Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Lombok Vaganza
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Candi Gedong Songo


Prakiraanku mengenai bersahabatnya cuaca di hari Selasa (13/01/2008) ternyata salah besar! Memang sih, cuaca amat-sangat-bersahabat pada pagi harinya, sekitar pukul 08.00 hingga 09.00. Selebihnya, seakan-akan ada bocor besar di langit dan isinya tumpah semua membanjiri daratan Jawa Tengah. Pada hari itu juga, dua orang (yang katanya kurang kerjaan) melakukan perjalanan, kali ini ke arah utara, ke kaki gunung Ungaran, hanya untuk mencari bongkahan-bongkahan batu uzur. Tepatnya, ke Candi Gedong Songo, yang terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kec. Ambarawa, Jawa Tengah.

Di Kaki Gunung Ungaran
Tentang candi ini, sebenarnya sudah banyak blogger yang membahasnya (dapet banyak komentar pula), seperti yang ada di blognya Mas Zam. Yah, karena itu aku melengkapi aja deh apa yang sudah ada di blog mereka. Untuk memulai, menuju ke Candi Gedong Songo dapat ditempuh menggunakan rute berikut:


Rawa Pening terlihat dari sini.


Komoditas yang khas, kubis!


Kabutnya tebal banget!


Petualangan dibawah hujan.
  1. Dari Jogja, ikuti saja Jl. Jogja-Magelang, melewati kota Magelang hingga sampai di kota kecil Ambarawa yang terkenal dengan Museum Kereta Apinya.

  2. Dari Ambarawa, sebenarnya masih harus mengikuti jalan yang terbentang hingga kota Semarang. Tapi saat berada di kota Ungaran, kita harus berbelok ke arah kiri pada pertigaan yang menunjukkan arah menuju kota Bandungan.

  3. Di kota Bandungan yang terkenal sebagai kota peristirahatan dekat Semarang, akan ada papan petunjuk yang menunjukkan arah ke Candi Gedong Songo. Kalau bingung tanya saja warga di kota Bandungan, mereka pasti tahu.

  4. Untuk informasi, menggunakan kendaraan roda dua, perjalanan dari Jogja ke Candi Gedong Songo ditempuh selama 2,5 jam perjalanan.

Penuh Tantangan
Setelah membayar retribusi parkir Rp 1.000 dan membayar tarif masuk candi Rp 5.000 per orang, akhirnya dimulailah petualangan kami di candi ini. Kok, disebut petualangan? Ini alasannya:

  1. Saat berada di pintu masuk kompleks Candi, kami hanya bisa melihat pintu candinya saja. Kenapa? Kabutnya tebal banget!

  2. Siang hari itu, Jawa Tengah rata diguyur hujan. Untung kami bawa jas hujan.

  3. Candi ini berada di kaki gunung, jadinya hawanya dingin. Ditambah hujan dan terpaan angin gunung, makin terasa dingin!

Candi Gedong Songo, sesuai namanya, ada sembilan buah candi yang tersebar di area ini. Semuanya kami jelajahi dengan berjalan kaki. Ditambah poin 1 sampai 3 diatas, ini bisa disebut petualangan kan?


Awalnya 7, Akhirnya 9
Candi Gedong Songo pertama kali ditemukan oleh Gubernur-Kolonial-Inggris yang terkenal itu, Raffles. Awalnya hanya ada 7 candi yang berhasil ditemukan, tapi belakangan ditemukan lagi dua candi, sehingga namanya menjadi candi Gedong (bangunan) Songo (sembilan). Walau ada sembilan candi, tapi hanya 5 candi saja yang masih utuh. Kelima candi itu dinamai dengan nomor, dari 1 sampai 5. Candi Gedong 1 dipugar oleh Dinas Purbakala tahun 1928-1929, Candi Gedong 2 pada tahun 1930-1931, dan Candi Gedong 3,4,5 pada tahun 1977-1983.

Candi Gedong 1.


Candi Gedong 2.


Candi Gedong 3.


Candi Gedong 4.


Candi Gedong 5.
Diperkirakan kompleks candi ini dibangun pada abad ke-7 hingga 9 Masehi, seperti pada Candi-Candi di Dieng.

Candi Gedong 1 adalah candi pertama yang ditemui di rute perjalanan kami. Candi ini berdiri kokoh, sendirian. Candi ini menghadap ke arah barat, dan di sisi timur candi ada semacam pondasi yang mungkin merupakan candi perwara dan juga sungai kecil. Ornamen penghias candi ini tergolong sederhana, tidak ada arca atau relief Agastya, Durga, dan Ganesha. Di dalam candi ini terdapat sebuah yoni. Oh ya, Candi Gedong Songo semuanya merupakan candi Hindu.

