggunakan focal length terpanjang (zoom panjang maksimal) sama saja dengan bunuh diri apalagi kalau bukaan diafragma maksimal lensa tidak mencapai f2.8. Seperti yang dikeluhkan oleh mahasiswa wanita yang menggunakan lensa AF 70-300mm G.
    • Karenanya apabila ingin melakukan zoom panjang, jalan satu-satunya dengan menggunakan focal length terbatas di kisaran bukaan diafragma f3.5 - f4.5 dengan ISO 1600. Konsekuensinya sang fotografer harus berani untuk mendekat ke arah para penari. Namun karena para penari aktif bergerak maka gambar akan beresiko untuk buram karena gerakan penari bukan karena camera-shake. Untuk mengatasi hal ini salah satu jalannya adalah menggunakan lensa cepat, yaitu lensa dengan bukaan maksimal f2.8.
    • Menunggu saat penari berhenti bergerak adalah momen yang tepat untuk memfoto. Namun karena biasanya para penari berhenti untuk waktu yang sangat singkat maka fotografer harus jeli dalam mengambil kesempatan yang terbatas itu.


    • Nikon D80 + AF-S DX 18-135mm f/3.5-5.6 IF-ED @ 58mm, f5.3, 1/6 sec, ISO-1600


        Nama
        E-Mail  
        (tidak wajib)
        Blog  
        (tidak wajib)
        Pesan  
        (tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
        Kode Verifikasi