Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Situs Watugudig
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Pencari Batu vs Programmer: Goa Selarong


Tahun 1785, tepatnya tanggal 11 November, lahirlah seorang bayi laki-laki di kalangan Keraton Yogyakarta. Bayi laki-laki itu bernama Bendoro Raden Mas Ontowiryo, putra dari Sultan Hamengkubuwono III dan selirnya, R.A. Mangkarawati. Di tahun 1825, ia mengangkat senjata bersama rakyat untuk melawan Belanda ketika Belanda menginvasi tanah dan tempat tinggal beliau di Tegalrejo, Magelang. Beliau yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Diponegoro, memberikan perlawanan cukup sengit selama 5 tahun dan hampir menguras ludes semua harta dan pasukan Belanda. Salah satu tempat yang dijadikan markas Pangeran Diponegoro adalah Goa Selarong yang letaknya di Kec. Pajangan, Kab. Bantul, Yogyakarta.


Kata Tia;
Ini Sendang Manik Moyo, buat tempat berwudhu.



Kata Tia;
Ini umpak masjid, bentuknya mirip ornamen candi.



Diriku bilang ini Yoni, disini ada candi kah?

Tahun 2009, sekitar 179 tahun setelah Perang Diponegoro, tepatnya di hari Minggu (28/06/2009) diriku nggowes sejauh 14 km dari kota Jogja ke Goa Selarong. Aku nggowes ke Goa Selarong nggak hanya karena pingin menapak-tilas sejarah perjuangan pahlawan nasional kita itu, tapi juga untuk bertempur (dari judulnya kan vs = versus) dengan seorang programmer yang datang jauh-jauh dari Bandung. Programmer itu berwujud seorang gadis, bernama Septia Rani, akrab disapa Tia (reminds me of Wul!), dikategorikan blogger, dan tentu dirinya juga meramaikan komentar di blogku ini. Hehehe.

Kita janjian ketemu di perempatan Masjid Agung Bantul. Katanya sih dari sana ke arah barat, sekitar 800 meter. Namun, berhubung aku nggak tau utara-selatan-timur-barat, jadinya aku diem aja kayak orang blo'on di lampu merah. Setelah sekian lama, datanglah wanita yang dimaksud itu. Awalnya sih kaget, karena dirinya beda dengan penampakan yang ada di Facebook. Tapi diriku yakin, dirinya juga pasti lebih terkaget-kaget karena akhirnya dirinya melihat dengan mata kepala sendiri, wujud dari seorang pencari batu doyan mblusuk itu. :)

Tia dateng pakai sepeda, jadi kita berdua sama-sama nggowes ke Goa Selarong. Dari Kota Bantul sih jaraknya deket, cuma sekitar 4 kilometer aja. Retribusi masuk ke Kompleks Goa Selarong itu Rp 2.000 per orang dan Rp 500 untuk sepeda. Sebenernya dulu pas masih kecil aku pernah kemari, tapi suasananya udah lupa. Ternyata Kompleks Goa Selarong ini juga merangkap jadi bumi perkemahan. Cocoklah, karena disini konturnya bukit dan ada hutannya. Spesial request dari Tia, katanya dirinya mau ngicipin sensasi mblusuk. Ya udah deh, kuajak aja dirinya outbond naik-turun bukit, keluar-masuk hutan. Eh nggak disangka, dirinya kuat juga jalan berat (ngece!). Di sepanjang perjalanan itu kita menemukan berbagai macam benda cagar budaya, kayak Sendang, Umpak Masjid, dan Yoni.

ibu penjual makanan
Ibu ini rumahnya deket Goa Selarong, sehari-hari beliau menjajakan pisang rebus dan buah sawo kepada pengunjung.
(Dipermak pakai Adobe Photoshop)


Kata Tia;
Mas, aku capek! Istirahat dulu deket Goa Putri ini yah.


Oiya, kenapa dirinya kusebut programmer? Karena Tia ini masih mahasiswi semeter 4 jurusan Teknik Informatika. Berkat bidang ilmunya itu, kita bisa ngobrol dengan gonta-ganti bahasa. Dari bahasa manusia, jadi bahasa mesin. Ngomongin IF, WHILE, END yang bikin pusing orang-orang normal pada umumnya. Sebenernya Tia ini di Jogja sedang menunggu kerja praktek, sekalian pulang kampung karena kampungnya gadis ini ada di Jogja. Ngobrol terus, nggak terasa kita udah sampe di Goa Kakung dan Goa Putri. Iya, Goa Selarong ini sebenernya terdiri dari dua gua. Goa Kakung, tempat Pangeran Diponegoro ngatur taktik, rapat, dan istirahat. Serta Goa Putri, tempat tinggal istri prajurit dan anak-anak. Di dekat sini juga ada air terjun yang sayangnya kering karena lagi musim kemarau. Nggak hanya bumi perkemahan, trek bukti dan hutan di Kompleks Goa Selarong ini juga difungsikan untuk olahraga motorcross. Woooo...

