Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Kompleks Candi Arjuna
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Jum'at, 13-Maret-2009, 07:23

Dilihat:
475 kali

Ada 6 komentar:


[kotak komentar]

Candi Morangan


Kabupaten Sleman bagian utara merupakan daerah yang buatku susah untuk dijelajahi. Selain karena berada di lereng gunung Merapi, jarak daerah ini dari pusat kota lumayan jauh. Angkutan umum sih ada, tapi untuk perkara mblusukan mencari candi-candi kecil jadi sulit. Alhasil, Kabupaten Sleman bagian utara merupakan daerah yang potensial namun susah untuk dijelajahi.


Today partner, Eka.


Selalu tergenang air tatkala hujan.


Bentuk candi perwara yang masih runtuh.


Lingga Yoni di candi induk, tanpa lingga
selain itu ceruknya patah.



Relief tikus mirip di Candi Gampingan.


Gaya arca Siwa yang hanya ada di candi ini.


Candi yang Tergenang Air.
(Klik Untuk Memperbesar)




  1. Pada hari Sabtu (07/03/2009), aku berkesempatan untuk menjelajah Kabupaten Sleman bagian utara bersama Eka. Dengan menggunakan motor miliknya, kami berangkat menuju sebuah candi yang terletak di Dusun Morangan, Kel. Sindumartani, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman, Yogyakarta.

  2. Dari kota Jogja, kami menempuh Jl. Jogja-Kaliurang dengan mengikuti jalan ke arah Solo. Di percabangan jalan menuju Kaliurang dan Cangkringan, kami mengambil jalan ke arah Cangkringan. Nama jalan berganti menjadi Jl. Cangkringan.

  3. Di Jl. Cangkringan sekitar km 24 (bisa diperhatikan dari patok kuning di sisi kiri jalan), kami menjumpai Balai Unit Kerja Budidaya Air Tawar. Tepat di dekat Balai Unit Kerja Budidaya Air Tawar, ada sebuah pertigaan. Belok kiri ke pertigaan tersebut. Jika kurang yakin, tanyakan saja dimana letak Dusun Morangan.

  4. Tidak sampai sekitar 300 meter, kami menemui papan petunjuk ke arah candi. Sekali lagi, bila kurang yakin tanya saja warga sekitar tentang lokasi Candi Morangan.

  5. Jl. Cangkringan akan berujung di Prambanan dan sebenarnya candi ini lumayan dekat apabila ditempuh dari Jl. Cangkringan dari arah Prambanan, hanya sekitar 10 km. Tetapi dari kota Jogja menuju Prambanan, harus ditempuh sekitar 14 km, jadi sebenarnya sama saja.

Candi Morangan merupakan candi Hindu, buktinya ada banyak seperti arca nandi dan yoni yang tersebar dimana-mana. Pada saat kami datang, kami cukup terkejut karena beberapa lokasi candi tampak terendam air. Awalnya kami menduga bahwa air tersebut sudah ada dari dulu, maklum tinggi permukaan air itu sekitar 30 cm dan ada banyak berudu (anak kodok) yang berenang dengan leluasa disana. Tapi menurut Petugas Penjaga Candi yang bernama Pak Kasida, genangan air tersebut ada disebabkan hujan. Aneh juga, karena bulan Maret ini tidak identik dengan hujan. Tapi, genangan air yang menggenangi candi perwara tersebut bisa digunakan untuk mempercantik hasil fotoku disana.

Diperkirakan dari tata-letaknya, Candi Morangan memiliki satu candi induk dan tiga candi perwara. Dari candi perwara yang menghadap ke arah timur, diketahui bahwa candi induk menghadap ke arah barat. Namun yang ada di lokasi genangan air hanya sebuah candi perwara, dua candi lainnya tidak ada. Sedangkan candi induknya sendiri “diselamatkan” dengan dibawa ke tempat yang lebih tinggi untuk disusun ulang. Baik di candi perwara maupun di candi induk, kami menemukan banyak relief. Ada relief yang berwujud orang dan adapula relief yang berwujud binatang. Hal ini sedikit mengingatkanku pada motif relief binatang di Candi Gampingan.

Koleksi arca di Candi Morangan juga tidak kalah banyak. Yang menarik adalah arca-arca yang ada di candi ini kebanyakan berupa arca Siwa dan kami tidak menemui arca Ganesha maupun Durga. Bisa jadi candi ini memang diperuntukkan bagi aliran Hindu yang menyembah dewa Siwa. Menurut Pak Kasida, candi ini belum pernah kehilangan arcanya dan selama ini belum ada rencana untuk dipugar karena keterbatasan dana. Menurut beliau candi ini sudah ada semenjak beliau kecil dan dari situs di internet, diketahui bahwa candi ini sudah ditemukan sejak jaman penjajahan Belanda. Selanjutnya pada tahun 1982, pihak BP3 Yogyakarta melakukan ekskavasi di candi ini yang hasilnya nampak hingga saat ini. Cukup senang mendengar bahwa setidaknya candi ini masih tepelihara, walaupun masih ada air yang menggenangi kala musim hujan tiba. Namun setidaknya genangan air tersebut tidak utuh merendam candi seperti pada Candi Kedulan.
  • akhirnya ada juga yang nulis candi morangan. BTW kenapa g direstorasi ya candi2 kecil...kan banyak sarjana arkeologi.
    mungkin karena dana yang terbatas, tapi aku juga ndak begitu tahu kemana larinya sarjana arkeologi kita.
    komikb4Jum'at, 13-Maret-2009, 07:53
  • Kecebongnya kok ga keliatan di Foto, btw ok jg nih artikel, sayang lagi2 masalah klasik mengenai dana menjadi hambatan dalam pengembangan daerah wisata yang potensial ini. Keep Exploring. Two thumbs up deh.................
    kecebongnya emang nggak fokus kok difoto, terlalu kecil, he3
    PeinJum'at, 13-Maret-2009, 19:38
  • Mnrt ank arkeo, utk mlakukan ekskavasi, mrk perlu beli/sewa tanah. Ironisnya, kalaupun mereka menemukan peninggalan, setelah diteliti, ditandai lokasi, menunggu kelanjutan dr pemerintah. Dana...dana
    Semua terkendala masalah dana ya? Wah kalau begini bisa-bisa ndak diurus-urus donk.
    RaraRabu, 18-Maret-2009, 06:27
  • dulu candinya terendam juga ya?? kaya candi losari itu?
    Kalau musim hujan aja mas, soalnya candinya itu ada dibawah permukaan tanah sekitarnya dan tanah di sekeliling candi ndak menyerap air.
    HalimJum'at, 28-Agustus-2009, 22:29
  • kalo datang pas kemarau, airnya pasti surut. aku dah ngebuktiin.

    Di Sleman, ada candi Kadisoka, trus situs Cebongan,... Dah ke sana belum?
    Justru ironisnya itu pas musim hujan datang, jadi tergenang gitu, wah...naas sekali...
    wisnuSenin, 07-September-2009, 11:37
  • mas, ke candi morangan lewat UII bisa ga??

    katanya di UII di temukan candi, jdi bsa skalian mampir..
    Bisa mas, lewat Jl. Kaliurang nanti mampir dulu di UII (Km 14) setelah itu lanjut lagi jalan lagi. Sampai pertigaan Pakem (Km 16) ikuti jalan ke arah Solo.
    Galy_HardytaMinggu, 13-Desember-2009, 18:21

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi