Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Cangkuang
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Tour de Bali: Hari Pertama



Suasana pagi di rumah Babe Ervan.


Pura Tanah Lot.
Klik Untuk Memperbesar.



Pura Watu Bolong.
Di fotografer.net



Pertama kalinya dapat foto burung!


Melihat daftar nama korban peledakan bom.


Patung Dewa Ruci.
Klik Untuk Memperbesar.



Duduk-duduk Lapangan Niti Mandala.
Inilah artikel yang menyajikan secara rinci kegiatan Tour de Bali, pada hari pertama kami di Bali, Senin (02/02/2009). Pagi hari, jam 06.00 kami sampai di Terminal Ubung, Denpasar. Dengan mata yang masih ngantuk, berdaya kurang dari 2.5 watt, kami langsung menuju mushalla di Terminal Ubung. Setelah shalat Subuh, kami nggak bisa kemana-mana, karena kami diperintah oleh Babe Ervan untuk menunggu kedatangannya di mushalla. Selang 20 menit kemudian, Babe Ervan bersama bapaknya, Pak Ilyas, datang menjemput kami dengan mobil Suzuki Carry.

Tanah Lot
Di rumah Babe Ervan, setelah beramah-tamah dengan ibunya, Bu Siti, kami langsung memulihkan kondisi badan dengan tewas mengenaskan sampai agak siang. Kemudian kami mulai penjelajahan kami dengan mengunjungi obyek wisata yang identik dengan pulau Bali, Tanah Lot. Tanah Lot adalah pura yang terletak di tengah laut, karena itu namanya Tanah Lot hasil permainan kata dari Tanah Laut. Tanah Lot ini terletak di Kabupaten Tabanan, Bali dan jaraknya dari Denpasar sekitar 20 km. Tanah Lot dibangun pada abad ke-15 oleh pendeta Niartha. Pada pengembaraan pendeta Niartha di pesisir selatan Bali, beliau menyaksikan pulau batu yang sangat indah dan memutuskan beristirahat disana. Kemudian ia mengutus seorang nelayan yang ada disana untuk membangun tempat untuk memuja dewa laut. Di dasar laut yang menyangga Pura Tanah Lot, katanya ada sejumlah ular laut yang beracun yang dipercaya menjaga pura tersebut dari jejadian jahat dan penyusup. Pada tahun 1980, pondasi batu yang menyangga pura tersebut mulai runtuh dan membayahakan pura diatasnya. Pemerintah Jepang kemudian memberikan bantuan untuk merehabilitasi Pura Tanah Lot. Karena itu dasar batu yang menyangga tanah lot beberapa adalah batu buatan. Untuk mengunjungi pura Tanah Lot, dikenakan biaya retribusi Rp 7.500 per orang dan Rp 2.000 untuk parkir motor.

Monumen Bom Bali
Setelah mengunjungi Pura Tanah Lot, kami bertolak ke Kabupaten Badung, tepatnya di Kecamatan Kuta yang amat-sangat terkenal sebagai tempat nongkrongnya bule-bule di Bali. Disini kami mampir sejenak di Jl. Legian, di Monumen Bom Bali. Monumen ini adalah bekas Paddy’s Club yang dahulu menjadi sasaran peledakan Bom Bali pertama pada Oktober 2002. Sedangkan bekas Sari Club kini menjadi lahan kosong dan menurut rencana akan dibangun museum perdamaian. Di tempat ini kami secara nggak sengaja bertemu dengan Mbak Lia, Math 03 yang saat ini bekerja di Bank Danamon cabang Kuta. Sebelum dari Monumen Bom Bali, kami juga sempat mengunjungi Patung Dewa Ruci yang ada di kawasan Simpang Siur.

Lapangan Niti Mandala
Sore harinya, sebelum kami menutup petualangan pertama di Bali kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Lapangan Niti Mandala yang dibahas lebih lengkap di artikel “Street Hunt: Lapangan Niti Mandala, Denpasar”. Saat pulang dari Lapangan Niti Mandala, Motor Yamaha Mio yang dinaiki Babe Ervan tiba-tiba melonjak naik ke atas trotoar. Insiden itu untungnya tidak menimbulkan korban selain motor yang sedikit lecet. Babe Ervan mengakui kalau dia sepertinya kelelahan. Yah, sepertinya kami harus menyiapkan stamina lebih untuk menghadapi petualangan di esok hari yang sepertinya bakal lebih berat. Tidak lupa, cuaca pada hari pertama diselingi oleh hujan sebentar di tanah lot dan selanjutnya cuaca cerah.



  • nih mas.....
    dah Qkasih komen.....
    puas?puas?puas??
    yang barusan maen dari Bali....
    yang besok rabu mau wisudaa....
    he...dia ngasih komen pake ngambeg, ya udah gak jadi deh kamu kukasih hadiah...cckckck
    maharaniSenin, 16-Februari-2009, 16:25
  • wuihh.. syapa tuh maharani??ck..ck..ck...lebih berkembang aja babe satu ini.
    kok insidenku dimuat to? khan jadi malu.
    Maharani itu Iyut, Math 2007. Insidenmu itu pantas dimuat kok Van, hue3...
    ervanSelasa, 17-Februari-2009, 22:59
  • Yang dimaksud "insiden" milik Ervan itu yang bagian mana to?
    Duh, aku baca lagi aja deh dari atas. :D
    Dibaca pelan-pelan sambil direnungi baik-baik.
    Samsul ArifinKamis, 28-Mei-2009, 01:35

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi