Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Street Hunt: Sekilas Solo
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Bukan Ziarah ke Imogiri


Tapi cuma bersepedia-ria doang, aku dan Pipink (Math '05) tepat di hari Minggu (31/05/2009) di minggu kemarin. Entah jin apalagi yang merasuki kami, tapi kami rela mengayuh sepeda dari Jl. Imogiri – Ringroad Selatan – Jl. Imogiri Barat sampai makam raja-raja di Imogiri. Untung saja kami pergi dan pulang dengan selamat. Soalnya perjalanan pulang-pergi sejauh 40 kilometer itu benar-benar menguras stamina. Maaf ya Pink, aku banyak ngeluh waktu itu, soalnya staminaku ndak kuat, ndak tidur semalam. Kapan-kapan kita adu gila-gilaan lagi pakai sepeda.


Naik tangganya bikin capek banget!


Di sisi kanan-kiri tangga juga ada makam.
Makam siapa yah?



Ndak dibuka setiap hari, jadi catat jadwalnya.


Wedang Uwuh saudara-saudara!


Makam Raja-Raja di Imogiri.
(Klik Untuk Memperbesar)
Ayo Naik Tangga
Masuk kompleks makam raja-raja Imogiri dan menitipkan sepeda kami dengan tarif masih Rp 500. Masuk kompleks ini ndak usah pakai bayar. Soalnya ini kan baru di pelataran parkirnya saja. Obyek utamanya adalah makam raja-raja Kesultanan Mataram, Keraton Yogyakarta, dan Keraton Surakarta. Untuk mencapai obyek yang dimaksud, pengunjung wajib mendaki bukit. Alhamdulillah sudah ada tangga, tapi belum dipasang lift. Jangan kaget kalau jumlah anak tangganya ada 409 buah, itu penuturan mbah juru kunci yang sudah bolak-balik menuruni tangga. Buat sebagian orang menghitung sendiri anak tangga dari bawah sampai ke atas adalah suatu tantangan, sama seperti berjalan diantara Beringin Masangin di Alun-Alun Selatan. Tapi buat beberapa orang yang mencap dirinya sebagai olahragawan, naik-turun tangga ini bisa bikin badan sehat. Bahkan kami ketemu seorang bapak yang pada hari itu sudah 6 kali naik-turun tangga, gila! Tapi lebih gila lagi karena aku dan Pipink, lari sprint, kebut-kebutan naik tangga untuk mencapai puncak. Kami memang gila.

Di puncak, kami kecapekan, habis ngayuh sepeda ditambah lari naik tangga. Buat masuk ke tempat dimana makam berada kami harus memakai baju adat, tapi kami kan cuma pakai kaos. Selain itu di dalam sana juga nggak boleh foto-foto. Makanya kami hanya duduk-duduk di depan gapura masuk kayak di gambar atas itu. Bukannya ziarah, tapi malah melacur (melakukan curhat .red). Biasalah ngomongin hubungan dengan lawan jenis, selincah apa manuver kami, tentang kambing dan kelinci. Apapun yang kami perbuat disana, kami ndak berlaku mesum kok. Wong dilihatin sama ibu-ibu penjual minuman. Duh, Raja-Raja Mataram yang saya hormati mohon maaf atas perilaku rakyat bodohmu ini. Kudoakan semoga amal ibadah kalian diterima oleh-Nya dan ditempatkan di sisi-Nya. Amien. (Ayo pembaca ikut mengaminkan juga).

Sejarah
Makam raja-raja ini dibangun oleh Sultan Agung, Raja Mataram yang berhasil membinasakan J.P Coen (seperti yang tercantum di buku pelajaran sejarah) pada tahun 1632. Karena Kesultanan Mataram merupakan akar dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, maka disini juga dimakamkan raja yang bergelar Hamengkubuwono dan Pakubuwono. Uniknya, lokasinya dipisah, yaitu Keraton Yogyakarta di sebelah timur dan Keraton Surakarta di sebelah barat. Makam Sultan Agung hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja. Disini juga terdapat empat gentong berisi air yang digunakan raja-raja untuk berwudhu. Gentong-gentong itu berasal dari Palembang, Aceh, Turki, dan Thailand. Yang unik juga adalah di salah satu dari 409 anak tangga itu ada anak tangga yang bentuknya berbeda. Itu adalah makam Tumenggung Endranata, pengkhianat yang menggagalkan rencana Sultan Agung menyerang Batavia.

Wedang Uwuh
Lalu apa yang bisa dibanggakan dari perjalanan ke Imogiri? Saya nemu kuliner yang unik, minuman yang namanya Wedang Uwuh (bukan uyuh!). Buat yang ndak ngerti bahasa Jawa itu artinya air sampah hangat (serius!). Dinamakan begitu karena bahan-bahannya itu seperti sampah daun yang biasa ditemukan di halaman. Di blognya Mas Zam, bahan bakunya adalah potongan jahe gepuk yang dibakar, serutan kayu manis, serutan kayu cengkeh, daun cengkeh, daun pala, secang, dan gula batu. Warnanya airnya merah, harganya cuma Rp 1000 segelas, dan karena minuman ini sebenarnya adalah Wedang Jahe Plus-Plus makanya saya berani bilang ENAK! Katanya juga sih, minuman ini berkhasiat mengembalikan stamina tubuh.

Maka dari itu saya berani ngayuh sepeda kenceng-kenceng untuk kembali ke Jogja. Termakan sugesti. Di tengah jalan ya akhirnya capek juga. Duh Pipiiink, jangan tinggalin diriku....
  • Konon jumlah anak tangga itu beda-beda versinya (kalo kita ngitung sendiri). mungkin perlu bawa counter biar akurat. hahaha..

    pernah ke sana dan paha langsung ampun-ampunan dan senut-senut pas di puncak..

    kalo memperhatinkan, di seputar situ bahan-bahan dasar wedang uwuh ada semua, mulai dari pohon cengkeh, secang, dan kayu manis. :)
    Emang bikin pegel mas naik tangganya, saya sempet kepikir kalau dibuat Flying Fox untuk turun dari sana, he3. Saya ndak begitu paham bentuk dan jenis pohon, he3.
    zamMinggu, 07-Juni-2009, 23:47
  • hehehe.. ngeliat foto yg paling atas bru ngeh tnyata adekku ini cakep jg klo lg senyum.. makanya dek, foto di halaman depan dganti ma foto yg lg senyum..

    btw, truz tangga yg katanya makam & nisan jp. coen yg mn? yg diinstruksikan sultan agung untuk ditaruh dsitu supaya diinjak2 pengunjung itu..
    Ini yang repot, saya jarang senyum je kalau ndak dikasih imbalan uang. he. Itu bukan nisan J.P. Coen mbak tapi nisannya Tumenggung Endranata. Nisan J.P Coen sendiri kan ada di Taman Prasasti di Jakarta ituh.
    vinnaSenin, 08-Juni-2009, 17:41
  • beh.. macam foto model aja kau hrs dibayar dulu bru senyum..

    hoo.. jd tnyata bukan nisan JP Coen toh, pdhl dah ngotot2 ma guide museum taman prasasti-nya.. :P
    masalahnya kalau saya senyum pasti banyak orang yg langsung pingsan dan saya mesti bayar tarif periksa dokternya :D
    vinnaSelasa, 09-Juni-2009, 08:44
  • dare to do more??

    http://forum.b2w-jogja.web.id/index.php?topic2027.msg13145new
    Kalau dirimu ikut serta, saya juga nyobain deh! Jadi ke Ceremai ngga?
    pipinkSelasa, 09-Juni-2009, 13:03
  • walah, dimakamkan di tangga? ksian bener diinjak-injak makamnya, gara-gara berkhianat ya mas
    betullll...biar kalau ada yg mo jadi pengkhianat tau akibatnya kelak, he3.
    mas steinRabu, 10-Juni-2009, 14:09
  • kalian berdua romantis sekaliii!!
    aku cumburu...aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu.

    opo iki?
    Wah, kayaknya foto diawal artikel ini memunculkan dugaan-dugaan yang nggak bener. Weleh-weleh...
    Samsul ArifinKamis, 11-Juni-2009, 10:24
  • eh mas wijna, aku dapet angka cantik lho, pengunjung ke-6666, ehehe.. (kok disable emote sih mas webmu??)
    foto yang paling atas tuh senyumnya kurang lebar deh.. tapi lucu kok kayak anak kecil di foto ituh mas..
    Emang webku ndak pakai emote, ngga seneng aja, he3. Aku kayak anak keciiilll???? Oh my god! Minus matamu nambah ya nduk?
    tiaJum'at, 12-Juni-2009, 01:25
  • lah kok tau minus mataku nambah mas..
    tapi beneran kok, lah aku kan bilangnya yang di photo, yang aslinya aku kan belum liat, ehehe..
    sekarang pake notifikasi lewat email juga ya mas?
    Jelas-jelas karena dirimu sebut diriku cakep klo senyum, he3. Ho oh, ini sistem baru, keren tak?
    tiaJum'at, 12-Juni-2009, 19:29
  • iyah, keren..!!
    lah kapan aku sebut kamu cakep mas? pas chatting apa? berarti tanpa sadar itu aku bilangnya, ahaha, becanda mas..
    keep be your self.
    ckckck...rupanya kamu chatting sambil tidur yah? kebiasaan yg aneh...
    tiaJum'at, 12-Juni-2009, 23:07
  • huh, ya gak gitu juga kali, masa sambil tidur..
    btw dah lama aku gak ke makam raja di imogiri, terakhir waktu kelas 3 smp..
    Siapa tau kamu punya kebiasaan aneh, he3. Kalau diriku terakhir ke Imogiri itu ya tanggal itu. he3.
    tiaSabtu, 13-Juni-2009, 08:28
  • Aku baru baca yg ini. Dan emang bener, dirimu kok beda dgn yg selama ini kamu rilis dlm foto ya (he..he). Kapan2 tak mampir sini ah kalo ke gurah lagi. Oia, satu lagi, wedang uwuh pancen joss gandos!
    Saya ndak tau apakah mata dari wanita-wanita yang ngomentari foto saya di artikel ini perlu di-tune up ya? Dirimu digurah? Apa dirimu juga kepingin jadi Idola Indonesia-kah? :D
    Ekarici DittaRabu, 17-Juni-2009, 08:31
  • Aku kan pengen jadi penyanyi Mas. He...he. Bukan kok papaku yg rutin kesana setiap 6 bln sekali unt berobat sinusitis n polipnya.
    hooo...I see, ilmu pengobatan tradisional kadang lebih mujarab dibandingkan pengobatan modern.
    Ekarici DittaRabu, 17-Juni-2009, 20:30
  • hebat juga ni pipink, pertama ktemu klihatene kecil tapi gemar juga pit2an ...
    Dengkhulnya itu saya curiga dari mesin mas :D
    M.Umar.SJum'at, 20-November-2009, 13:53

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi