Perjalanan Lintas Dekade
Seorang pria terbangun dari tidurnya. Ia mendapati dirinya tengah berada di suatu padang rumput. Malam hari dengan langit laksana samudra bintang.
Pria itu duduk dan menatap bintang-bintang di angkasa. Diantara sekian banyak bintang tersebut, ada beberapa bintang yang memancarkan cahaya amat terang. Membentuk suatu rasi bintang, entah apa namanya.
Ia teringat perkataan seorang lelaki paruh baya yang mengunjungi mimpinya. Bahwa pria tersebut akan kembali memperoleh seluruh ingatannya, apabila ia telah menempuh kesembilan kisah.
Dan itulah yang pria itu lakukan. Pria tersebut terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di tempat yang tidak dikenalnya. Mimpi atau kenyataan, ia tidak tahu. Akan tetapi ia bisa mendapati dirinya terbangun lagi di tempat yang berbeda, tatkala ia telah menyelesaikan ”tugas” yang diembannya bersama dengan tokoh di dalam ”mimpinya” itu. Tidak mudah untuk menyelesaikannya, karena tokoh-tokoh itu semuanya menganggap bahwa pria ini membahayakan hidup mereka.
Namun dengan keyakinan dan usahanya, pria tersebut mampu bekerja bersama dengan tokoh-tokoh itu untuk menyelesaikan ”tugas” yang diembannya dan kembali terbangun di ”mimpi” yang lain dengan ”tugas” yang berbeda pula. Apa yang pria ini lakukan, semata-mata hanya untuk memperoleh ingatannya kembali.
Kesembilan ”tugas” tersebut mewakili sembilan kisah. Pria tersebut belajar banyak hal.
Bagaimana ia berjuang agar orang lain bahagia, walau orang itu membencinya.
Bagaimana ia berjuang bersama-sama, lebih mudah dibandingkan berjuang sendirian.
Bagaimana ia berjuang untuk mendapatkan sesuatu, walau itu butuh pengorbanan besar.
Bagaimana ia berjuang membela kaum minoritas, walau ia bagian dari kaum mayoritas.
Bagaimana ia berjuang untuk tetap yakin, bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar.
Bagaimana ia berjuang untuk cinta, walau cinta itu akan menyakiti dirinya.
Bagaimana ia berjuang menggunakan hatinya dan bukan fisiknya.
Bagaimana ia berjuang untuk masa depannya, walau ia tidak punya masa lalu.
Bagaimana ia berjuang untuk masa lalunya, walau hasilnya berbeda dengan apa yang ia harapkan.
Pada saat terakhir, pria tersebut terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya bersama dengan lelaki paruh baya di tempat yang sama seperti saat mereka pertama kali berjumpa sebelumnya. Lelaki paruh baya itu menceritakan bahwa tokoh-tokoh yang pria itu jumpai, seluruhnya telah ”mati”. Karena kisah mereka telah berakhir bahagia, mereka telah menemukan apa yang mereka tuju.
Fajar menyingsing, malam pun bergegas berkemas. Pria itu tersenyum, ia bangkit berdiri dan berjalan menuju arah matahari terbit. Lelaki paruh baya mengingatkannya tentang masa lalu yang ia cari. Pria itu menjawab bahwa masa lalunya telah ia temukan bersama dengan tokoh-tokoh tadi. Mereka berdua tersenyum dan tidak pernah berjumpa kembali.
Di suatu persimpangan jalan, pria tersebut melihat seorang pemuda yang kebingungan memilih jalan. Ia tersenyum, menghampiri pemuda tersebut, dan dalam hatinya ia berkata
Aku akan menjadi masa lalu dari pemuda ini agar ia menemukan masa depannya.
I look up at the stars
Various sagas are shining
Just like the constellations
Only by connecting them with lines, does a legend start
Aurora, Go through flickering dimensions
Dive into that straying parallel world
On the road, everyone is in the middle of a journey to find the real self
The road will probably continue to change toward a new dawn
Be witness through it,
Journey through decade
Kredit...
Kisah ini terinspirasi dari lagu Journey Through Decade yang dipopulerkan oleh Gackt sebagai lagu pembuka serial Kamen Rider Decade.
semoga aku bisa menjadi pria ini!!
Pria "itu" bukan "ini" Pin dan juga belum ada namanya. Berminat memberi nama?
GIMAN KALO IFUDA AJ...
hehehe
Ifuda? Nggak keren ah, hehehe...
ifudaRabu, 18-Maret-2009, 11:38
bagaimana kalau pipin aja?
Kenapa namanya kampungan begitu? Yang lain ada?
Duh, tapi kan pipin itu lebih keren daripada wisna!
emang siapa yang bilang namanya Wisna? Setahuku ada nama yang pasti lebih keren dari Pipin.