Pulang dari Goa Selarong, Tia menawarkan rute yang berbeda. Katanya penuh sensasi, karena dia tahu kalau diriku seneng mblusuk pakai sepeda. Ternyata emang iya, rute pulang itu penuh tanjakan dan turunan ekstrim! Aku jadi merasa salah sama Tia. Wong dia bukan tukang-genjot, sepedanya bukan MTB, dan berwujud seorang perempuan. Maafkan akuuu, hiks! Di rute yang berakhir di Kasongan itu, kita berpisah. Terima kasih ya Tia udah mau diajak jalan-jalan. Mohon maaf kalau selama jalan-jalan itu kamu tersiksa, hehehe. Lain kali jalan-jalan lagi yuk.
  • cocog iwak ndog. Fotonya serasi, pasangan muda berbakat :D . kalau ndak kuwat nggowes kan masih ada sampeyan yang siayap menyediakan punggungnya. sekaligus nyanyi lagunya mbah Surip, Tak Gendong kemana-mana. Halah komen gak jelas.
    mbah Adipati, diriku juga capek nggowes je, piye?
    adipati kademanganJum'at, 03-Juli-2009, 09:32
  • udah enggak serasi lagi..dua rasi dah... :D
    saya sarankan Terasi Min
    winkyJum'at, 03-Juli-2009, 10:22
  • wooo ini tho..
    okey2 kapan2 jalan2 lagi mas!
    aku ikut vote komodo national park as the new7wonders of nature, ada hadiahnya tour ke pulau komodo, kalau aku menang kamu tak ajakin mas wijna, he3, tapi kayaknya gak menang :D
    makasih artikelnya, jangan lupa ya paketnya tak tungguin, tanggal 16 september 2009, he3.
    hohoho, aku juga dah vote di new7wonders of nature. Jangan-jangan saya diajak kesana buat jadi umpan komodo yah? Hiks. tenang aja, tunggu aja tanggal 16 September itu tiba.
    ranystarryJum'at, 03-Juli-2009, 16:22
  • wah, akhirnya kau dewasa juga, wisna. semoga langgung yah. [loh??]
    ehm, ini mba tia yang dulu tasnya hilang waktu jadi peserta Lomba Matematika Nasional bukan ya?
    dirimu masih inget tas yang kamu colong dulu itu toh Pin, waaah!
    Samsul ArifinJum'at, 03-Juli-2009, 17:35
  • oh iya wisna, ini hanya wacana hidup, tapi bisa juga terjadi. Mungkin sebentar lagi kita ga akan satu kota lagi. Keep writing and keep in touch, OK!
    hohoho, apa yg ada padamu kan selalu diwacanakan Pin? he3
    Samsul ArifinJum'at, 03-Juli-2009, 17:46
  • duh, no gossip!!
    iya mas ipin, aku yang dulu tasnya ilang pas lomba matematika di ugm.
    kira2 siapa ya yang bisa dituntut, mas ipinkah?? :D
    Sepertinya dirimu disangka mencuri Pin, [curiga mode ON]
    ranystarryJum'at, 03-Juli-2009, 17:49
  • Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    Salam damai juga KangBoed!
    KangBoedJum'at, 03-Juli-2009, 17:51
  • Lho... kok sekarang berubah jadi sawo ya.. dulu waktu kesana buah khas dari selarong kan jambu biji.
    pokomnya makyusss tenan.. manis banget.
    Emang seharusnya yang terkenal jambu biji, tapi yang dijual ibu itu sawo mas. Lihat aja fotonya.
    zefkaSabtu, 04-Juli-2009, 15:28
  • gua ini sering aku pake buat kelakar mereka yg suka ngemeng pake elu-gua..

    gua selarong lu!
    zamJum'at, 10-Juli-2009, 14:52
  • si mbaknya ndak make sepeda jenki tho mas, kalo make jenki sampeyan ajak offroad brarti memang sampeyan yang kebacut. hehe
    ndak bener ini mas Stein, saya ndak tau klo Tia itu pakai Jengki, wong sebelum ketemu dirinya ndak sebut jenis sepedanya. Insaf saya mas.
    mas steinJum'at, 10-Juli-2009, 16:39
  • Add FBq ya alamatnya sama spt alamat email.... Sapa tau cocok n ekspedisi Bareng... Blusukan Klo pke bahasamu Mas
    seeep, ntar di add lah.
    fajarJum'at, 10-Juli-2009, 23:37
  • Atas perintah sang admin!!!

    "ga ada tas dan sepatu yang hilang lagi kan????":p
    "coz, saya bakalan ikutan bingung ngadepin kalian:p"
    eh saya nggak nyuruh komen di artikel yang ini yah!
    ndak ada yg ilang kok Maa...
    eemSabtu, 18-Juli-2009, 10:55
  • Wah ra mbal mbul wis...
    Lha terus aku kon coment di artikel yang mana? Jarene yg aku baca... :p
    ya terserah mbak emma aja yang bagusnya yang kayak apa deh, dek wisna ngalah saja sama mbak emma... :p
    emMinggu, 19-Juli-2009, 07:49
  • ho0oh mbak emma, maafkan saya juga yang ceroboh.. habis kan kalo di sma qta enggak kayak gitu kan mbak, kebiasaannya masih terbawa.. :D
    Yah, saya maafkan kecerobohanmu Tia (lho!). Sekarang kamu tahu toh kalau diluar SMA itu lebih ganas. he3.
    tiaMinggu, 19-Juli-2009, 15:59

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi