Candi Cangkuang
Coba tanya orang-orang tentang Kabupaten Garut, mayoritas bakal menyebut makanan
Dodol Garut. Mari kita ubah anggapan itu, karena Garut memiliki sebuah candi Hindu yang pertama kali dieksploitasi di propinsi Jawa Barat. Nama candi itu adalah Candi Cangkuang, letaknya di Desa Cangkuang, Kec. Leles, Kab. Garut, Jawa Barat. Kebetulan pas aku di Bandung, hari Minggu (12/07/2009) pagi aku menyempatkan diri kesana.
Dari Bandung ke Garut
Untuk mencapai candi tersebut cukup mudah, terutama bagi anda yang membawa kendaraan pribadi.
- Bila anda tinggal di Kota Bandung, silakan masuk Gerbang Tol Pasteur, menempuh jalan tol sejauh 30 km, dan keluar di Gerbang Tol Cileunyi. Bayar Rp 6.000 buat biaya tol (soalnya aku naik mobil).
- Disana tinggal telusuri saja Jl. Raya Rancaekek menuju Garut. Oh iya, di Jl. Raya Rancaekek km 25 ada juga Candi Bojongmenje.
- Melewati Jl. Raya Rancaekek ini nanti akan tiba di Nagreg. Udah tau dong kontur jalan di Nagreg? Kondisi kendaraan harus prima kalau nggak mau tersiksa melewati jalanan terjal selepas pasar Nagreg. Saranku berangkatnya harus pagi, biar jalan nggak terlalu padat kendaraan.
- Dari Nagreg ini ikuti aja jalan ke arah Garut, tepatnya ke Kec. Leles. Nah, ikuti juga papan petunjuk ke obyek wisata Situ Cangkuang. Eh, Situ kan artinya danau dalam bahasa Sunda?
Candi Cangkuang.
(Klik Untuk Memperbesar)
Bukankah kita lagi nyari candi? Tenang dulu, yang penting nikmati aja perjalanan sejauh 46 km dari Bandung atau sekitar 45 menit ini.
Sampailah kita di obyek wisata Situ Cangkuang, danau yang terletak di Kec. Leles! Bayar dulu parkir kendaraan Rp 5.000 buat mobil dan Rp 2.000 buat motor. Untuk masuk ke obyek wisata Situ Cangkuang, pengunjung dikenakan biaya Rp 2.000 per orang. Nah, terhamparlah pemandangan indah danau yang dikelilingi pegunungan dan sawah yang hijau. Cantik bener, Subhanallah, bagus lho buat obyek foto. Tapi lagi-lagi dimana candinya? Dan diriku jawab,
candinya ada di pulau di tengah danau!
Situ Cangkuang, penuh dengan teratai dan alga, tapi airnya agak banyak sampahnya.
Cari Batu Pakai Perahu
Pakai perahu gethek buat nyebrang ke pulau.
Site museum, tempat informasi dan isi bukutamu.
Rumah adat di Kampung Pulo yang atapnya dari ijuk.
Bentuk nisan di kuburan Kampung Pulo.
Unsur megalitikumnya masih kental, mirip dolmen.
Al-Qur'an peninggal Mbah Dalem Arif Muhammad.
Candi
di kaki gunung, Candi
di tengah sawah, Candi di
kebun salak, pernah lihat semua, tapi Candi di pulau di tengah danau??? Cara untuk menyebrang ke pulau adalah dengan naik perahu. Tarif angkutnya Rp 3.000 per orang, tapi harus nunggu 25 orang baru perahunya mau jalan. Payah! Ada ide lain? Negosiasi aja dengan paguyuban pendayung perahu. Waktu itu aku datang kepagian, jam 08.00 dan yang di perahu ada 7 orang. Setelah negosiasi, diputuskan bayar Rp 7.000 per orang. Gak apa-apa lah, tapi bukan aku yang negosiasi soalnya
aku sama sekali nggak paham bahasa Sunda! Kalau kita kepingin balik dari pulau, kita bisa ngomong ke pendayung perahu, nanti dianterin dan dia bakal balik ke pulau lagi nunggu penumpang lain yang belum kembali. Kalau mabuk air
(masak ada!) bisa juga ke pulau dengan outbond menyusuri jalan pegunungan tapi lebih jauh dan pastinya lebih menantang.
Candi Cangkuang berdiri sendiri, tidak ada candi perwara, menghadap ke Timur dan di dalamnya terdapat arca Syiwa. Pada tahun 1893 pria berkebangsaan Belanda,
Vorderman, melaporkan bahwa di tempat tersebut terdapat makam kuno dan arca yang rusak. Pada tahun 1966 Tim Sejarah Leles dan BP3 mulai meneliti situs tersebut dan diketahui terdapat struktur kaki candi. Sayangnya batu-batu candi sudah banyak yang lenyap, diantaranya dipakai sebagai nisan, jadi yang tersisa hanya sekitar 40% dari bebatuan asli. Proses pemugaran candi berlangsung dari tahun 1974 – 1976.
Kampung Pulo
Adanya candi Hindu di tempat ini menandakan bahwa dahulu kala terdapat pemukiman penududuk di dekat tempat ini. Benar bahwa Candi Cangkuang ini tidak sendirian, karena disebelah utara candi ada sebuah makam kuno milik
Embah Dalem Arif Muhammad. Beliau adalah salah satu pimpinan prajurit Kerajaan Mataram yang mengasingkan diri karena kalah perang melawan Belanda. Di tempat ini beliau menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat yang mayoritas beragama Hindu, Animisme, dan Dinamisme. Hasil dari dakwahnya itu adalah sebuah kampung adat bernama Kampung Pulo yang walaupun berlandaskan Islam masih kental dengan adat istiadat dan tradisi. Salah satu contohnya adalah bangunan di Kampung Pulo ini hanya satu masjid dan 6 rumah. Masing-masing rumah ditempati satu kepala keluarga, dan diwariskan kepada pihak perempuan. Kalau ada anak lelaki yang menikah maka selambat-lambatnya 2 minggu setelah pernikahan, anak itu beserta keluarga barunya harus pergi dari Kampung Pulo.
Diriku terpuaskan berada di obyek wisata ini, selain karena ada candinya (hohoho) pemandangan alamnya juga bagus,
kombinasi danau, gunung, dan sawah. Selain itu masyarakat sekitar khususnya Desa Cangkuang cukup tanggap, karena ada banyak usaha-usaha kecil yang berdiri untuk membuat wisatawan merasa nyaman. Sukses deh menerapkan konsep desa wisata. Di pulau ini juga terdapat
Site Museum yang memuat banyak informasi dan peninggalan Candi Cangkuang dan Kampung Pulo. Termasuk diantaranya Al-Qur’an milik Embah Dalem Arif Muhammad dan
foto "penampakan" di Candi Cangkuang. Hiiii.
Mau cari sawah yang pemandangannya gunung? Disini ada banyak!
Buku Panduan Rasa Skripsi
Oh ya artikel ini merujuk kepada buku berjudul
Cagar Budaya Candi Cangkuang dan Sekitarnya, karangan
Zaki Munawar SH yang dapat diperoleh di Site Museum seharga Rp 20.000. Nggak sia-sia aku beli buku ini, karena ada banyak informasi di dalamnya dan uniknya...buku ini menganut
format skripsi! Dimulai dari Kata Pengantar, BAB I PENDAHULUAN, sampai BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. Salut deh buat A’a Zaki Munawar SH
(sarjana hukum, bukan sarjana arkeologi lho!) atas karyanya ini.
Cangkuang...
Nama itu berasal dari jenis pohon pandan, Pandanus furcatus, yang dahulu kala banyak tumbuh di tempat ini.
wah bukan main......
kemampuan mas ini bertutur dengan dokumentasi foto yg lengkap membuat blog ini menarik.
ini blog yg bagus, beneran!
saya suka sekali lihat foto teratai (even banyak sampah) dan foto gunung itu.... serasa cuci mata...
hehehe, makasih mbak Zee buat pujiannya. Semoga makin mahir lagi untuk bikin artikel dan motret yang bagus lagi.
zeeSelasa, 21-Juli-2009, 07:49
Wah...long weekend yang keren..ups, tanggal 12 ya, kirain liburan kemarin.. Senang ya dik bisa jalan2 ke sana. Mana pemandangannya keren pula. Info darimu cukup bikin pembaca nabung buat ke sana..hehe...
Btw yang nulis juga Sarjana Matematika lho bukan Sarjana Arkheologi...hehehe...
Itu tanggal 12 juga long weekend mbak, soalnya saya kan libur seminggu pas Pemilu Presiden kemarin. Iya nih, kok ya orang matematika nulis arkeologi yah?
aku dpt copian bukunya gaaa??
