Lombok, Sungai ke Laut
Pemandangan dari Tanjung Aan, sayang cuacanya mendung.
Nusa dalam bahasa Sansekerta memiliki arti
pulau. Sehingga Nusa Tenggara Barat dapat diartikan sebagai pulau di tenggara barat Indonesia. Propinsi Nusa Tenggara Barat ini memiliki dua pulau besar yaitu
Pulau Lombok dan
Pulau Sumbawa. Ibukota propinsinya,
Mataram, berada di Pulau Lombok yang berada di timur Pulau Bali. Kalau dirunut semenjak aku kecil, aku sudah pernah menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, Jawa,
Bali, dan kini Lombok. Apa ada yang berbeda di Pulau Lombok dari ketiga pulau yang pernah aku kunjungi itu?
Untuk destinasi liburan, mayoritas orang-orang akan memilih Pulau Bali ketimbang Pulau Lombok. Padahal jarak Pulau Bali ke Pulau Lombok hanya dipisahkan oleh Selat Lombok. Apa Pulau Lombok kalah pesona dibandingkan Pulau Bali? Jangan salah, di Pulau Lombok juga bisa ditemui banyak obyek wisata; ada pantai, ada gunung, tapi mungkin yang kurang memang budayanya. Bagi pendatang, budaya masyarakat Bali yang masih lestari menimbulkan daya tarik tambahan sebagai pendukung kota pariwisata.
Suasana pagi di Pantai Kuta, Lombok.
Pantai Pasir Putih
Pantai yang pasirnya putih!
Bicara soal pesona alam pulau Lombok, nggak afdol kayaknya kalau tidak menyinggung tentang pantainya. Dalam perjalanan kali ini aku berkesempatan untuk mengunjungi
Pantai Kuta yang berada di Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah. Jarak pantai ini dari kota Mataram sekitar 62 km atau hampir 1 jam perjalanan ditempuh lewat jalur darat. Jalan menuju kesana sudah beraspal, namun konturnya naik-turun dan relatif sempit. Plus jalan ini minim penerangan di malam hari. Kalau naik taksi dari kota Mataram ke Pantai Kuta, tarifnya sekitar Rp 160.000 (pakai argo) dan tidak ada angkutan umum menuju kesana.
Pantai Kuta di Pulau Lombok berbeda dengan Pantai Kuta di Pulau Bali. Perbedaan yang PALING mencolok adalah Pantai Kuta ini SEPI pengunjung. Perbedaan yang kedua adalah pasir di Pantai Kuta ini putih dan beberapa diantaranya berukuran seperti biji lada. Obyek menarik lainnya adalah
Tanjung Aan, jaraknya kurang lebih 7 km dari Pantai Kuta. Di Tanjung Aan ini kita bisa menyaksikan pemandangan laut yang terhampar luas. Kalau datang kemari di pagi hari, dijamin kita bakal terbebas dari
pungutan retribusi kepungan penjual asongan.
Salah satu sungai di kaki Gunung Rinjani.
Air Pegunungan
Gunung Rinjani adalah gunung terbesar di Pulau Lombok dan merupakan salah satu tempat pendakian di Indonesia yang diminati oleh wisatawan asing maupun domestik. Keunikan Gunung Rinjani sebagai gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini adalah keberadaan danau kaldera yang bernama
Segara Anak seluas 11 ribu meter persegi. Segara Anak inilah sumber air yang mengaliri sungai di pulau Lombok. Salah satu aliran air itu menciptakan sebuah air terjun yang ada di Desa Senaru, Kec. Bayan, Kab. Lombok Barat. Jaraknya dari kota Mataram hanya sekitar 90 km. Hanya dengan retribusi Rp 5.000 per orang, pengunjung dapat menyaksikan keindahan air terjun
Sendang Gile yang bertingkat.
Banyak bule yang wira-wiri di sungai.
Kurang puas dengan air terjun yang itu-itu aja? Kunjungi juga air terjun
Tiu Kelep yang "hanya" berjarak setengah kilo dari Sendang Gile. Untuk mencapai ke air terjun Tiu Kelep, pengunjung bisa menyewa guide atau mblusuk di tengah hutan kayak aku ini. Perlu diperhatikan bahwa jalan menuju Tiu Kelep itu sangat
e-di-yan! Harus keluar-masuk sungai yang arusnya lumayan deras! Tapi dijamin, nggak bakal sia-sia melihat Tiu Kelep, karena suasananya seperti
lost paradise. Satu lagi, jangan lupa buat mandi di air terjun Tiu Kelep karena mitos menyebutkan kalau mandi disana bakal awet
tua muda.

  Â
Air terjun Sendang Gile (kiri) dan Tiu Kelep (kanan).
(Klik Untuk Memperbesar)
Hati-Hati Motret!
Aksi tukang potret di Pulau Lombok.
Obyek wisata di pulau Lombok yang aku kunjungi kali ini, sangat erat dengan air alias benda yang basah. Karena itu kamera harus dijaga dan diperhatikan betul. Untuk memotret di pantai misalnya, berhati-hatilah memijak pasir pantai karena ombak laut cukup besar. Di sungai, gunakan selalu tripod (aku pakai Velbon Sherpa 600) dengan arti benamkan tripod ke dalam air sungai! Catatan khusus untuk pemotretan air terjun, kamera bisa basah kuyup karena butiran air dari air terjun yang diterbangkan angin. Untuk itu lindungi kamera dengan plastik. Pokoknya,
jangan sampai benda bernilai jutaan rupiah itu rusak karena penggunanya jatuh ke air!