Candi Gedong 2 adalah candi kedua yang kami temui. Candi ini menghadap ke arah barat, dan tepat di muka pintu masuk candi terdapat pondasi bangunan yang kuduga adalah pondasi bangunan tempat para pendeta beristirahat. Berbeda dari Candi Gedong 1, di candi ini ada relung-relung di dinding luar candi untuk menempatkan arca Agastya, Durga, Ganesha, dan Nandiswara. Sayang arca-arca itu tidak ada. Di dalam candi ini juga tidak terdapat apa-apa.

Berbeda dari dua candi sebelumnya, Candi Gedong 3 memiliki tiga buah bangunan terdiri dari satu candi induk, dan dua candi pendamping dengan formasi membentuk huruf L. Tepat di muka candi induk yang menghadap ke arah barat, ada bangunan yang dulu dipergunakan sebagai tempat para pendeta beristirahat. Sedangkan di sisi selatan candi induk ada bangunan candi perwara. Anehnya, di sisi utara nggak ada bangunan candi perwara lain. Di candi induk sendiri, setiap relungnya terdapat relief Agastya, Durga, Ganesha, dan Nandiswara.

Untuk menuju Candi Gedong 4 kami harus melewati sungai yang dekat dengan sumber air panas. Makanya dari Candi Gedong 3, kami sudah mencium bau belerang. Di dekat sungai, pihak pengelola membuka kolam rendam air panas, cukup dengan membayar Rp 3.000 sudah bisa menikmati panasnya air di kaki Gunung Ungaran. Candi Gedong 4 sendiri letaknya agak jauh, dekat dengan hutan. Candi ini memiliki satu candi induk dan ada sekitar...eeehh...8 reruntuhan candi perwara, tiga di muka candi, dua di sisi utara, dua di sisi selatan, dan satu di sisi timur. Candi induk menghadap ke arah barat dan di dinding selatan ada arca, sepertinya arca Agastya karena perutnya buncit. Tapi nggak ada arca Durga, Ganesha, dan Nandiswara.

Candi terakhir adalah Candi Gedong 5. Candi ini terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke arah abarat dan tiga reruntuhan candi perwara di sisi utara dan selatannya. Di dinding luar candi induk sendiri terdapat relung-relung yang sayangnya tidak berisi arca. Tidak jauh dari Candi Gedong 5, ada reruntuhan candi lain, jumlahnya dua buah, tapi nggak tau apa itu adalah bagian dari 4 candi Gedong Songo yang katanya hanya tinggal pondasinya aja.

Capek...
Dari Candi Gedong Songo 5, perjalanan yang semula menanjak berubah menjadi menuruni bukit. Tentu di tengah pekatnya kabut, kami harus hati-hati agar tidak terpeleset dan tau-tau masuk jurang. Sebetulnya ada banyak gazebo yang bisa digunakan untuk melepas lelah, tapi beberapa gazebo itu...ehm...berisi pasangan-pasangan yang sedang dimabuk asmara. Apa mereka nggak takut kualat ya? Ya sudahlah, tapi di tengah perjalanan kami, tiba-tiba kabut yang menyelimuti Candi Gedong Songo menghilang! Aduh! Tapi kami tidak bisa kembali menyusuri candi-candi itu lagi karena kami...sudah...sangat...capek! Karena itu kami sudahi saja perjalanan kami di candi ini. Pemandangan elok dari atas bukit di area Candi Gedong Songo, seakan membayar lunas segala keletihan kami. Jujur, bagiku penjelajahan di candi ini lebih-amat-berat dibandingkan di Kompleks Candi Arjuna, Dieng.
  • wew.. bagus banget pemandangannya bos, jadi pengen kesana
    Sayang bulan Januari musim hujan dan disana sering turun kabut. Datengnya pas awal musim kemarau aja, April-Mei, dijamin bagus pemandangannya.
    ario sajaSenin, 26-Januari-2009, 20:07
  • Salut buat perjalanan kalian... q kemarin kesana mpe puncak tapi cuma liat2 saja tanpa memperhatiin detail candi... capeg juga ciii tp gag terasa coz pemandangannya bisa menghilangkan capeg. hahah

    @yg empunya web: kalu punya info detail candi gedongsongo plese email me yah... lwt ym/fs/fb juga bisa... thanks be4...
    Apa kemarin pas kamu kesana kabutnya juga tebal & turun hujan? Pokoknya seru deh disana. Info seputar candi ini minim, paling2 hanya yang ada di papan informasi aja.
    andraKamis, 26-Februari-2009, 21:24
  • 25 Feb 2009 kmrn Di dalam salah satu candi Gedong songo ditemukan emas lho.. saat mo diadakan pemugaran candi itu. Baca beritanya di KR.
    Di Harian Kompas juga ada kok, pas aku kesana dulu belum dipugar masalahnya.
    newsSabtu, 28-Februari-2009, 16:17
  • 1.hi mas, maw nambahain nigh...kalo dari jogja ga usah lewat rute yang sejauh it,masuk ke bandungan( kejauhaaaaaaaaaaan )...dari terminal ambarawa terus aj ikuti jalan ke Semarang sekitar 5 menit ada pertigaan besar ( kanan ke arah semarang, trus kekiri aja , jalannya besar n naik..ikutin aja jalannya n penunjuk arah, lebih dekat..n jalannya lbh mudah, ga naek turun n kelok2 ( kecuali pas ke arah gedong songonya itu ), smg bermanfaat ya bwat yg maw dolan kesana.

    2.o ya tentang penemuan emas ( bentuk perhiasan, dll ) sudah beberapa kali lho ditemukan disana, setauku saat eyang2 kt jaman dulu maw bertapa disana, maka mereka dwjbkan melepas semua perhiasannya .

    3.Gedong Songo pemandanganya asik, sayang wisata budayanya jadi kalah pamor dibandingin wisata alamnya, hal in terkait dengan ga ada satu pun arca2 n bukti budaya lain yg mendukung yg disimpan disekitar candi. Sayang sekali........
    Waduh, ada rute yang lebih "manusiawi" toh? Maklum itu kan kita berdua kan bukan orang Jogja. Mohon maaf kalau nyasar, hehehe.

    Hmmm, pemikiran yang bagus. Tapi apa pendeta jaman dulu juga pakai gelang? Tapi masak gelang dilepas dan lupa diambil lagi? Bagaimana menurut mba Lucia?

    Sebenernya jarang lho bisa menemukan kompleks candi yang masing-masing candinya masih utuh. Tapi mungkin karena letaknya terpencil, jadinya susah untuk kesana. Tapi sekitar candi kan dipakai juga untuk bumi perkemahan. Dan melihat banyaknya warung-warung yang berdiri di halaman parkir, saya kira pas libur di tempat ini lumayan ramai.
    lRabu, 15-Juli-2009, 08:31
  • ya gpp nyasar mas, namnya aja mblusuk kan ??hehehe
    iya si mas, tp kalo dari informasi yg aku taw ( kbtulan temenku salah satu wartawan yg ikt liputan itu )itu bukan gelang, tp kaya apa ya, gelang yang dipake di atas lengan ( yg kaya film2 brama kumbara )hehe atau mungkin juga kaya canting yg dipake dblakang kuping, jd bilangnya gini satria2 yg maw bertapa gt...
    aku ga bisa menanggapi, ga ada bayangan, mungkin itu salah satu tempat suci jaman dulu, yg mgkin secara pribadi orang2 memang meninggalkan atribut keduniawiannya, krn....( alasnnya bs macem2 hehehe )
    wah aku jadi ngarang indah, entah alasannya apa,justru itu yang aku suka dari peninggalan eyang2 kt, membuat penasaran n berandai-andai...hehehe
    emang candi itu karena sejarahnya masih terselubung misteri jadi menarik untuk dibayang-bayangkan dan diangan-angankan...
    luciaKamis, 16-Juli-2009, 20:52
  • Candi gdng songo emak indah bngtz pa lg buat pcran tp jangan buat mesum lo ntr kualat n jaga juga kebersihanya biar kliatan asri by adi sumowono
    Iya mas, saya juga ndak setuju candi buat tempat pacaran.
    Adi SumowonoJum'at, 31-Juli-2009, 17:06
  • wah untung ak nemu blog ini....
    bentar lage ak mo ke sana mas , ternyaata dr jogja 2,5 jam ya??
    perlu brangkat pagi2 nih....
    thnks info rutenya....
    semoga ndak kesasar ya mbak, klopun kesasar bisa cari warnet terdekat :D
    yuliaslovicSenin, 25-Januari-2010, 11:01

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi