Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Kompleks Candi Arjuna
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!
Diterbitkan:
Senin, 12-Januari-2009, 20:57

Diperbarui:
Jum'at, 13-Maret-2009, 07:24

Dilihat:
527 kali

Ada 5 komentar:


[kotak komentar]

Candi Kedulan


Ada satu candi yang berada tidak jauh dari kota Kalasan, candi yang dahulu sempat kami kunjungi namun tidak sempat kami telusuri lebih jauh dikarenakan kondisi candi yang tidak memungkinkan, terendam air seperti layaknya kolam!

Candi Kedulan.
(Klik untuk memperbesar).
Maka di awal tahun 2009 ini, tepatnya pada hari Jum’at (02/01/2009), aku bersama Andreas mengunjungi candi tersebut dan beruntung bahwa kali ini candi tersebut tidak terendam air, walau bulan Januari masih terhitung bulan yang identik dengan "hujan melulu setiap hari". Candi tersebut bernama Candi Kedulan dan terletak di Dusun Kedulan, Kelurahan Tirtomani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.



Ngobrol bareng Andreas dan Pak Didik.


Masih ada yang bersembahyang disini.


Candi perwara yang setengahnya tertimbun tanah.


Yang atas bekas lahar Gunung Merapi,
yang bawah bekas pagar candi.



Lokasi percobaan penyusunan dibuatkan atap.


Fosil pohon purba itu, nggak bisa dicabut akarnya!


Yoni di candi induk, kok terlantar ya?

Lagi-Lagi Jl. Jogja-Solo
Untuk berkunjung ke candi ini tergolong mudah, karena letaknya dekat dengan kota. Pertama, dari Jogja ikuti saja Jl. Jogja-Solo hingga sampai di sebuah pertigaan yang dijaga lampu lalulintas. Pertigaan ini dekat dengan bengkel Suzuki dan juga dekat dengan Candi Kalasan. Di pertigaan ini belok ke arah kiri (arah utara) dan ikuti saja jalannya. Sekitar 10 menit perjalanan (dengan motor), kita akan bertemu dengan sebuah perempatan. Belok kiri (arah barat) di perempatan tersebut dan beberapa meter kemudian di sisi kanan jalan, kita akan menumpai suatu bangunan berisi pompa air. Turun dari kendaraan anda dan berjalanlah sekitar 10 meter ke arah selatan, dan kita akan menemui sebuah lembah dengan onggokan batu-batu candi di dasar lembah tersebut. Itulah Candi Kedulan.

Dibantu Narasumber
Dengan menyusuri jalan setapak yang kecil (bisa muat motor), kami tiba di pos keamanan Candi Kedulan. Tanggal dua Januari memang bukan hari libur, jadi waktu itu masih ada beberapa pekerja yang sedang merampungkan membuat atap pelindung untuk tempat penyusunan percobaan batu candi induk. Setelah mengisi buku tamu, kami berdua memulai eksplorasi kami. Di tengah-tengah eksplorasi, kami berpisah tugas, aku mengabadikan foto-foto Candi Kedulan sementara Andreas mewawancarai seorang bapak bernama Pak Didik, seorang staff Dinas Kebudayaan DIY, yang sudah bertugas di Candi Kedulan semenjak tahun 2003. Berikut merupakan hasil penjelajahan kami yang dibantu oleh referensi yang diberikan oleh Pak Didik.

Gali ke Selatan, Gali ke Barat, Gali ke Timur
Semula, tidak akan ada yang menyangkan bahwa di lahan yang kerap digunakan sebagai tempat mengambil tanah untuk bangunan itu, tersembunyi sebuah candi. Ini yang menjadi alasan, mengapa lahan Candi Kedulan ini memanjang dari utara ke selatan, bukan dari barat ke timur. Pada tahun 1993, seorang penggali tanah menemukan sebuah batu candi di sisi utara lahan ini. Setelah digali lebih sedalam 7 meter ternyata masih banyak bebatuan candi di dasarnya. Para ahli arkeologi kemudian mengambil alih proses ekskavasi dan memutuskan untuk menggali ke arah barat, karena Candi Sambisari yang berada tidak jauh dari Candi Kedulan menghadap ke arah barat. Setelah digali ke arah barat ternyata tidak ditemukan tanda-tanda batu candi. Penggalian kemudian berbalik ke arah timur dan berhasil menemukan tiga buah candi perwara. Namun sayang di arah timur penggalian terhadang oleh persawahan milik warga. Hingga kini proses penggalian ke arah timur belum dilanjutkan lagi, dan menyisakan reruntuhan tiga candi perwara yang setengah bangunannya masih terkubur tanah. Tiga candi perwara dan sebuah yoni di candi induk menandakan bahwa candi ini merupakan candi Hindu.

Amukan Lahar Gunung Merapi
Proses ekskavasi juga bukan perkara yang mudah. Pasalnya dalamnya candi ini terkubur sedalam 7 meter dari permukaan tanah, terdiri dari 13 lapisan tanah. Mengapa candi ini bisa terkubur dengan kedalaman yang begitu dalam? Jawaban yang mungkin adalah akibat dari letusan Gunung Merapi di masa lampau. Ini bukan main-main, karena kami menemukan pagar candi yang hanya tersisa separuhnya di arah utara. Selebihnya pagar candi ini menjadi satu dengan batu cadas yang merupakan lahar yang telah membeku. Untung saja bangunan candi induk masih terselamatkan dari amukan lahar merapi dan diperkirakan 85% dari bebatuan candi induk masih lengkap. Seberapa dahsyatnya letusan Gunung Merapi kala itu? Kalau dihitung dari Kalasan menuju kaki gunung Merapi, Kaliurang, kurang lebih sejauh 50 kilometer dan dari jarak itu lahar merapi masih sanggup mengubur sebuah candi dengan kedalaman 7 meter! Lapisan tanah yang berjumlah 13 juga menandakan bahwa dahulu kawasan ini disapu lahar Merapi sebanyak 13 kali. Tidak heran kalau orang-orang jaman dulu memindahkan pusat kerajaan di Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Dua Prasasti
Pada lokasi candi ini juga ditemukan dua buah prasasti, yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Prasasati tersebut berangka tahun 869 Masehi yang berisi tentang pembebasan pajak tanah di Desa Pananggaran dan Parhyangan, pembuatan bendungan untuk irigasi, pendirian bangunan suci bernama Tiwaharyyan serta ancaman kutukan bagi siapapun yang tidak memenuhi aturan. Diduga Candi Kedulan memiliki nama asli Tiwaharyyan, sampai sejauh ini aku mengetahui hanya Candi Sewu yang memilki nama asli. Bendungan yang dimasud juga belum ditemukan, begitu pula dengan sisa-sisa pemukiman Desa Pananggaran. Mungkin saja keduanya sudah bersih disapu oleh ganasnya lahar Gunung Merapi. Selain itu di lokasi candi ini juga ditemukan fosil pohon. Diduga pohon tersebut ikut terkubur saat candi ini terkena lahar. Menurut Andreas, candi ini sudah tidak dipergunakan lagi di masa lampau karena di lahan di sekitar candi yang masih aktif digunakan tidak boleh tumbuh sebatang pohon pun. Apa iya ya?

Jangan Lagi Terendam Air

Candi yang Terendam Air.
(Klik untuk memperbesar).
Saat ini Balai Pelestarian Purbakala (BP3) Yogyakarta sedang melakukan proses penyusunan percobaan dari bebatuan candi induk. Dari prosesnya, aku melihat sudah hampir jadi dan sekilas memang mirip struktur candi induk di Candi Sambisari. Dari Pak Didik, diketahui bahwa setelah proses pemugaran selesai maka di tempat yang dulu dilakukan penyusunan perobaan bebatuan candi induk, akan dibangun semacam pusat edukasi tentang seluk-beluk candi yang dapat digunakan oleh siswa-siswi sekolah untuk belajar sejarah. Namun satu yang menjadi perhatian adalah lokasi candi ini yang berada 7 meter dibawah tanah, mengingat sewaktu-waktu candi ini bisa terendam ketika hujan turun. Agar hal tersebut tidak terjadi maka mesti dibuat saluran pembuangan akan tetapi faktor geografis letak candi ini juga mempersulit perencanaan saluran pembuangan tersebut. Wah, sepertinya masih banyak pe-er yang mesti dikerjakan sebelum candi ini purna pugar deh.
  • ayo ekspedisi lagi..sabtoe yo moga2 g hujan...
    ya klo hujan ya dihadapi saja Ndre, jadi tambah seru kan? he3. Belum pernah juga kan ekspedisi di tengah kabut?
    andreasSelasa, 13-Januari-2009, 10:06
  • Jan.. Candi kedulan masih seperti itu kondisinya? MEMPRIHATINKAN!
    Iya, masih seperti dulu, masih terendam air juga kalau ujan. Yah, tapi setidaknya proses pemugaran masih tetap berjalan, walau terkesan lamban..
    zamSenin, 19-Januari-2009, 14:00
  • mas.. mas...
    numpang ngrepoti bisa nggak??
    kami lagi ada tugas mengupas candi kedulan, bisa minta tolong minta foto yoni yang detail gag?? soalnya klo minta di dinas kebudayaan, mereka minta surat pengantar dari sekolahan yang gag mungkin kami dapatkan dalam waktu singkat (yang tanda tangan susah ditemui, kebanyakan proyek kali)

    tengkiu sebelumnyah
    Hoooo...emangnya sekolah dimana sampeyan? Kalau foto doang sih kan boleh saja toh? unduh fotonya di alamat, http://imgur.com/cckTh.jpg
    vodcaMinggu, 08-November-2009, 16:34
  • Hallo mas,
    Blog nya bagus, artikelnya keren2..
    ada beberapa tempat yg blm saya kunjungi, bisa buat referensi..
    terima kasih, semoga membantu :)
    UNIQUERabu, 02-Desember-2009, 12:57
  • keren,thganks, buat referensi tugas dokumenter.
    sama-sama :)
    jezSabtu, 20-Februari-2010, 11:34

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi