Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Ijo
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Sabtu, 31-Januari-2009, 16:25

Dilihat:
433 kali

Ada 1 komentar:


[kotak komentar]

Situs Watugudig



Wawancara dengan Pak Udiyana,
berarti gak bisa motret.



Bukan tembok rumah, tapi percobaan
kimia para peneliti di BP3.



Masuk gapura untuk bisa sampai ke situs ini.


Batu-batu candi di halaman rumah.


Lebih parah, dikerumuni tanaman liar.


Hidup berdampingan dengan modernisasi?
Yang tua mengalah?


Didorong rasa penasaran, pada hari Rabu (28/01/2009) aku dan Andreas kembali menelusuri jalan Jogja-Piyungan untuk mencari situs arkeologi yang katanya berjarak cukup dekat dengan jalan raya tersebut. Setelah kami keluar-masuk kampung dan bertanya kepada orang-orang sekitar, akhirnya kami sampai juga di Situs Watugudig. Dari tempat ini kami bisa dengan jelas melihat jalan Jogja-Piyungan, jadi sebenarnya tidak perlu keluar-masuk kampung segala. Cukup dengan berbelok ke arah kanan di jalan raya Jogja-Piyungan, memasuki gapura biru dusun Jobohan yang letaknya sebelum gudang alat-alat PT. Telkom. Sekitar 50 meter dari gapura itu, di sebelah pemakaman, disanalah Situs Watugudig berada.

Situs Watugudig adalah situs purbakala, di lahan itu terdapat sejumlah batu-batu bulat, besar, yang tersebar hampir dimana-mana. Watugudig sendiri berarti batu yang warnanya bercak-bercak. Apa sebenarnya batu-batu itu? Itu masih menjadi pertanyaan kami. Namun melihat bentuk batu yang mirip dengan umpak (kaki pondasi bangunan), kami menduga batu-batu besar itu dahulu adalah pondasi sebuah bangunan besar. Apakah bangunan yang dimaksud itu candi? Masih misteri.

Untuk menambah wawasan kami, aku bercakap-cakap dengan salah satu penjaga situs yang bernama Pak Udiyana. Karena aku sedang wawancara, alhasil aku tidak bisa memotret, jadi kupasrahkan saja urusan memotret kepada Andreas. Dari Pak Udiyana aku mendapatkan sekelumit informasi mengenai situs ini. Menurut beliau, keberadaan situs ini sudah tersiar semenjak tahun 1971. Namun penanganan oleh BP3 Yogyakarta baru dimulai pada tahun 1982, yaitu meneliti dan membenahi lokasi situs. Dahulu kala lahan situs ini merupakan lahan milik desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Menurut penuturan beliau, pada hari Sabtu malam (17/01/2009) silam, ada tangan-tangan jahat yang mencuri salah satu arca di situs ini. Sebenarnya sih bukan arca, lebih tepatnya saluran pembuangan air, nama kerennya Jawaladra, yang berbentuk seperti gajah. Setelah terjadi pencurian arca itu, barulah situs ini dibuatkan pintu dari besi yang...cukup sederhana. Aku menyayangkan sikap BP3, yang baru bertindak setelah terjadi kasus pencurian arca, apalagi sepertinya tindakan mereka tidak sepenuh hati. Padahal situs ini dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

Dari cerita Pak Udiyana pula, aku mendapat informasi kalau di daerah ini, sepanjang jalan Jogja-Piyungan, banyak terdapat reruntuhan batu-batu candi yang tersebar tidak terawat. Tergelitik dengan cerita beliau, maka selepas kami mengunjungi Situs Watugudig aku dan Andreas menjelajah di desa tetangga yaitu desa Madurejo, untuk mencari keberadaan reruntuhan batu candi lain. Pencarian kami ternyata tidak sia-sia, di dusun Keblak kami menemukan bebatuan candi yang teronggok begitu saja di halaman rumah seorang warga. Menurut penuturan warga tersebut, dahulu kala banyak batu-batu lain akan tetapi sudah diamankan ke Prambanan. Entah benar atau tidak, yang jelas batu-batu itu punya nilai jual yang tinggi dan kondisinya yang tidak terawat memudahkan bagi pihak-pihak nakal yang ingin mengeruk keuntungan dari benda cagar budaya tersebut.

Mungkin masih banyak benda-benda bersejarah lain yang teronggok begitu saja, tidak terawat. Ah, apakah bangsa ini masih belum bisa menghargai sejarah bangsanya sendiri? Ataukah memang, sejarah bangsa ini sengaja dilupakan?
  • wah baru masuk ya?
    gimana hasil jepretanku?..pasti biasa aja menurutmu..
    oya selamat jalan2 ya jangan lupa oleh2nya..
    biasa aja emang...kamu orang kelima yg minta oleh2 berarti kamu dapet bungkusnya aja...
    andreasSabtu, 31-Januari-2009, 16:35

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi