Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Cangkuang
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Galabo ah Malam-Malam


Nggak pandang waktu, nggak pandang bulu, siapapun yang punya perut bisa keroncongan. Itu tanda perut minta diisi, kata lain harus cari santapan pengganjal lapar. Tapi jarum jam dinding udah bertengger di pukul 22.00. Habis nyewu di rumah Solo, keluarga besar kelaparan, tapi disana ndak ada makanan. Apa ada warung makan yang masih buka jam segini di kota Solo?

Jawabannya ada, dan terbukti sahih karena hampir setiap personil keluarga besar pas masih muda dulu pernah kesana. Namanya Galabo, punya kepanjangan Gladag Langen Bogan. Kalau dipecah-pecah per kata punya arti:
Gladag = Suatu perempatan di kota Solo dekat dengan Alun-Alun Utara
Langen = Kesukaan, Kenikmatan, Favorit
Bogan = Kuliner, Masakan
Silakan dirangkai sendiri untuk mendapatkan makna Galabo :)


Bubu Ayam Bu Dewi yang okeh punyah.


Ooo, apa ada yang berminat nyoba sate ular?

Galabo ini letaknya di Jl. Mayor Sunarso, deket kok sama Jl. Slamet Riyadi dan patung beliau. Kalau siang hari Jl. Mayor Sunarso ini penuh dengan hiruk-pikuk kendaraan dari PGS (Pusat Grosir Solo) dan BTC (Beteng Trade Center). Selepas jam 18.00, hmmm...jalan itu disulap menjadi pusat jajanan andalan Pemkot Solo. Ada sekitar 60-an gerobag penjaja kuliner, sebagian besar merupakan perwakilan dari kuliner yang sudah terkenal di kota Solo. Bagusnya lagi, Pemkot Solo juga menggandeng Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) untuk menjaga kualitas dari kuliner yang ada. Selain itu di beberapa titik juga terdapat wastafel untuk mencuci tangan.

Sebelum berburu kuliner, pengunjung bisa melihat dulu daftar gerobag yang mangkal di Galabo. Dari namanya sih terdengar unik, ada Wedang Dongo, Rawon Penjara, Kambing Oven dll. Pilihan malam itu jatuh ke Bubur Ayam Bu Dewi. Satu mangkuk bubur dihiasi berbagai macam lauk seperti suwiran ayam, suwiran cakwee, remahan pangsit, dan irisan telur pindang. Harganya kalau ndak salah cuma Rp 6.500. Ini yang membuat diriku semakin cinta dengan kota-kota njawani, karena disana masih ada makanan enak yang murah meriah kayak gini.


Mainan kreatif namanya Kitiran (kanan) dan pelontarnya (kiri).


Bisa nyala kelap-kelip, wooo...
Sambil lagi makan, aku nyambi menikmati cerahnya langit malam. Hooo, aku ngeliat sesuatu berwarna biru-merah kedap-kedip turun dari langit. Awalnya kupikir itu makhluk hidup spesies baru. Eh, ternyata itu cuma mainan spesies baru. Nama mainan itu Kitiran. Mainan itu kalau dilontarkan ke udara bisa berputar-putar dan turun secara perlahan. Uniknya, di mainan ini ada rangkaian elektronik LED sederhana yang bisa kedap-kedip merah-biru. Mekanisme mengaktifkannya pun sederhana, hanya tinggal menarik katup sedotan plastik yang ada di ujung Kitiran ke arah atas. Gimana bisa kayak gitu, silakan tanyakan ke anak-anak Elins UGM deh. Kreatif juga yang menemukan mainan ini, berpotensi buat jadi industri kreatif. Di Galabo, penjual kitiran ini hanya seorang dan satu kitiran dihargai Rp 5.000.

Galabo, memang asyik dijadikan tempat nongkrong di malam hari. Tapi, kalau lihat di gambar di awal artikel ini, hujan adalah satu-satunya musuh Galabo. Bubarlah pengunjung kalau hujan turun. Hehehe. Selain itu ruas Jl. Mayor Sunarso yang panjangnya hampir 1 km ini hanya dipadati pengunjung di sisi barat yang dekat Jl. Slamet Riyadi. Deretan grobag di sisi timur seakan sepi pengunjung. Apa itu karena kami datangnya terlalu malam ya?
  • hoooh, kok bagus itu gambarnya kelap kelip, pake flash apa? keren!!
    makin rajin aja bloggingnya kamu mas. aku komen aja deh, he2.
    Itu kelap-kelip pake GIF kali, hehehe. Dirimu jadi rajin komen? weleh2...
    ranystarryRabu, 01-Juli-2009, 16:03
  • kirimke aku kuwi kitirane, liwat imel po sms yo gpp wes. :D
    Gimana kalau kitirannya saya coba terbangkan aja ketempat dirimu berada mas. Siap-siap nangkap ya...hup! (ceritanya kitirannya terbang)
    adipati kademanganRabu, 01-Juli-2009, 16:20
  • jadi pengen kesana....
    tertarik nyoba sate Kobra mbah?
    suwungKamis, 02-Juli-2009, 09:03
  • kemaren waktu ke Solo sempet mau ke situ tapi waktunya ndak nutut
    Bukanya sampai jam 11 malem lho? Apa mesti ngejar kereta?
    mas steinKamis, 02-Juli-2009, 09:52
  • hohohohoho.....boleh dicoba tuh kalo kapan2 maen ke Solo. udah lama banget ga kesana, terakhir disana 2005, itu juga urusan kerja. hlooo...ko curhat yah saya? hweheeehehehe
    Makanya klo ke Solo, minta dijamu Klien disana aja mbak. Disini juga menerima layanan curhat ko mbak, he3.
    frozzyKamis, 02-Juli-2009, 15:03
  • ah kau, mengingatkanku pada kota solo....
    mengingatkanku pada suatu malam nongkrong sama teman2 di galabo...
    tapi ufff......nyari bakso susaaaaahhhh....udah jalan dari unjung utara ke ujung selatan gk nemu bakso!! ada juga udah habis....ah....

    btw, jangan2 kitiran yang kamu lihat itu kitiran yang kumainin di parkiran mobil...coz sepulang dari galabo aku nyobain itu mainan, tapi gara2 udah kucobain jadi dipaksa temen2 buat beli..... tapi e tapi...sampe hotel tu mainan diembat sama temenku...dengan lembut dibilang: Buat anakku aja sini tik, kalo aku plg nanti kuoleh2i ini pasti anakku seneng banget.. huff..masa aku gk ngalah sama anak kecil.....

    hlahhhh....panjang betul komenku....
    Betul mbak, dari daftar menu yang tertera di baliho deket PGS emang disana nggak ada Bakso. Padahal bakso kan makanan sejuta umat di Indonesia. Kitirannya beli dua aja mbak :)
    yustha ttKamis, 02-Juli-2009, 15:38
  • blog yang pnuh arti..hingga mata tak berkedip saat mengeja kata demi kata.
    nah kini giliran anda yg omment a back
    terima kasih pujiannya mas :)
    wiyonoKamis, 02-Juli-2009, 17:39
  • kedipan merah kitirannya kamu rekayasa ya?
    (curiga mode on)

    heboh amat 1 gambar jd merah smua
    WuuuuL!!! Kenapa dirimu curigaaaa...hiks...tapi itu mang rekayasa sih :p
    akulah TiwulKamis, 02-Juli-2009, 23:29
  • Wew..
    Sepertinya..
    Inilah tempat tongkrongan di Solo..
    Paling asyik..
    Hehehe..
    Met knal ya mas.. )
    Iya, bahkan alun-alun Solo aja kalah seru dibanding di Galabo, nggak kayak di Jogja. Salam kenal juga mas!
    Budi HermantoJum'at, 03-Juli-2009, 06:55
  • Weh kuliner memang selalu menarik untuk dikunjungi. Suasananya hangat sekali ya di foto itu. Gimana situasinya mas klo tiba2 hujan? Apakah pengunjung pindah tempat duduk?
    ndak mbak, pengunjungnya malah kabur menyelamatkan diri. Syukur-syukur masih ada yang inget bayar, karena disana makan dulu terus baru bayar. :)
    zeeSabtu, 04-Juli-2009, 07:48
  • Solo emang top bgt jadi pengen pulang.......hu....hu....hu...hu
    emang rumahnya jauh po mba?
    nenek cantikKamis, 19-November-2009, 12:24
  • aq malah blom tau seperti apa itu GALABO, padahal aq ini orang solo asli, sering nomaden, lg terdampar di Bermuda sekarang, pada tau kan kalian semua SEGI TIGA BERMUDA
    hah Segitiga Bermuda?
    DentangRabu, 05-Mei-2010, 06:40
  • lama gag jajan di galabo :p
    beh! lagi ae kowe seko Solo...
    annoSenin, 05-Juli-2010, 22:54
  • itunganku nek lebih dari 2 bulan diitung lama je :p
    annosmileRabu, 08-September-2010, 09:18

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi