Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Gunung Sari
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Selasa, 24-Februari-2009, 08:34

Dilihat:
410 kali

Ada 4 komentar:


[kotak komentar]

Situs Payak


Penelusuran aku dan Andreas pada hari Kamis (19/02/2009) tidak hanya Candi Mantup saja, karena di Jl. Jogja-Wonosari Km 12 ternyata juga “tersembunyi” suatu situs purbakala lain. Bila anda menelusuri Jl. Jogja-Wonosari dari arah Jogja, di Km 12 sebelum Puskesmas, di sisi kanan jalan anda akan menemui sebuah jalan masuk kampung. Ikuti saja jalan tersebut, dan sekitar 200 meter anda akan menjumpai sebuah pagar tanaman menjulang tinggi di hadapan anda. Silakan parkir kendaraaan anda, dan kalau anda sanggup untuk melompat tinggi, silakan mengintip apa yang sebenarnya “tersembunyi” di balik pagar tanaman tersebut.


Terletak sedalam sekitar 3 meter.


Relung ini dulunya berisi arca Siwa.


Saluran untuk keluar-masuknya air.


Apa guratan-guratan ini sudah ada sejak dulu?


Situs Payak.
Klik Untuk Memperbesar.


Walaupun bangunan purbakala ini berukuran cukup besar, setidaknya lebih besar dari Candi Mantup, namun bangunan ini menyandang nama situs dan bukan candi. Situs Payak, yang terletak di Dusun Payak, Kec. Piyungan, Kab. Bantul, Yogyakarta, oleh para ahli arkeologi diduga merupakan petirtaan. Petirtaan merupakan semacam pemandian atau tempat air suci yang digunakan oleh orang-orang pada jaman dulu. Salah contoh petirtaan adalah Tirta Empul yang terletak di Kab. Gianyar, Bali.

Bangunan Situs Payak berbentuk huruf U, berukuran sekitar 3x1 meter, dan posisinya miring menghadap ke arah barat daya. Apa yang diduga oleh para ahli arkeologi memang ada benarnya. Kami tidak tahu seberapa dalam situs ini di masa lampau, tapi saat ini dasar situs hanya berupa cerukan kecil saja. Di dasar situs, kami menemukan dua lubang yang berfungsi sebagai tempat keluar-masuk air. Tapi petirtaan ini sudah tidak lagi berfungsi, karena saat ini petirtaan tersebut tidak lagi mengeluarkan air. Walau dasar situs tersebut basah dan berlumut, kami menduga bahwa itu akibat dari hujan yang masih kerap mengguyur wilayah Yogyakarta. Karena dahulu kala pernah ada air disini, maka saat ini setidaknya ada sumber air di dekat situs ini dan ternyata betul-betul ada. Tidak jauh dari situs, kami mendapati sebuah sumur timba yang menurut Andreas cukup dalam.

Setelah puas memotret dan mengeksplorasi, kami pun mewawancarai juru pelihara yang tengah bersantai di bungalow di dekat pintu masuk situs ini. Sayang kami lupa menanyakan nama beliau tetapi dari beliau kami mendapatkan beberapa informasi. Melihat dari rendahnya posisi situs dari permukaan tanah (sekitar 3 meter), situs ini ditemukan secara tidak sengaja oleh para pembuat batu bata di lokasi yang dulu merupakan lahan pengolahan batu bata. Selanjutnya semenjak tahun 1981, situs ini berada dibawah penanganan BP3 Yogyakarta. Di situs ini juga pernah ditemukan arca Siwa yang dulu menghuni relung di bangunan situs. Tidak hanya itu, di situs ini juga ditemukan peripih dan pecahan gerabah kendi. Dengan demikian diduga situs ini dahulu merupakan tempat pengambilan air suci bagi upacara keagamaan umat Hindu. Dari arca Siwa yang ditemukan, diduga situs ini dibangun pada kurun waktu abad ke-9 Masehi.

Sebelum kami meninggalkan lokasi, kami diwajibkan untuk mengisi buku tamu terlebih dahulu. Betapa mirisnya ketika tahu daftar nama di buku tamu dipenuhi oleh mayoritas karyawan BP3 Yogyakarta. Yah, semoga dengan aku meliput situs ini jadi makin banyak orang yang tertarik kesana untuk belajar sejarah, dan bukan untuk mencuri arca.
  • Lainnya dunk, kayak Candi Muncul yang jarang - jarang disebut orang............
    yah, ditunggu aja liputannya ya
    PeinSelasa, 24-Februari-2009, 21:28
  • bagus maw liputanmu tentang candi2.hehehehe... tapi yang linggo dan yoni dari candi sukuh kok nda di upload potona? kluar lho waktu ntu di kompas
    Waktu itu hujan Dit, terus aku baru tau klo itu adanya di dalam gerbang utama. Waktu itu juga gerbang utamanya di depannya ada bunganya, jadi aku ndak berani mendekat.
    RpuKamis, 26-Februari-2009, 06:44
  • Situs petirtan yang laen, mmmm : Cabeankunti (Boyolali), Situs Airlangga, Situs Pemandian Penataran (Blitar masih ada airnya), Situs Pemandian Kuno Airpanas di dekat jalan raya Semarang-Magelang (namanya lupa, tp pernah kesana thn 2007 lalu lokasi masih jd pemandian dan dikomersilkan ma pemkab semarang)
    Hohoho, makin banyak aja tempat pemandian yang bisa disinggahi niy, hehehe
    wisnuSenin, 07-September-2009, 12:00
  • ternyata di jogja masih banyk obyek wisata yang blm pernah kt lhat.jgan lp kalo ketempt ini mampir ketempt saya.saya kan cucunya yang menemukan candi itu
    oke deh mas, alamat persisnya aja dimana :D
    nimpunoJum'at, 20-November-2009, 21:41

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi