Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Sari
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Kutukan Tugas Akhir


Tugas akhirku memang sudah selesai, penderitaan sepanjang sejarah kuliah sudah berakhir. Akan tetapi bayang-bayang tugas akhir ternyata masih menghantuiku. Tapi itu mungkin juga akibat ulahku sendiri. Aku merasa seperti dikutuk....hiks...

Senin, 13 Oktober 2008
Aku pergi ke Perpustakaan Fakultas MIPA Selatan untuk mengumpulkan tugas akhirku. Eeeh...ternyata warna kover jilid tugas akhirku salah! Mas petugas perpustakaan tidak mau tahu dan memberi perintah untuk mengganti warna kover. Berarti sama saja dengan menjilid ulang dong? Tidaaaak!

Kamis, 16 Oktober 2008
Sesaat sebelum Gunawan pendadaran, aku mengumpulkan tugas akhir (akhirnya berganti warna kover) ke Perpustakaan Fakultas MIPA Selatan dan mendapatkan nilai tugas akhirku. Untung ibu yang menerima tugas akhirku tidak bertanya kenapa baru dikumpulkan sekarang, padahal pendadarannya sudah hampir tiga bulan yang lalu. Dan untung saja nilainya tidak dikorting...phew...

Kamis, 23 Oktober 2008
Aku bertemu dengan Bu Ertin (sekarang kupanggil Bu karena beliau sudah menikah) dan Nanang (tetap bedebah seperti biasanya) di parkiran motor Fakultas MIPA Utara di belakang gedung SIC (untung mereka nggak tanya aku sedang apa). Setelah sekian lama Bu Ertin tidak berjumpa denganku, bukan ungkapan kangen yang kudapatkan, melainkan tagihan jilid tugas akhirku untuk dirinya. Beliau tambah terkejut ketika menerima laporanku yang juga tidak menyerahkan jilid tugas akhirku untuk Bu Indah. Biaya jilid hard kover x biaya print 140 halaman x 2 eksemplar = mahal !? Tapi walau bagaimanapun karena sudah ditagih ya mesti dikasih...





Jilid tugas akhirku, judulnya
Dekomposisi Primer
pada Ideal Berdimensi Nol.
Senin, 3 November 2008
Di Bandung, aku pergi bersama Bapakku untuk menge-print 126 halaman tugas akhir (yang 14 halaman mau kuprint sendiri karena filenya lupa kubawa). Kami sempat pindah tempat jasa print karena disana tidak bisa membaca file PDF. Akhirnya tugas akhir yang 126 halaman itu (dicetak 2 kali) bisa di print juga. Biayanya Rp. 63.000 untuk 252 halaman, jadi satu halamannya seharga Rp. 250. Disana aku baru pertama kali melihat printer laser saat ngeprint, ternyata ngeprint 252 halaman hanya butuh waktu kurang dari 15 menit. Kereeeen...

Jum’at, 7 November 2008
Kenapa ya menjilid tugas akhir saja malasnya setengah mati? Anyway, hari ini aku pergi untuk menjilid tugas akhir di Fotokopi Kopma UGM. Aku dijanjikan selesai penjilidannya pada hari Selasa. Sore harinya, wilayah UGM diterjang angin puting-beliung yang sempat menjadi headline di harian Kompas (Sabtu, 8/11). Malam harinya aku baru sadar kalau ada sekitar 33 halaman tugas akhir yang terselip dan tidak diikutsertakan untuk dijilid! Aku tidak bisa kembali kesana, karena Fotokopi Kopma UGM tutup hari Sabtu dan Minggu, terlebih sedang ada bencana angin puting-beliung di UGM. (Wah gawat!!!).

Senin, 10 November 2008
Aku kembali ke Fotokopi Kopma UGM dan ternyata proses penjilidan tidak dilakukan disana melainkan di tempat lain. Jadi, aku hanya bisa menunggu nasib jilid tugas akhirku berantakan...(duh nasiiib...)

Selasa, 11 November 2008
Aku datang ke Fotokopi Kopma UGM jam 11.00 dan ternyata (lagi-lagi) hasil jilidnya baru mau diantar pada sore harinya. Ya sudah, aku mengambilnya besok saja. Menunggu lagi....nasiiib...

Rabu, 12 November 2008
Aku di SMS petugas Fotokopi Kopma UGM kalau tugas akhirku keliru (kok bisa ya?). Ternyata halaman isinya adalah halaman isi untuk ringkasan tugas akhir. Karena itu tugas akhirnya belum jadi dijilid deh (untuung). Gimana nasib 33 halaman yang terlupakan itu? Ternyata petugas Fotokopi Kopma UGM kreatif, yaitu memfotokopi dari halaman yang ada. Kalian pasti bingung, karena 33 halaman itu adalah halaman 1 sampai 33, sedangkan aku kan menjilid dua eksemplar tugas akhir, jadinya ada halaman 1 sampai 33 di eksemplar lain kan?

Kamis, 13 November 2008
Semoga ini yang terakhir kalinya aku pergi ke Fotokopi Kopma UGM untuk menjilid tugas akhir. Eh, nggak deh, kan aku mesti ngambil hasil tugas akhirnya juga. Hehehe.

Berbelit-Belit...
Apa kisahku menjilid tugas akhir yang berbelit-belit seperti ini gara-gara aku mengulur-ulur melakukannya ya? Ah, nggak tau deh apakah ini juga adalah pengalaman buruk setelah selesai mengerjakan tugas akhir dan apakah ini juga semacam kutukan atau sebagainya. Tapi yang jelas aku jadi kenal dekat dengan Mbak Maya dan Mas Galung, petugas-petugas Fotokopi Kopma UGM yang sabar menghadapi kelakuanku. Mungkin banyak orang yang tidak sadar bahwa banyak mahasiswa UGM dapat lulus akibat jernih payah mereka menjilid tugas akhir. Mungkin juga gara-gara hal sepele seperti ini aku bisa akrab dengan banyak orang. Hidup memang aneh...
  • Ini mungkin akibat suka menunda2 ngumpulin skripsi...

    la wong orang lain itu bingung setengah mati untuk menyelesaikan skripsinya, kamu malah kebingungan jilid skripsi...ckckck..orang yang aneh
    lho kan emang saya orangnya aneh mas Win...hehehe3 tapi sampe sekarang jilid skripsinya belum dikasih loh, kemaren di kelas PSA ketemu Bu INdah aja aku cuma cengar-cengir ga jelas...he3
    winkyRabu, 19-November-2008, 18:00
  • Suatu hari ada sepasang kakek nenek pergi ke sebuah toko souvenir.KEduanya melirik sebuah mug cantik.Kemudian mendekat dan membelinya.Ketika dibeli, mug itu berkata"Terima kasih telah memilih saya.Sebelum jadi seperti ini, dulunya saya seonggok tanah liat yang menjijikkan.Kemudian ada bapak tua yang memungutku.Pikirku aku akan diperlakukan enak.Eh malah dimasukan dalam gilingan, trus diputer2 dan aku berteriak2 "Hentikan,hentikan"Tetap saja dia tak mendengar.Setelah selesai,pikirku sudah.Tapi ternyata aku dimasukkan dalam tungku.Aku dibakar.Tubuhku merontak kepanasan,tapi mereka juga tak mendengar.Setelah itu aku diserahkahkan pada seorang wanita.Kirain mau diprelakukan enak,ternyata aku dicat,setelah itu aku dibakar lagi.Uh betapa sakitnya aku.TApi kemudian aku di bawa ke toko ini.Di depanku ada sebuah cermin.Aku melihat diriku yang begitu cantik.Aku bahagia.Ternyata penderitaanku selama ini tlh merubahku jadi cantik"
    Hal rumit akan menuntun HT kita menjadi sabar dan bijaksana
    terima kasih mbah T!
    Mr.TSabtu, 22-November-2008, 18:54
  • orang sanguin, sukanya kayak gitu, bikin gregetan.
    tapi ada, temenku yang sanguin, dia kalau kerja cepet banget, tapi panikan. beda sama aku yang lemmoth, tapi nyante.
    entah kenapa, kita malah jadi klop.
    Aku sanguin kok! hehehe
    ranystarrySelasa, 03-November-2009, 10:21
  • Aku tau klo km sanguin, makanya aku blng gitu. Mas wijna trnyta dudul jg, hee..
    waaah...aku dibilang dudul coba...
    ranystarryJum'at, 06-November-2009, 06:53
  • walah, piye tha. susah juga tugas akhirnya. yah, ini sih rintangannya ya. hihihi :D ank UGM euy, keren:)
    lika-liku tugas akhir itu kadang bikin kepala senut-senut tapi lucu tuk diingat :D
    nengratnaMinggu, 31-Januari-2010, 02:00

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi