Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Gatotkaca
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Museum Nasional


Semenjak aku aktif memotret candi-candi dan situs-situs arkeologis lainnya, aku semakin senang untuk belajar sejarah. Karenanya pada hari Minggu (02/11/2008), aku yang sedang berada di Jakarta menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Nasional yang dikenal juga sebagai Museum Gajah. Museum Nasional terletak di Jl. Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. Untuk dapat mencapai museum tersebut, bisa menggunakan Bus Transjakarta koridor I dan turun di halte Monumen Nasional. Museum tersebut terletak di sebelah Gedung Departemen Pertahanan Nasional.


Arca-arca utuh diletakkan di sepanjang
koridor Gedung Gajah.

Halaman di dalam Gedung Gajah juga ditempatkan
sejumlah arca Lingga dan Nandi.













Sejarah
Sejarah Museum Nasional sendiri tidak lepas dari dibentuknya Bataviaasch Genotschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Budaya) pada tanggal 24 Juli 1778, yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang penelitian seni dan budaya, khususnya di bidang sejarah, arkeologi, dan etnografi. Salah satu pendirinya, JCM Radermacher, menyumbangkan rumahnya dan sejumlah buku beserta benda budaya yang menjadi cikal bakal berdirinya Museum Nasional. Dengan adanya koleksi yang semakin bertambah, maka pemerintah Belanda membangun museum di lokasi sekarang ini yang mulai dibuka untuk umum pada tahun 1868.


Celengan purba. Ternyata bangsa kita dulu
gemar menabung lho. Kalau sekarang korupsi, payah!

Patung Ratu Pantai Selatan menunggang
kuda sembrani ditemukan di Jawa Barat.













Dua Gedung
Tarif retribusi yang dikenakan amat-sangat-murah yaitu Rp. 750 untuk dewasa dan Rp. 500 untuk anak-anak. Museum ini memiliki dua buah gedung, yakni Gedung Gajah dan Gedung Arca. Gedung gajah adalah bangunan dua lantai yang bergaya kolonial dan penataan koleksinya pun masih ditata dengan teknis kolonial. Sedangkan Gedung Arca merupakan bangunan baru yang menyajikan sejarah kebudayaan Indonesia secara lebih sistematik dan penataannya pun lebih modern.


Arca dari jaman Megalitikum.
Bentuknya seperti kuda terbang? Imajinatif.

Fragmen keramik yang ditemukan di Trowulan
pusat kerajaan Majapahit.













Untuk Semua

Aryo and me!
Kunjungan singkatku di museum ini benar-benar menambah wawasan dan pengetahuanku tentang sejarah. Eh iya, ternyata museum ini juga ramai oleh pengunjung domestik maupun mancanegara, syukurlah bahwa bangsa kita mulai mengerti akan makna sejarah. Ada lagi, aku kemari tidak seorang diri melainkan ditemani oleh adik sepupuku, Aryo Gutomo, seorang mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Padjajaran, Bandung. Kami berdua memang berbeda disiplin ilmu dan utamanya landasan ilmu kami bukan di bidang sejarah, tetapi kunjungan kali itu kembali menegaskan bahwa sejarah adalah milik semua orang dan tidak untuk dilupakan.


Interior Gedung Arca yang modern.

Prasasti Canggal, prasasti yang
menyebutkan banyak lokasi candi.
















Gajah
Museum ini dikenal juga sebagai Museum Gajah karena adanya patung gajah pemberian Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand pada tahun 1871 yang ditempatkan di halaman museum.

Kamera Dilarang, Handphone Boleh
Di Museum ini pengujung dilarang untuk membawa kamera terlebih memotret koleksi museum. Untuk mengakalinya aku menggunakan kamera 2 MP di handphone Aryo, Sony Ericsson K530i. Hasilnya cukup bagus dan bisa anda lihat di berbagai gambar koleksi di artikel ini. Jadi, jangan pernah ragu menggunakan kamera handphone anda untuk mengabadikan momen!
  • makasi
    rie ijin bleh copy pastekan?
    he_3
    salam malming dr rie,,,,
    sekalian
    tiap salam
    ma
    ~baRista~

    miss U
    ~baRista~ apaan ya? Silakan aja dikopi-paste tapi digunakan baik-baik lho ya!
    arieSabtu, 07-Maret-2009, 21:12
  • wah keren ini. baru baca. hehe. moga2 bisa nemenin mas wisna pergi ke candi2 di jawa tengah.. :)
    Eeh, Aryo, yg gambarnya dipajang di artikel, he3. Makanya maen ke Jogja Yo, ntar diajak jalan-jalan keliling candi deh.
    Aryo Gutomo alias Mr. DJ P-KooSenin, 06-April-2009, 23:50
  • Tlg lbh rinci lg dong ttg isi ruangan yg ada pd tiap lantai
    Wah udah lupa, e, aku kesana terlalu menikmati koleksi benda-benda sampai-sampai lupa ruangannya. he3
    Tia_nSelasa, 21-April-2009, 21:38
  • Iya jg ci...aq jg terlalu menikmati.eh msh da lg g artikel ttg museum bhs?kl ada tlg jabarkn lg.trims
    masih ada lagi ga ya???
    Tia_nSelasa, 21-April-2009, 22:53
  • Maaf,mksdnya ada lg g yg msh inget ttg koleksi museum nasional?
    Wah, kemaren tu aku kesana cuma nyari info tentang proyek candi yg selama ini aku lakoni. Jadi fokusnya emang benda-benda semacam, arca, prasasti, en peninggalan-peninggalan laen. Sebenernya masih ada seperti topeng, keramik, kain, dll.
    Tia_nSelasa, 21-April-2009, 22:57
  • Tambah pengin kesana...:( kok belum keturutan juga ya...T-T

    Sekalian ke istana negara, kira2 bisa ga, ya?!
    makanya pakai bus TransJakarta, cuma 3500 rupiah. Kalau ke Istana Negara katanya sih bisa tapi cuma pas hari-hari dan jam-jam tertentu aja. Itupun mesti pakai pakaian formal.
    hikariJum'at, 29-Mei-2009, 07:19
  • waa..jadi referensi nih,,aku jg ad rencana ksana,,
    taPi,bneran ga boLeh jeprat jepret tuh??
    ga asik!tu foto2 di atas pKe kamera hp smua dong??
    Iya lah, itu foto2 semua pake kamera hape kok. Kalau aturan emang ga boleh jepret, tapi ada tapinya he3...
    mindaMinggu, 31-Mei-2009, 20:24
  • kok blogmu sepi mas..?? komenku juga sudah berhari-hari tidak dibales2..

    yah, Anda gak beruntung, kamera gedhe-nya gak boleh masuk ya.. :p, sini buwat aku aja..
    Kamera besarnya waktu itu lagi diservis tahunan.
    ranystarrySelasa, 17-November-2009, 15:47
  • oiya, kok postingan hari Minggu nya gak ada??

    kamu lagi sibuk ya mas? sibuk ngurusin bengkel baru?? :p

    aku juga sibuk nih, masa tugas praktikum sistem operasi disuruh bikin server, sumpah, aku belum ngerti sama sekali, hiks! makanya jadi sedih..
    weleh2...
    ranystarrySelasa, 17-November-2009, 16:04
  • bagus banget infonya, apa lagi buat kita yang jauh dari kota Jakarta dapat pencerahan. bagaimana kalau terus di update dan kalau perlu bikin komunitas tersendiri, yang bikin iuran buat blog ini terupdate terus tentang kota jakarta dan sejarahnya.
    Wah kalau di Jakarta sudah ada komunitasnya, tapi berhubung saya tinggal di Jogja jadi ndak bsa ikutan.
    feraSenin, 21-Desember-2009, 01:30

Nama
E-Mail  
(tidak wajib)
Blog  
(tidak wajib)
Pesan  
(tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
Kode Verifikasi