Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Motret Sendratari Ramayana ala Wijna
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Bakso Khas Lombok Uleg ”Pak Yitno”



Warung di dekat alun-alun.
Wah, kalau menyantap bakso kota Temanggung ini rasanya jadi teringat oleh kenangan masa lalu. Yah, memang pada tahun 2006 silam, kala anak-anak Math ’04 masih cukup gila untuk bertualang bersama, kami pernah menyambangi warung bakso yang terletak di depan gedung DPRD Temanggung yang sangat dekat dari Alun-Alun Kota Temanggung. Pada tahun 2008 ini (26/12/2008), aku kembali bernostalgia dengan bakso yang terkenal pedasnya itu. Tentu saja kini aku sendiri, tanpa ditemani oleh teman-teman gilaku itu.


Sebenarnya bakso yang dihargai Rp. 4.000.- per porsi itu tidak berbeda dengan bakso lain. Bakso tersebut tidak memakai mie, dan menggunakan ketupat sebagai penggantinya. Mau pakai ketupat atau tidak pakai ketupat, harganya sama saja. Satu porsi bakso berisi lima buah bakso kecil, irisan tahu goreng (yang tidak kuhitung jumlahnya), irisan daun seledri, dan taburan bawang goreng.

Bakso yang pedas!
Rasanya lumayan, cukup bisa untuk mengganjal perut yang keroncongan walau satu porsi jauh dari kata mengenyangkan. Lalu dimana "Khas Lombok Ulegnya"? Kalau saat pertama kali anda memesan tanpa embel-embel permintaan "yang pedes Pak!", saya jamin anda akan melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Mintalah bakso "versi pedas" dan anda akan menyaksikan sejumlah cabai rawit hijau diuleg di dasar mangkok sebelum kemudian ditambahi bahan-bahan bakso dan disajikan di hadapan anda. Rasa pedasnya...mantap! Anda tidak bisa mengurangi rasa pedas setelah porsi bakso tersaji karena rasa pedasnya tidak bisa dihilangkan karena sudah menyatu utuh dengan bahan bakso lainnya. Sialnya, di warung ini tidak disediakan minuman, jadi anda harus bersabar menahan pedas sembari menghabiskan satu porsi bakso.

Bagaimana bagi anda yang senang dengan yang pedas-pedas? Tertarik untuk mencoba?
  • Wah, dulu kita pernah ke situ ya, wis?
    ada kenangan yang tak terlupakan di masjid kauman Temanggung itu?
    saat aku "digunakan" untuk menabuh bedhug...
    aku hanya pasrah, menerima perlakuan kalian.
    kalian begitu buas saat itu, aku tak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.
    lho? selamanya kan kamu memang tidak berdaya Pin? Makanya kamu bisa kami manfaatkan setiap saat kami membutuhkan hiburan darimu. he3
    samsul arifinSenin, 12-Januari-2009, 05:55
  • Sekali lagi.................

    PEDAS ?! Lewattttttt...............
    Hajar terus....... !!
    Orang ini emang doyan pedes yah?
    PeinSenin, 08-Juni-2009, 20:52
  • sebagai wong temanggung...aku bangga lho...cause temanggung kotanya bersih, adeeeeemmmm ayemmmm....n banyak kuliner yang enyak..enyak....

    about bakso uleg...baksonya kenyil2..klo pesen kusaranin lombok rawitnya minimal 8 biji deh...wii ditanggung MAK TOOOORRRR......

    tapi juga ada bakso jamur yang ga kalah mak nyuszt...

    temanggung Is the Best...Bravo...
    Temanggung menurut saya hampir mirip dengan Magelang, tapi iya sih lebih sepi aja. Wah mbak, saya aja lombok satu udah bikin diare. Kalau delapan??? Wah...

    Oiya mbak, Bakso Jamur tu persis lokasinya dimana? Selain itu apa lagi kuliner yang maknyuss di Temanggung?
    Linda KhrisnaRabu, 17-Juni-2009, 13:23
  • Klo bkso pak Yitno aku mang blm prnh coba. Enak ndi karo bkso uleg pak Kemat?
    Wah bakso uleg Pak Kemat dimana ya mbak?
    NununkJum'at, 24-Juli-2009, 15:45
  • huahh... udah kebayang panas dan pedesnya nih
    kebetulan gw termasuk orang yg gak begitu suka ma yg pedes2, tapi sensasi makan bakso pedes ini dah bikin gw merinding. Salut utk teman2 yg tahan ma pedes :)
    Tapi pas begitu selesai makan malaha langsung merindukan kamar kecil lho mas, hehehe
    zefkaSenin, 03-Agustus-2009, 13:37

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi