Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

Candi Kethek
RSS 2.0 Flickr Facebook Twitter Yahoo!

Kaliadem


Kalau Jawa Barat memiliki Gunung Tangkuban Perahu, maka Yogyakarta memiliki Gunung Merapi. Keduanya sama-sama merupakan obyek wisata alam pegunungan yang menjadi ciri khas propinsi tersebut.

Beberapa kali aku singgah kemari,
diantaranya bersama orang-orang ini.
Perbedaannya adalah tempat menikmati obyek wisata tersebut. Gunung Tangkuban Perahu hanya dapat dinikmati dari Jawa Barat saja, lain halnya dengan Gunung Merapi yang dapat dinikmati dari berbagai pos pengamatan yang tersebar di seantero Yogyakarta dan Jawa Tengah. Salah satu lokasi untuk menikmati keindahan Gunung Merapi adalah dari daerah Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta. Jarak dari kota Yogyakarta ke Kaliadem yang lumayan dekat (kira-kira 27 km) serta akses jalan yang mulus, membuat lokasi ini menjadi favorit banyak orang setelah obyek wisata Ketep Pass di Magelang, Jawa Tengah.

Lahar dan awan panas yang meluncur dari Gunung Merapi pada dua tahun silam (tepatnya Rabu, 14/06/2006) mengubah wujud Kaliadem 180 derajat. Kaliadem yang dahulu kala dihiasi hamparan rumput nan hijau dan rimbunnya pohon pinus, kini telah berganti rupa menjadi padang pasir dan batu dari erupsi Gunung Merapi. Bencana alam yang menelan korban jiwa tersebut juga meluluh-lantahkan bangunan-bangunan yang berdiri di Kaliadem. Walau begitu, kondisi Kaliadem seperti saat ini membawa berkah tersendiri bagi para penambang pasir dan juga bagi fotografer.

Lokasi yang Fotogenik

Puncak Gunung Merapi.
(Klik untuk memperbesar).
Kaliadem kini menjadi lokasi fotografi yang menarik di Yogayakrta, ibaratnya kalau Jawa Barat punya Kawah Putih maka Yogyakarta punya Kaliadem. Keduanya sama-sama merupakan sisa-sisa bencana yang ditimbulkan dari gunung berapi. Untuk bisa mencapai Kaliadem, anda dapat melalui Jl. Kaliurang yang membentang dari lurus menuju Gunung Merapi. Tinggal anda ikuti papan penunjuk jalan yang bertebaran dimana-mana sebagai panduan menuju Kaliadem. Bagi kebanyakan fotografer, pagi hari buta merupakan awal waktu yang tepat untuk “mengeksekusi” eksotisme Gunung Merapi. Bila berangkat pukul 04.30 kita dapat tiba di Kaliadem pada pukul 05.15 dan mendapatkan cuaca Gunung Merapi yang bersih, terbebas dari awan serta kabut. Kira-kira pada pukul 06.30 sampai 07.00, kita bisa menyaksikan aktivitas ibu-ibu yang menggotong rumput untuk makan hewan ternaknya. Biasanya awan dan kabut akan kembali menyelubungi Gunung Merapi pada pukul 08.00, jadi sebaiknya mengabadikan momen secepat mungkin. Tidak lupa bahwa kondisi cuaca setiap bulannya, musim hujan atau musim kemarau, juga mempengaruhi cuaca di Gunung Merapi.


Bunga-bunga gunung yang dijual bebas.
Fasilitas yang ada di Kaliadem tergolong minim. Ada beberapa kios yang menjual pernak-pernik Gunung Merapi dan bunga-bunga Edelweiss. Tidak terdapat restoran, yang ada hanya beberapa warung yang menyediakan makanan ringan. Selain itu adapula aula serbaguna yang difungsikan sebagai toilet, tempat parkir, dan mushalla. Oh ya, apabila anda tiba di Kaliadem di pagi buta maka anda tidak akan dipungut biaya retribusi. Harus orang sabar yang mau menjaga loket retribusi di pagi hari buta di kaki gunung yang dinginnya minta ampun!

    Nama
    E-Mail  
    (tidak wajib)
    Blog  
    (tidak wajib)
    Pesan  
    (tag HTML yang diijinkan <b>, <i>, <u>)
    Kode Verifikasi