Kirim alamat rumah mbak ke saya deh.
vinnaSelasa, 21-Juli-2009, 10:56
Kereeenn....
Iya nih, wisna makin pinter aja ngiming2-i pembaca...:D
"Mau cari sawah yang pemandangannya gunung?" - Kalo nur sih mending pulang kampung. Latar sawahnya Gunung Kawi. Fufufu...
kan saya promosi keindahan pesona negeri kita ini agar pariwisata di daerah bisa terdongkrak. Ntar, saya cari dulu dimana Gunung Kawi ituh.
nurRabu, 22-Juli-2009, 06:56
aku juga mau bukunya.
Yoo,ntar dirimu tak kopikan juga
agatha mahadikaRabu, 22-Juli-2009, 11:58
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
Salam damai juga kang Boed!
KangBoedRabu, 22-Juli-2009, 14:50
meangis melihat foto2nya
indaaaaah bgt...
Duh mbak, air matanya mbok jangan sampai jatuh ke lantai. :)
Trims buat pujiannya.
Wew..
Republik ini memang jagonya situs2 budaya..
Dimana2 selalu ada..
Dan tak pernah sama pula..
Hehehe..
Bagus potonya mas..
Skalian promo budaya.. :D
Yah, ini cara saya mas Budi untuk mengapresiasi potensi negara kita dan sekaligus menjaga serta mempublikasikannya, hehehe.
kapan jalan2 nyong?
dah dibahas kan :D
andreasJum'at, 24-Juli-2009, 10:50
sampeyan pernah berpikir untuk membukukan penjelajahan sampeyan gak mas? sayang sekali kalo ndak dibukukan, kan bisa dipake sebagai dokumentasi candi kita.
Itu sering kepikiran kali mas! Tapi lagi-lagi terkait birokrasi, soalnya foto Candi kan ndak boleh dipublikasikan atas dasar komersial klo belum dapet ijin dari BP3.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
salam juga kang Boed :)
Saya pernah mengunjungi Candi Cangkuang dan Kampung Pulo memang suasananya sangat sejuk dan damai.
Mungkin tinggal masyarakat dan pemerintahnya untuk meningkatkan pemeliharaannya untuk menjaga kelestariaanya.
hatur nuhun kanggo ka Pak Zaky anu parantos ngajajap abdi.
Memang sejuk dan damai disana mas, pantaslah disebut sebagai obyek wisata andalan di Garut. Tapi sayang danaunya masih ada yang terkotori dengan plastik. Nuhun juga Kang Zaky.
DadoMinggu, 26-Juli-2009, 16:44
Wah.. indah sekali.. dan memang kadang perlu mblasak-mblusuk ke berbagai benua dulu untuk memahami bahwa tanah air sendiri adalah yang terindah di dunia..
Seneng udah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat..
Salam hangat juga mas dari pulau Jawa :), saya pikir domba Garut dah migrasi jadi Domba Africa. hehehe. Tanah air kita emang yang paling top mas, pemandangannya indah dan ada unsur budayanya. Pokoke Indonesia tenan lah!
tuh kan, emang Indonesia itu kaya banget sebenarnya...
Kaya apa nih maksudnya? Kekayaan alam dan budaya iya, tapi kalau ekonomi tunggu dulu...he3
hiiiiiiiiiii mas..........seru neh, ngmg2 in peninggalan masa kerajaan apa ya, n dbwt abad ke berapa?
Perihal peninggalan kerajaan apa ndak disebutkan. Bisa jadi cuma sebuah candi yang didirikan sama suatu komunitas Hindu disana, mengingat ukuran candi yang kecil.
luciaSelasa, 28-Juli-2009, 06:52
ada candinya juga tho? kok gak terkenal ya?
Makanya mbah, mari kita nyuwung disana biar candinya tambah terkenal.
suwungSelasa, 28-Juli-2009, 21:23
Wogh keren poto nya, sayang saya waktu itu mendung
Beruntung juga itu sehari sebelum dan sesudahnya itu mendung-dung :D
suprieSelasa, 10-November-2009, 13:47
eh iya, ini foto nya pake filter gak ? jam berapa foto nya ?
Fotonya pakai Filter CPL Hoya edisi Standar (warna ungu). Motretnya pagi lah, jam 08.30 dah di lokasi
suprieSelasa, 10-November-2009, 13:51